AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 320


__ADS_3

Bisma, Adel, dan Hery sedang menuju tempat parkiran.


Hery sedang sibuk menghubungi Rena dan mengatakan kalau ia sudah menemukan Bisma dan Adel.


Rena juga akhirnya bisa bernafas lega setelah setengah hari pencarian sang suami.


"Ya udah nanti Abis aku antar Bisma dan Adel pulang.. Aku langsung pulang juga rumah sayang.. Iya.." Hery masih sibuk bertelpon dengan Rena.


"Sayang.. Aku boleh minta sesuatu gak..?" Bisma mengalihkan pandangan Adel padanya.


"Mau sayang.." Hati Adel benar benar menghangat mendengar panggilan sayang dari Bisma yang sangat lembut untuknya.


"Aku mau... Bisma kecil.." Bisik Bisma, berhasil membuat pipi Adel merona.


"Iya.. Kita usahakan ya sayang.." Adel mengelus pipi mulus Bisma.


"Eeemmm aku yakin.. Dan aku juga sebenarnya berterima kasih sama Stuart..." Ucap Bisma tiba tiba.


"Terima kasih untuk apa..?" Adel mendelik terkejut.


"Sayang.. Kamu ingat sesuatu yang Stuart berikan padamu.. Dalam gelas itu..!?" Bisma semakin bersamangat.


"Oohh minuman itu.. Kenapa..? Apa itu racun..?" Adel baru ingat. Dan bodohnya lagi ia pada malam itu langsung meminumnya karena terlalu emosi pada kedua laki laki itu.


"Hmmmm itu bukan racun.. Tapi.. Penyubur.." Mata Adel membelalak.


"Kamu tahu dari mana juga..?" Adel tak semudah itu percaya.


"Aku tahu.. Karena dia sangat ingin bercinta sama kamu dan menghasilkan yang ia inginkan juga.. Yaitu.. Baby.." Ucap Bisma lagi.

__ADS_1


"Hmmmm jadi gitu.." Adel mengangguk paham.


"Eehhh itu.. Sarah..!" Panggil Adel pada seorang wanita yang dikenali.


"A..Adel..?" Sarah terkejut.


"Sarah...?" Hery ikut bertanya.


"Kamu kerja di sini?" Sapa Hery.


"I..Iya.." Sarah malu malu.


Sarah yang dulu pernah di cabuli oleh Roy rupanya yang di maksud Adel semalam. Teman yang ia katakan pada Bisma adalah Sarah.


Semalam Adel menemui Sarah dam menanyakan kabarnya. Sarah dan Adel dulunya sangat dekat. Bahkan keduanya melamar pekerjaan bersama, karena sarah memiliki skil, maka lebih mudah Sarah di terima dari pada Adel. Adel di terima juga dengan bantuan Sarah. Dan mulai berkerjalah Adel menjadi seorang OG.


"Sarah.. Kamu baik baik aja.. Kenapa kamu pucat gitu..?" Adel menangkap ekspresi lain Sarah.


"Tapi.." Adel ingin berbincang lagi dengan Sarah tapi Bisma keburu memanggilnya.


"Sayang.. Ayo.."


"Iya sayang bentar.." Sahut Adel


"Sarah.. Dengar.. Kalau ada apa apa hubungi aku.. Jangan sungkan.. Aku akan berusaha bantu kamu.. Seperti yang aku bilang semalam.. Kamu punya segudang prestasi, gak sepantasnya kamu kerja di kayak semalam.. Cari aku kalau kamu butuh aku Sarah.. Aku adikmu kan..!?" Adel memegangi Bahu Sarah.


"Adel.." Lirih Sarah. Senang ada yang mengerti dirinya.


"Ya.. Aku pasti akan cari kamu.. Aku pasti akan sangat butuh bantuan kamu.. Tapi.. Aku.. Aku harus pergi dulu Del.. Lain waktu.. Aku hubungi kamu.." Ucap Sarah.

__ADS_1


"Ini nomer ponsel aku yang baru.. Ingat orang pertama yang harus kamu hubungi kalau perlu apa apa.. Aku..!" Titah Adel.


Sarah mengangguk. Adel memeluk sekilas Sarah dan setelahnya berlalu menuju mobil Hery.


"Dadaaahhh.." Adel melambaikan tangannya pada Sarah.


Mobil putih bersih itu berlalu dengan lajunya keluar dari area parkiran hotel.


"Uuhhhh" Keluh Sarah ketika ia tidak harus pura pura kuat lagi.


"Aduh..." Ringisnya.


Rasa sakit menjalar di pangkal pahanya. Sarah hampir tidak dapat berjalan sangkin sakitnya.


"Huuuuhh.. Huuuhhsss.." Sarah berusaha bernafas dengan normal.


"Eeemmm!" Sarah berusaha bangkit lagi.


Apakah yang terjadi pada wanita cantik ini. Mengapa ia sangat kesakitan.? Apa yang sudah ia alami?


***


Debora, Dion, Diana, dan Dario keempatnya sedang makan siang bersama. Ini kali pertamanya di rumah kecil ini masuk anggota baru.


Diana sangat memperhatikan Debora. Makanan yang ia masak siang ini juga sangat mendukung gizi seorang ibu hamil.


"Makasih Diana.. Makanannya enak sekali.." Puji Debora.


"Masakkan aku lebih enak tahu.." Sewot Dion.

__ADS_1


Diana..


__ADS_2