AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 99


__ADS_3

Hery dan Rena kini sedang makan siang bersama di sebuah Restoran yang tak jauh dari salon dan tatarias pengantin yang mereka, datangi tadi.


"Apa enak sayang..?" Kali ini semua menu Hery yang pesankan, dia memang paling tahu apa menu dan makanan yang di sukai bumi satu ini.


"Ya Ini enak banget.. Aku suka.." Rena sangat senang hari ini. Terlihat dari senyum yang menghiasi wajanya tak pudar pudar.


"Berarti Baby juga suka donk..." Hery mungkin yang paling bahagia hari ini, Rena makin sayang padanya, menerima cintanya, siap menikah dengannya, juga mencintainya.


***


Roy tidak bisa tenang di rumahnya. Dari tadi ia hanya mondar mandir mencari rasa yang nyaman untuk hatinya yang sedang panas panasnya.


Foto kemesraan Rena dan Hery terus berputar putar di pikirannya. Debora hanya diam dan mengamati Roy saja. Debora sudah mencoba berkali kali untuk membujuk Roy, tapi usahanya itu sia sia. Maka Debora biarkan saja R9y sampai ia merasa puas.


"Rena apa kamu benar benar mau berpisah dari aku, apa kamu gak cinta aku.. Apa selama ini kamu cuma bohong aja, apa yang kamu kandung itu anak Hery...?"


"Gak, gak boleh gini.. Aku harus, aku harus.." Roy kelusr dari kamarnya dengan terburu buru.


Debora membiarkannya saja, ia tahu kemana tujuan Roy yang sebenarnya. Rasa hati Debora senang sekali. Tanpa mengunakan tenaganya, Roy sudah melakukan tugasnya.


***


Rena turun dari mobildengan tanganya di pegang oleh Hery.


"Aaahh hari yang menyenangkan.." Keduanya masuk ke dalam rumah.


Rena duduk di sofa sambil sandaran melemahkan otot ototnya. Hery berjongkok dan melepaskan alas kaki Rena.


"Her... Gak usah Her... Jangan..." Rena melarang Hery.

__ADS_1


"Sayang.. Biar aku layani kamu ya.." Hery tetap melakukan apa yang ia inginkan.


"Jadi gitu..!" Terdengar suara orang lain di rumah itu.


"Roy..." Rena dan Hery bersamaan.


"Jadi gitu ya.. Kalian sayang sayangan di belakang aku..." Roy sangat kesal, di tambah lagi pemandangan yang ia lihat ini.


"Maksud kamu...?" Hery maju.


"Kalian berdua, ck ck ck.. Selama ini berarti aku di bodohi ya.. Ya ampun Roy bodohnya kamu.." Roy menertawakan dirinya.


"Roy dengar... Aku dan Rena gak ada masalah sama kamu, dan kamu juga gak bisa tanggung jawab atas Rena. Padahal kamu tahu kondisinya, dan beberapa hsri yang lalu kamu mau melampiaskan hasrat kamu sama Rena. Coba lihat apa yang terjadi, Debora keguguran, coba kalau itu Rena.. Bagaimana? Kamu juga yang punya ide biar aku yang nikahin Rena, kamu yang minta Roy.." Hery membela dirinya dan Rena yang di tuduh sembarangan oleh Roy.


"Aku minta kamu nikahi Rena untuk lindungi Dia aja sementara, bukannya kamu cium cium dia, satu rumah, satu kamar..." Roy membentak Hery.


"Kamu...!" Roy menunjuk Hery.


"Apa..?" Hery jelas lebih tenang dari Roy.


"Roy.. Aku mohon... Aku gak mau berurusan sama kamu dan Debora. Roy aku bosan jadi simpanan kamu, kamu gak kasih status apa pun sama aku. Aku cuma di simpan di simpan dan di simpan, kamu datang kalau kamu mau kamu pergi juga kalau kamu mau.. Hery mau terima aku walaupun dia tau aku gak sempurna, aku lagi hamil anak laki laki lain, tapi di tetap terima aku dan anakku.." Rena akhirnya mengatakan isi hatinya yang terpendam itu.


"Rena.. Ini hanya sebentar aja.. Kenapa kamu malah sayang betulan sama Hery...?  Ini bukan rencananya Ren.." Roy masih terus mencari celah untuk masuk ke hati Rena lagi.


"Maaf Roy.. Aku tahu pilihan aku ini mungkin aneh, aku lebih milih Hery dari pada kamu.. Karna dia bisa beri yang aku mau, aku cuma minta sebuah status Roy.. Anak ini juga butuh status nanti kalau sudah lahir.. Cuma itu aja yang aku mau, kamu juga tahu itu... Tapi kamu gak mampu wujudkan keinginan aku itu.." Rena menundukan kepalanya.


Memang sering bukan, Rena mengeluh anaknya dan dirinya akan terlantar, tidak memiliki tempat berlindung, dan sebagainya dan saat Rena mendapat yang ia harapkan, yang ia dambakan maka apa salahnya ia berharap. Setelah sekian lamanya Hery datang dan menghiburnya, menemaninya walau hanya menemani makan malam, setelah makin lama, Hery juga temani Rena tidur dalam ketakutannya. Rena merasa nyaman saat bersama Hery, ia di lindungi, di sayang dan di cintai. Itu semua sudah cukup.


Yang Roy berikan selama ini padanya hanya rasa takut akan kehilangannya, takut akan di tindas, takut akan di salahkan, takut di tinggalkan istrinya itu pasti. Apalagi dirinya hanya wanita simpanan, apalah dayanya jika semua yang ia takutkan itu terjadi.

__ADS_1


Rena mendapat cahaya hidup baru dari Hery, laki laki yang selalu menjamin Rena akan makan makanan yang sehat, meminum susu kehamilannya, buah buahan. Dan semuanya Hery jamin demi kesehatan sang calon bayi dan kesehatan Rena sendiri.


Roy terdiam memikirkan ucapan Rena barusan. "Baiklah, oke.. Aku gak akan ganggu kamu lagi, tapi anak itu punya aku.. Terserah Kamu mau nikah sama Hery, mau kawin sekarang juga kah, tapi anak itu punya aku.." Rena menatap Roy tak percaya.


"Apa maksudnya...?" Suara Rena gemetar.


"Anak itu punya aku, kamu gak berhak atas anak itu.." Tambahnya lagi.


"Roy.. Berhenti.!" Hery maju dan memeluk Rena.


"Anak ini punya aku dan Rena. Gak ada alasan kamu ambil anak ini, kalau Rena gak punya suami baru kamu bisa buat begitu. Tapi maaf aku suaminya nanti dan ayah dari anaknya, jadi kamu gak perlu repot repot masalah anak ini karna aku sama Rena bisa jaga dia baik baik..." Hery menatap Roy dengan yakinnya dan sangat serius.


"Sudah sayang, jangan dengar dia.. Dia cuma mau takut takutin kamu, kalau kamu takut bisa bisa kamu balik sama dia demi pertahankan anak kamu yang memang hak kamu Sayang.." Hery menangkup wajah Rena.


"Roy.. Rena sudah bilang tadi, kamu cuma bisa kasih dia rasa takut dan takut lagi. Dan barusan terbukti, kamu buat dia takut lagi... Takut kehilangan anaknya yang adalah milik dia. Cukup Roy.. Cukup takut takuti Rena...." Hery menatap Roy dengan berani dan sudah tak suka dengan Roy.


"Cih..." Roy pergi dari kediaman Hery dengan perasaan marah.


Rena terus menangis, Hery berusaha menenangkannya. "Sudah sayang jangan di dengar ya... Ini anak kita... Aku papanya, kamu mamanya, dia sayang banget kan sama aku.. Ya itu lah buktinya aku papanya.." Rena menatap Hery. Ada benarnya yang di katakan Hery, calon anak ini sangat menyukai Hery di banding Roy.


Rena menghapus airmatanya dan memeluk Hery. "Ya kamu papanya.. Kamu Her..." Hery menerima pelukkan itu dan memeluk Rena dengan erat pula.


"Aku cinta kamu.." Ucap Hery lagi. Tak bosan bosannya Hery mengatakanya, Rena pun tak bosan mendengarnya.


Cup..


Kecupan panjang di antara keduanya..


Off dulu guys... Like donkk..

__ADS_1


__ADS_2