AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 244


__ADS_3

Hery berkali kali menyenggol Bisma. "Apa sih..?" Bisma terganggu.


"Cie. Cie.." Ledek Hery.


"Issshhh" Bisma mengacak rambut Hery.


"Hahahahhaha.." Hery tertawa puas meledeki sang kakak.


"Kak Bisma.. Aku dukung kamu kok... Aku tahu seuatu saat pasti ada yang bisa gerakkan hati dingin kamu itu. Dingin lada seorang wanita itu gak baik kan..? Dan Adel.. Adel itu kurang apa Kak..? Dia cantik, baik, penuh kasih sayang, lembut. Gak ada satupun yang salah dari Adel.. Aku yakin Adel juga punya cita cita. Cita cita jadi seorang ibu, cita cita di panggil sayang oleh suami, di panggil mama oleh anak anaknya.. Pasti ada Bisma.. Cobalah nantu dia gapai cita citanya itu.. Coba nanti kamu tanya dia.. Punya gak pikiran ke semua yang aku katakan tadi..


"Aku usahakan adikku sayang.. Sebisa mungkin aku berusaha kuat dan lawan semua ini." Bisma mengerti maksud Hery padanya.


"Kak.. Sebenarnya aa yang buat kamu itu takut wanita.. Apa yang ganggu pikiran kamu pas lagi dekat sama wanita dan akan melakukan hubungan.. Hubungan ya.. Gitu gitu..?" Hery mengangkat kedua tangannya juga bingung mengatakan hal itu seperti apa.


"Aku juga gak tahu Hel.. Ingatan buruk masa lalu buat aku gak bisa berbuat apa apa.." Bisma menundukkan kepalanya.


"Nah itu dia.. Masa lalu apa.. Aku mau tahu Bisma.." Hery benar benar berniat mengetahui semuanya.


"Aku.. Aku, gak bisa ceritakan Hery.. Aku malu, aku takut.. Aku.. Aku gak bisa.." Bisma membuat pertanyaan besar di kepala Hery makin besar.


"Oke.. Kamu bilang aja waktu, tanggal dan tempat di mana semua itu terjadi.. Masih ingat kan..?"


"Untuk apa..?" Bisma ragu.

__ADS_1


"Ya aku mau tahu aja.." Hery kekeh.


"Aku dulu bodoh Hely, aku gak tahu tanggal tempat dan waktunya.. Semua itu aku gak tahu.." Bisma menggeleng.


"Oke itu sudah cukup Bisma.. Aku akan cari apa penyebab kamu jadi kayak gini.. Liat aja nanti, dengan atau cerita dari kamu maka aku akan tahu.." Hery mendapat sesuatu maklumat yang sepertinya penting dari ucapan Bisma barusan.


"Apa kamu yakin..?" Bisma menatap mata Hery yang sepertinya sudah tahu semuanya.


"Ini dia.. Pudding buatan aku dan Adel.. Enak banget dan cocok di siang yang terik ini.." Rena datang bersama Adel dan membawa Pudding buatan mereka dari dapur.


"Waaahh enaknya.." Hery seketika berubah manja pada Rena, padahal tadi ia sngat serius berbicara pada Bisma.


Bisma tertawa melihatnya, "Cinta memang bisa mengubah semuanya ya.." Gumamnya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


"Wah aku kenyang banget Debora.." Wigara memegangi perutnya.


"Baguslah.." Debora sedang menikmati es tehnya.


"Aku pasti sering ke sini lagi nanti untuk makan bakso dan yang lainnya di sini.." Wigara menyingkirkan mangkuk dan piring kotor bekasnya dan Debora ke pinggir meja.


"Eehh biar aja punya aku nanti aku beresin.." Debora menahan Wigara.


"Aman aja.." Wigara merasa biasa saja dan tetap melakukan yang ia inginkan.


"Makasih ya sudah temani aku makan.." Wigara tersenyum lebar pada Debora.


"Ya.. Aku yang harusnya bilang terima kasih, sudah di bayarin, aku bawa ke tempat ini lagi.." Wigara terkekeh mendengarnya.


"Tapikan di sini lebih enak dari pada yang di Mall Mall itu.." Pendapat Wigara.


"Iya.." Debora setuju.


"Eeemm maaf tapi sebenarnya.. Aku kok kayak pernah liat kamu, tapi di mana ya..?" Debora terus memandangi wajah Wigara.


Wigara...

__ADS_1


Ada yang ingat gak nih sama Wigara.. Atau siapa sih ini.. Siapakah dia..?" Cus kasih jawaban kalin di kolom komentar..


__ADS_2