AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 324


__ADS_3

"Adikmu..?" Adel membulatkan matanya.


Bisma mulai menceritakan kisah Marry yang melakukan pelarian ke dunia malam saat mengetahui kebenaran Rafa.


"Ja.. Jadi kamu dan Hery punya satu adik lagi.. Perempuan..?" Adel mendekati Bisma.


"Iya sayang.. Namanya Carolina. Maria Carolina. Nama yang di berikan Hery pada adik kecilnya itu. Mama dulu gak mau anak itu lahir. Tapi karena Hery sangat lihai dan pintar, jangankan untuk mengugurkan kandungan itu, makan saja Hery yang suapi Mama. Oleh karena itu Mama menerima Hery."


"Saat bayi kecil itu lahir. Mama langsung tinggalkan di rumah sakit begitu saja. Hery lagi lagi melakukan yang di luar pengetahuan Mama. Dia mengadopsi bayi kecil itu. Dia bilang pada suster untuk merahasiakan itu dari Mama dan aku.. Tapi aku mendengar percakapan Hery dan Suster itu. Hery bawa pulang bayi itu ke Indonesia. Di jaga oleh orang kepercayaan Hery. Saat itu usia Hery sudah 14 tahun dan aku sudah 17 tahun. Aku gak bisa berbuat apa apa karena dulu aku harus ikut kemana pun Mama pergi.. Aku juga mau menolong adik kecilku.. Bayi itu sekarang sudah besar.." Bisma menoleh ke arah Adel yang menjadi pendengar yang baik sejak tadi.


"Lalu apa Mama gak mau cari bayinya itu..?" Adel bersuara.


"Gak. Mama gak pernah merasa ada punya anak lagi selain aku dan Hery. Mama sangat membenci bayi itu dulu.. Mama hampir membunuhnya, tapi di gagalkan Hery. Dulu memang Hery yang paling nakal.. Tapi dengan kenakalannya itu dia berhasil menyelamatkan Colin.. Dia menculik adiknya sendiri.. Hehehe lucu kan.." Bisma terkekeh mengingat kala itu.


"Menculik..?" Adel ternganga.


"Hery dari dulu memang pintar.. Dia patutnya di banggakan.. Aku merasa sangat beruntung punya adik seperti Hery. Aku selama ini pura pura gak tahu tentang adik kecil itu. Tapi bukan berarti aku gak cari dia.. Aku pernah ketemu sekali.. Ternyata.. Dia mirip Hery... Sangat mirip.." Bisma terkekeh lagi.

__ADS_1


"Maksudnya sayang..?" Adel benar benar penasaran dengan kisah Bisma.


"Kamu tahu.. Seharusnya sekarang dia baru duduk di SMP. Tapi.. Entah apa yang Hery berikan pada Adik kecilnya itu dulu saat masih bayi.. Hingga gadis itu sekarsng sudah berkuliah.. Bahkan di salah satu universitas ternama di Amerika.." Adel tersenyum lebar mendengarnya.


"Lalu lalu..!" Adel juga senang mendengarnya.


"Makanya aku bilang dia sangat mirip Hery. Pintarnya itu..! Hery juga dulu gitu.. Aku benar benar terkejut waktu ketemu dia. Dia baru berumur 14 tahun.. Hery sudah berumur 28 tahun.. Aku sudah berumur 31 tahun. Tapi.. Ya ampun.. Dia sangat cepat dewasa.. Aku rasanya nyesal gak tolongin dia dulu.. Malah Hery yang selamatin dia.. Aku kan kakak kandungnya.. Harusnya aku yang jadi Hery, menyelamatkan Colin.." Bisma termenung.


"Tapi terlepas dari itu, aku tetap berterima kasih sama Hery.. Dia jadi kakak yang sangat baik.. Hingga sekolahkan adik kecilku sebaik itu.. Kalau aku.. Aku mungkin gak akan bisa seberhasil itu." Adel mengusap punggung Bisma.


"Apa aku boleh ketemu sama Dia..?" Adel sangat ingin bertemu dengan gadis yang di ceritakan Bisma.


"Aku yakin Sayang.. Kamu juga akan jadi kakak yang baik untuk Colin.. Dan aku.. Aku sudah gak sabar ketemu Colin.."


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


Dion sangat cerewet, bahkan Debora sampai menutup telinganya malas mendengar ocehan Dion.


"Dion.. Kamu kok banyak banget permintaanya.." Cicit Debora lagi.


"Iya gak apa donk.. Aku kan bayar..!" Sergah Dion.


Apa yang sebenarnya tengah mereka perdebatkan? Mereka masih di ruangan dokter kandungan. Menunggu sang dokter kembali.


Debora..

__ADS_1


nanti ya tunggu Bisma cerita sama Hery. baru kita Flashback Bisma dan Colin. perjuangan Bisma untuk ketemu Colin meski hanya lihat dari kejauhan off dulu ya..


__ADS_2