AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 187


__ADS_3

"Aaahhh itu namanya saturnus.. Eehh kok planet.. Eemm satuart ya satuart.. Itu mana kamu kan.." Adel menunjuk ke arah Sturart dengan jari telunjuk kecilnya.


"Haaaahhh.. Nama aku jangan di sama samakan sama kartun kuning banana itu.. Dan ya nama aku bukan nama planet itu juga.. Saturnus.." Geram Stuart.


"Hehehe.. Terus apa..?" Adel merasa malu.


"Ya nama aku Stuart.. Bukan Satuart.." Omel Stuart lagi.


"Ooohhh ya Stuart.." Adel mengatakannya dengan benar kali ini


"Eeehh kok kamu ada di sini..? Ada perlu sama Bisma lagi..?" Tanya Adel yang membuat alis Stuart menyergit sebelah.


"Emang apa keperluan aku sama Bisma lagi.. Kamu kira aku apaan..? Aku di sini di tugaskan ke kantor kedutaan Jerman di Indonesai ini.. Makanya ada aku.." Jelasnya.


"Oohhhh kamu bekerja di kantor kedutaan gitu ya..? Apa kamu datang sendiri..?" Adel mencari orang lain di dekat Stuart.


"Aku sendiri aja.. Albert gak ikut.." Stuart yakin itu yang di cari Adel.

__ADS_1


"Ooohhh.. Gitu.." Adel menganggukkan kepalanya.


"Gimana mertua kamu..? Ketahuan hari itu..?" Stuart meneguk minuman di botolnya.


"Gak.. Aku bohong dan Mama Marry percaya.." ucap Adel sedih.


"Kenapa..?" Stuart menyadarinya.


"Heeemm aku bohong.. Itu gak baik.. Aku gak pernah liat mama aku.. Tapi pas aku punya Mama lagi, aku malah bohong sama Mama.." Adel merasa itu adalah dosa yang sangat besar.


"Ya.. Aku gak pernah tahu mama Aku.. Papa aku juga aku gak punya. Aku dulu di besarkan di panti asuhan aja.. Sampai aku lulus di sekolah di panti, baru aku cari kerjaan yang bisa aku kerjakan. Gitu.." Adel tetap tersenyum pada Stuart dan menganggukkan kepalanya.


"Terus kamu sama Bisma itu gimana..? Maksudnya ketemunya di mana..?" Stuart penasaran dengan yang satu ini. Ada perempuan secantik dan semanis Adel yang mau menikahi seorang GAY.


"Aku kerja di Gunha Group. Ya jadi OGnya. Nah di situ aku ketemu Bisma. Eehh pas siang gini, aku lagi jalan jalan ketemu lagi sama Bisma jadi kami dua jalan bareng gitu.. Eehh mamanya datang terus bawa aku pulang.. Bisma paksa aja. Ya aku ikut aja, terus abis itu aku dan Bisma buat perjanjian dan kami nikah, dan kemarin kita ketemu juga, terus hari ini ketemu juga.." Stuart mengangguk paham.


"Singkat juga ya pertemuan kalian. Tapi, walau pun jadi istrinya Bisma kamu cuma mungut uangnya aja kan.." Tanya Stuart lagi.

__ADS_1


"Ya kan gaji aku, aku masak, aku cuci piring, beres beres rumah, cuci toilet. Dan termasuk bohong juga sama Mama Marry.." Ucap Adel lagi.


"Eeemm sudah aku duga.. Mana ada cewek yang mau nikah sana GAY kayak Bisma, apalagi kayak Albert juga.." Stuart menggelengkan kepalanya.


"Adek kamu mau nikah kertas juga..?" Tanya Adel.


"Hah.. Kok nikah sama Kertas..?" Stuart malah balik bertanya.


"Ya kan ada perjanjiannya. Kayak aku sama Bisma.. Aku gak boleh bilang yang sebenarnya sama Mama Marry dan Bisma janjikan aku uang bulanan yang cukup untuk aku tabung sama belanjaan aku.." Terang Adel lagi.


"Haaahh kamu terlalu jujur.. Ya tapi aku harap.. Adik aku itu bisa betul betul nikah sama Perempuan dan jadi Normal... Eehh tapi kamu sama Bisma belum... Melakukan itu kan..?" Struart semakin penasaran.


"Ya belumlah.. Apaan sih.. Malam pertama itu ya pengantin lain mungkin malam pertama asik di tempat tidur, aku sama Bisma main video game.." Pamer Adel lagi.


"Haaahh kamu memang gadis yang jujur..." Stuart tersenyum untuk pertama kalinya di depan Adel.


Adel...

__ADS_1


__ADS_2