AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 217


__ADS_3

Roy langsung menghampiri Debora dan Hery. Ingin segera meminta maaf. Debora cepat cepat menjauh dari Roy.


"Debora maafkan aku.. Aku.. Dia.. Dia yang goda aku." alasan Roy.


"Roy.. Sarah gak akan goda kamu.. Kamu liat itu.." Hery menarik Roy lagi.


"Liat! Sarah masih pera**an. Kamu gak buta kan.. Kamu liatkan darah itu..?" Tunjuk Hery di seprai yang di tempati Sarah yang sudah tak sadarkan diri.


"Her.. Aku mau jelaskan sama Debora dulu.." Roy berusaha melepaskan tangan Hery yang mencekramnya.


"Gak ada yang harus kamu jelaskan Roy.. Aku ke sini untuk minta cerai sama kamu.." Debora mengeluarkan surat perceraian mereka yang ia usahakan beberapa hari terakhir.


"Dan.." Debora memperlihatkan ponselnya.. "Tapi kayaknya gak perlu.. Aku, Hery dan Bisma sudah liat semuanya barusan, semua kelakuan kamu semua kebejatan kamu, sudah cukup Roy.. Tanda tangani ini atau... Video kamu ini.. Aku umbar kemana mana, seorang Roy Filip memper**sa bawahannya dengan sadis.. Ayo pilih..!!" Debora mulai mengancam Roy.


"Debora apa apaan kamu, kamu itu lagi hamil anak aku.. Mana bisa kita cerai.." Roy masih berusaha melunakkan Debora.

__ADS_1


"Roy.. Aku sudah jijik sama kamu ya.. Jangan dekat dekat. Aku gak peduli lagi hamil anak kamu, pokoknya aku mau cerai.." Debora tetap dengan tujuan awalnya.


"Debora.. Kamu sayang aku.. Ayolah.. Jangan gini sayang.." Roy mendekati Debora dan hendak memeluknya.


"Stop di situ.. Jangan dekat dekat sama aku.."


"Roy..??" Nur tiba tiba masuk dalam ruangan Roy juga.


"Eehh?" Nur juga terkejut rupanya ada Debora dan Hery di ruangan Roy. Bahkan ada Bisma juga yang sedang keringat dingin.


"Ini suami kamu baru aja buka bungkus.." Debora menarik tangan Nur agar mrlihat kondisi wanita di dalam kamar itu.


"Dia.. Apa..?" Nur sangat terkejut dan tak tahu harus mengatakan apa.


"Iya.. Suami tersayang kamu baru aja buka bungkus baru.. Dan kamu jadi usang deh.. Sudah aahh.. Aku sudah muak sama kalian.. Nur.. Semoga kamu bahagia sama Roy yang suka main buka bungkus cewek lain, dan Roy.. Aku punya bukti lebih banyak untuk buktikan kalau aku betul betul nekad cerai sama kamu dan pengadilan gak akan mihak kamu sama sekali.." Debora menghidupkan layar ponselnya dan memutar semua video panas Roy dan Nur.

__ADS_1


"Kamu dapat dari ma.. Mana..?" Nur juga masih di landa kejutan kejutan yang Debora siapkan selama ini.


"Kalian pikir aku bodoh..? Kalian pikir aku gak tahu kalian ngapain di dalam kamar..? Apa kalian pikir aku masih hidup di jaman batu..?" Debora meledek Nur dan Roy.


"Aku tahu semuanya Roy.. Sejak aku di Jerman aku sudah tahu semuanya.. Kamu dan Nur bahkan pakai tempat tidur kita juga dan kamar mandi kita juga untuk bersenang senang, aku tahu semuanya Roy.." Debora mengakui semuanya.


"Aku beruntung punya teman yang baik seperti Rena. Dia siap bantu aku dengan ide ide hebatnya, Hery yang selalu sedia juga menyempatkan waktunya untuk mencari alat terbaik yang bisa aku gunakan untuk dapat video video ini dengan bagus dan.. Uuhhhh mantap kalau ini di masukkan ke dalam web dewasa." Debora meneliti lagi video videonya.


"Mak.. Maksudnya..?" Nur merasa semua ini semakin berbelit belit.


Debora maju. "Untung masih ada rasa kebencian sama Eyang.. Dia benci aku dan sangat benci.. Tapi itu keuntungan aku.." Ucap Debora.


Mungkin semuanya akan Debora ungkap hari ini. Agar sekali dayung dua pulau ia lompati.


Flashback on..

__ADS_1


__ADS_2