AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 284


__ADS_3

Debora terkekeh. "Iya mungkin karena ini buatan kamu makanya enak.."


"Jangan puji aku nanti aku sombong.." Dion menggerakkan tangannya melarang


Keduanya tertawa bersama.


"Iya.. Hah.. Sudah jam setengah 3 subuh.." Dion melirik jam dinding kamar Debora.


"Iya.. Kamu mau balik tidur.. Tidurlah.." Tawar Debora.


"Mau tidur gimana Bora.. Aku gak bisa tidur.. Dari tadi aku gak bisa tidur." Dion mengucek matanya.


"Hah..? Kok bisa..?" Debora bertanya dengan mulutnya yang penuh dengan kue.


"Iya.. Aku sudah coba dari tadi.. Tapi tetap aja aku gak bisa tidur. Aku punya kebiasaan Bora. Aku terbiasa sama selimutku, lembutnya dan wanginya. Jadi kalau aku ke mana mana aku bawa selimut itu.. Bahkan kalau aku dinas.. Aku bawa juga, karena pasti aku harus tidur di hotel." Kisahnya.


"Oohhh gitu.. Jadi sekarang kamu gak bisa tidur..?" Debora menyeruput susunya.


"Iya gitu deh.. Tadi aku buka jendela sangkin gak bisa tidurnya.. Eh aku malah dengar kamu mual mual.." Dion mengambil biskuit Debora dan memasukkannya ke dalam mulutnya.


"Eemm rasa madu.." Gumam Dion


"Aaahh?" Debora menganga.

__ADS_1


"Tenang aja.. Aku gak akan hamil.." Cicit Dion.


"Astaga laki laki ini.." Debora sangat terhibur dengan adanya Dion bersamanya.


Canda dan tawa yang di buat Dion si jenaka, senyum dan tawa terukir indah di bibir Debora.


Dion banyak menceritakan kisanya dan Hery saat masih bukan siapa siapa. Debora sangat senang mendengarnya karena semua yang Dion ceritakan sangat lucu.


"Hah.. Gitulah aku dan Hery bisa berteman baik meski setelah kamu punya kesibukkan masing masing kami jarang bertemu apalagi bertegur sapa." Debora mengangguk paham.


"Hmmm sebaiknya aku cari cara gimana aku bisa tidur.. Apa kamu ada sesuatu yang bisa aku pinjam Bora..? Debora berpikir.


Debora berpikir sejenak. "Iya karena kamu sudah buatkan aku susu yang sangat enak jadi bolehlah.. Aku gak tahu gimana selimut kamu tapi kamu boleh cari di lemari itu siapa tahu ada yang sama atau persis kayak selimut kamu.." Dion melirik lemari besar Debora.


"Issshh gak apa apa.. Cari aja, kan bukan bongkar.. Emangnya maling.." Dion menyengir.


"Oke oke.. Aku coba cari.." Dion bangkit dari duduknya.


"Sebelahnya itu baju baju ku.. Oh ya jangan buka yang sebelah bawah.."


"Tuh kan ada yang gak boleh di buka buka.." Dion membuka lemari Debora.


"Ya kan.. Itu.. Bukan tempat selimut atau kain semacamnya.." Cicit Debora malu. Karena di tempat yang di larangnya adalah tempat baju dan ****** ********.

__ADS_1


Dion pasti mengerti maksud Debora, oleh karena itu dia tersenyum sendiri.


"Yang ini nyaman.. Aku suka.. Kainnya lembut dan wangi.." Dion memperlihatkan pilihannya.


"Astaga Dion.. Itu dress ku.. Untuk apa..?" Debora malu.


"Ya aku mau pinjam." Cicit Dion seperti tak salah.


"Ya kan bukan dress ku juga kali.. Cari yang lain.." Pinta Debora.


"Gak aku mau yang ini. Cukup.." Dion langsung memeluknya.


Memanglah kain dress Debora yang sedang di pegang Dion ini berkain halus dan lembut. Seperti yang di inginkan Dion


Yang Debora khawatirkan adalah bagian dada di dress itu yang terlalu terbuka, dan bahkan ada sedikit tambahan kapas. Dan yang lebih malunya lagi, ada ukurannya pula.


"Aku mohon.. Aku mau yang ini.. Aku suka.." Dion memeluk meluk dress itu.


"Oke. Oke.. Tapi di bawa tidur ya.. Awas kalau kamu gak bisa tidur lagi.." ancam Debora.


Dion...


Hai.. Ini bab no 3 hari ini.. Sisa satu bab lagi ya sore nanti guys.. Mata othor dah panas.. Panas ngantuk..

__ADS_1


__ADS_2