AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 209


__ADS_3

Hari sudah mulai malam, Hery pamit pulng dengan alasan Rena.


"Aku pulang dulu ya, besok pagi aku balik lagi. Aku gak mau tinggalkan Rena dan anak anak aja di rumah. Apalagi Rena lagi hamil.." Ucap Hery.


"Hah..?" tak di sangka Adel dan Bisma mengatakan ucapan yang sama. Dan sama sama bingung pula.


"Hamil..?" Adel belum tahu tentang kehamilan Rena.


"Ya.. Rena hamil lagi.. Makanya alu gak tega tinggalin mereka di rumah, memang ada Debora yang temani tapi Debora juga lagi di timpa masalah juga.." Jelas Hery lagi.


"Oohh ya ampun.. Cepatnya.." Adel sangat tak percaya.


"Ya donk.." Hery bangga.


"Gak sibuk nanti kamu urus Baby Alf dan baby Elf dan di tembah lagi yang masih di dalam Mamanya..?" Bisma juga ikut bertanya.


"Ya gaklah.. Aku kan super Papa.. Semuanya di genggaman aku aja.." Sombong Hery.


"Eemmmm" Bisma memicingkn mata.


"Aku juga mau seorang anak.. Tapi.." Hati Bisma meronta tapi ada yang menahannya.


"Oke aku pulang dulu.. Daa.. Jaga dirimu kak.." Hery memegangi bahu Bisma.

__ADS_1


"Oke sip.." Bisma memperlihatkan jempolnya.


"Oke... Selamat malam.." Hery pamit dan keluar dari ruangan Bisma.


"Eeemmm.. Aku mau ke toilet dulu.. Aku mau cuci muka sebelum tidur.. Kamu mau apa apa..?" Adel bertanya pada Bisma.


"Eeemm aku haus.. Boleh minta air itu..?" Bisma menunjuk botol air mineral.


"Eeemm minumlah.." Adel mengambil botol itu dan memberikannya pada Bisma. Seperti biasanya Adel sangat perhatian pada Bisma.


"Oke.. Sudah.. Gak ada lagi..?" Tanya ulang Adel.


"Gak ada... Ya kamu bersih bersih dulu.." Senyum manis Bisma juga mekar.


Bisma mengangguk paham, Adel pun dengan tenang masuk ke toilet.


"Kenapa aku dapat gadis yang sangat baik.. Kenapa harus Adel.." Bisma menutup matanya. Terlintas saat ia sedang gemetaran di rumah tadi, sempat Bisma merasakan ada benda lembut yang menyentuh keningnya. Ia menengok dan rupanya Adel baru saja memberikan satu kecupan lembut padanya. Kecupan itu juga bukan sekali tapi bahkan sampai dua kali.


Hati Bisma berdetak kencang, tapi tiba tiba. Terlintas sesuatu di ingatan Bisma.


"Iiiisssstttt aaahh..." Bisma memegangi kepalanya lagi.


"Bisma.. Kamu kuat.." Ujar Bisma sambil menahan sakitnya. Bisma berusaha mengingat Hery, Adel, Rena, baby Alf dan Baby Elf. Barulah rasa sakit itu hilang di banding dengan sayang yang orang orang itu berikan padanya.

__ADS_1


Itulah yang membuat Bisma tak bisa membayangkan lebih dari itu. Bayangan masa lalu yang terus mengejar Bisma.


"Bisma.." Adel memanggilnya.


"Aaahh.." Bisma baru sadar.


"Kamu kenapa..? Ada yang sakit lagi..? Dimana.." Adel memegangi lengan Bisma.


"Adel.." Lirih Bisma. "Aku ngantuk.. Ayo tidur.." Bohongnya.


"Ya.. Kamu tidurlah di sini.." Adel merebahkan tubuh Bisma perlahan di tempat tidur.


"Makasih Adel.. Makasih banyak.. Kamu baik banget sama aku.." Ucap Bisma.


"Iya.. Kamu kan suami aku, ya pastilah aku bantuin kamu.." ujar Adel sambil menyelimuti Bisma.


"Selamat malam.." Ucap Adel dan senyum manisnya untuk Bisma membuat Bisma semakin tenang.


"Selamat malam Adel.." Bisma mulai terlelap dengan mudahnya, entah mungkin karna efek obatnya tadi atau ia benar benar lelah.


Di tinggal Debora yang masih menginap di rumah Hery dan Rena, membuat Roy patah semangat pada Debora. Ia sepertinya sudah tak memikirkan Debora lagi jika sudah masuk kamar Nur.


Nur malam ini tak seperti malam sebelumnya yang hanya menikmati dramanya di laptop. Tapi malam ini ia menunggu Roy dengan penampilan aduhainya.

__ADS_1


Roy..


__ADS_2