AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 200


__ADS_3

Adel menganggukkan kepalanya paham. "Dan itu sangat malah.." Adel mengangguk lagi.


"Eeemm tapi aku lebih suka main sama Foppa.." Ade terus mengelus Foppa.


***


"Apa sudah dapat Al..?" Bisma sampai tertidur menunggu hasil dari Albert.


"Belum Bisma.. Kakakku pintar sekali, dia sudah kunci semua jalur akses dia.. Bahkan nomernya saja gak bisa di lacak satu satunya cara.. Satelit.. Aku akan coba retas satelit dulu baru aku lacak Stuart dari sana.." Albert sibuk dengan Laptopnya memasukkan berbagai program agar bisa menyusup.


"Semangat Al.." Bisma duduk di samping Albert dan menyemangatinya.


Albert menoleh pada Bisma dan mengambil satu kecupan di pipi Bisma.


"Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk kamu.." Albert tersenyum penuh cinta pada Bisma.


***

__ADS_1


Debora menginap dengan Rena. Rena menjaga Debora dengan sangat. Begitu pula sebaliknya. Karna keduanya sama sama sedang mengandung. Rena juga berbagi tips untuk Debora karna keinginan Debora yaitu ingin menyusui anaknya nanti langsung.


Karna Rena ahli dalam hal itu maka banyak pelajaran baru yang Debora dapatkan. Hery sedang bersama Baby Alf dan Elf. Kedua bayi kembar yang kini sudah genap 6 bulan, sangat aktif dan banyak maunya.


Seperti saat ini mereka sangat manja pada Hery sang Papa tersayang. Belum lagi ocehan bayi yang tak di pahami siapa pun tapi sangat imut di dengarkan.


"Maaf ya sayang.. Kalian harus berhenti nnen Mama.. Karna ada dedek bayi lagi untuk kalian nanti kalian main sama sama ya.." Hery begitu gemas mendengar jawaban kedua anaknya. Belum lagi gerakan kecil keduanya yang kadang bertabrakan karna saling berdekatan.


"Kalian hidup Papa nak.. Papa sayang kalian.." Hery sangat gemas dan menciumi keduanya penuh kasih sayang.


Rena menatap penuh haru Hery dan kedua anaknya. Kasih sayang yang benar benar melimpah dari Hery. Rena membayangkan jika ia dulu tetap bertahan dengan Roy. Entah apa yang akan terjadi padanya dan anak anak imut ini. Tapi karna ia lebih memilih Hery dan menerima cintanya, Rena mendapat kabahagiaan berlipat ganda.


"Kenapa Mama senyum senyum di situ sendiri..?" Hery menyadari Rena di sana juga tapi tak bersuara tapi tersenyum manis menatap mereka bertiga.


"Eeemm?" Rena sadar dari lamunannya dan ingatan manisnya dengan Hery.


"Gak apa apa.. Cuma senang liat Papa dan anak anaknya.." Rena bergabung juga bersama Hery dan Kedua anaknya.

__ADS_1


"Pikir apa tadi..?" Hery menarik Rena dalam pelukkannya.


"Pikir kamu.." Rena mencium dagu Hery.


"Eeemm aku juga.." Hery merangkul Rena dan tetap bermain dengan anak anaknya.


Ayah yang sangat sempurna, merangkul semuanya di dalam pelukkannya dan menjaga dengan penuh kasih sayang dan cinta yang melimpah.


Masalah tampan jangan di tanya lagi, sampai sekarang saja, kalau Rena lama lama memandang Hery, jantungnya berdetak dengan kencang. Rasanya seperti pertama kali saja melihat Hery.


"Sayang.. Kenapa liatin aku gitu..?" Hery bingung dengan tingkah Rena malam ini.


"Kenapa..? Aku kan cuma pandang suamiku yang tampan ini.." Rena menji**t pipi mulus Hery dengan nakalnya.


"Astaga sayang.." Hery terkejut.


"Aku cinta kamu.. Kamu itu punya aku.." Rena memeluk Hery posesif.

__ADS_1


"Aaahhh.. Pasti karna dedek kecil kalian ini.." Hery berbicara pada Alf dan Elf seolah mereka berdua paham dan mengangguk yakin.


Rena tertawa bahagia melihat ekspresi Hery yang hanya pasrah dengan kemanjaannya.


__ADS_2