
Bisma menghela nafasnya lalu setelah itu ia menceritakan semuanya dari awal oada Hery. Dari mereka di pesta dan hingga kejadian di kamar Stuart.
Adel juga menceritakan yang terjadi padanya. Satelah itu, Bisma juga menceritakan kisahnya pada Hery. Kisah masalalunya.
***
Setelah beberapah jam bercerita barulah cerita itu selesia, Pelayan Bisma yang tadi juga sudah kembali dan membawa pesanan Bisma.
Dan sesuai janji, Bisma memberikan kartu ATMnya pada pelayan muda itu.
"Terima kasih tuan.." Mata pelayan muda itu berbinar.
"Saya mau langsung kabari istri saya.. Saya sudah dapat uang untuk persiapan melahirkannya nanti.. Terima kasih tuan.." Pelayan itu begitu bersyukur.
"Benar kah..? Tolong kamu doakan aku juga akan menyusulmu untuk punya anak.." Ucap Bisma.
"Pasti tuan.. Terima kasih nyonya.." pelayan itu memberi hormat juga Adel yang baru saja mengenakan baju yang di beli Pelayan itu.
"Sama sama.. Dan terima kasih, bajunya sangat cocok.." Puji Adel.
"Saya cuma melaksanakan tugas nyonya.. Sekali lagi terimakasih.." Bisma dan Adel mengangguk. Pelayan itu segera pergi dan mengeluarkan ponsel dari sakunya, ia benar benar menghubungi Istrinya.
Bisma merangkuk Adel. Adel membalasnya pula.
"Apa kamu dengar keinginan aku tadi..?"
__ADS_1
"Eeemmm?" Adel merasa tak tahu.
"Aku mau seperti dia.." Tambah Bisma menjawab pertanyaannya sendiri.
"Seperti dia.. Pelayan..?" Adel melirik pelayan itu lagi.
"Bukan.. Dia suamu yang baik dan sangat sayang istrinya.." Bisma mengecup pelipis Adel.
"Eheeemmm!" Hery berdehem agar keduanya mengingat kalau dirinya masih ada di situ.
"Eeehhh.. Hery.. Hehehe maaf lupa.." Bisma dan Adel kembali duduk bersama Hery.
"Jadi sekarang di mana Stuart dan Albert..?" Hery mengajukan pertanyaannya.
"Entah.. Kalau tadi pagi ia masih berada di sini.. Dia gedor gedor pintu kamar ini. Beberapa kali dan di usir sama penjaga hotel.." Hery mengangguk paham.
"Aku dulu juga kira begitu.. Tapi semenjal dia punya tatapan aneh sama Adel... Aku sudah duga dia bukan laki laki yang baik." Tambah Bisma.
"Ck ck ck.." Hery menggelengkan kepalanya.
"Haaahhh kamu juga.. Kenapa kamu bisa tertipu dan lupa dunia ini karena hanya melihat foto Wanita gila itu..?" Hery ikut emosi.
"Maaf aku memang lemah.." Adel mengusap punggung Bisma.
"Haaaahh" Hery menghela nafasnya. "Baiklah.. Aku akan coba lupakan semua ini.. Tapi gak dengan Stuart dan wanita gila itu." Geram Hery.
__ADS_1
"Makasih Her.. Her.. Jangan bilang apa apa sama Mama.." Cicit Bisma.
"Mama sudah tahu.." Bisma berkedip beberapa kali.
"Su.. Sudah tahu..?" Bisma mengulangi ucapan Hery.
"Kamu pikir mama akan diam aja liat anaknya berubah dengan anehnya.." Cicit Hery.
"Oo'hoooo." Bisma merasa ragu.
"Apa Mama sudah lama tahu..?" Tanyanya Lagi.
"Sudah.. Tepat setelah ia tahu kamu GAY waktu itu. Dia gunakan beberapa anak buah.. Dia berhasil tahu semuanya dengan susah payah.. Oleh karena itu, dia minta kamu menikah dengan seorang wanita yang baik. Karena Mama yakin dan percaya kalau kamu bisa kembali jadi Bisma yang dulu ia kenal. Aku baru tahu juga semuanya dari Mama.. Kemarin malam Mama kabari aku.. Perasaannya gak enak.. Dia coba hubungi kamu tapi kayaknya kamu sibuk dan gak angkat telponnya." mata Bisma memanas.
"Dia minta aku cek keadaan kamu cepatnya, tadi pagi aku ke rumah kalian tapi kalian gak ada di rumah. Aku cari kemana mana akhirnya aku coba ke sini.. Untung ada pelayan itu yang tahu kalian di sini.." Bisma menetaskan airmatanya. Kali ini airmata itu untuk sang Ibu yang melahirkannya.
"Kita ke Jerman secepatnya boleh sayang..?" Bisma dengan wajah memelasnya meminta pada Adel.
"Tentu sayang.. Aku juga rindu Mama.." Adel menangis bersama Bisma. Adel memeluk Bisma dan membiarkan laki laki tampan itu mengeluarkan rasanya.
Rupanya Marry lebih banyak menyimpan sakit dari pada Bisma. Menahan rasa sakit dengan tindakan Rafa dulu, mengetahui fakta anak semata wayangnya ini yang paling sulit. Tapi Marry bisa menutupinya dengan baik. Hingga Bisma besar dan hingga kini sudah mewujudkan satu impian Marry, yaitu menikahi seorang perempuan.
Di saat yang tepat juga Marry bisa merasakan adanya bahaya yang mengintai anaknya. Ikatan seorang anak dan ibunya tidak ada yang bisa memutuskannya.
Maka selanjutnya Bisma akan berusaha sebaik mungkin untuk memberikan mimpi terbesar Marry yaitu menggendong cucunya.
__ADS_1
Off dulu ya guys.. Makasih ya yang sudah menunggu dengan setia.. Maaf kemalam Author up..