
"Bolehkah...???" bisik Roy di telinga Rena dengan begitu halus dan menggoda.
Rena menggigit bibir bawahnya tadi yang dengan puas Roy resap.
Lalu Rena mengangguk malu malu.
Roy kemudian mengendong Rena gaya brydal style dan mebaringkan Rena perlahan di ranjang besar mereka berdua. Mini Dres putih Rena membuat gairah Roy semakin menggoda.
Kaki Rena yang putih mulus dan juga ramping mebuat jakun Roy turun naik. Melihat Roy yabg sudah tak tahan dengan apa yang tersuguh di depannya, Rena menarik dagu Roy agar menatapnya.
"Katakan apa yang kamu inginkan maka aku akan turuti semua keinginanmu.." Roy menatap Rena yang mengambil alih pandangannya tadi.
Rena mendenkatkan wajahnya dan wajah Roy kemudian berkata dengan sangat lembut dan semakin mengoda Roy.
"Aku mau kamu..." Rena langsung memeluk Roy dengan agresif. Dan tentu saja Roy tidak menyai nyiakan kesempatan emas ini. Roy juga memeluk erat Rena. Aroma feminim Rena menyeruak di dalam penciuman Roy.
Aroma di saat ia di tempat pertama kali mereka bertemu. Aroma yang sangat Roy rindukan.
"Baiklah jika itu yang kamu minta maka aku akan menurutinya." Roy lagi lagi mencium Rena dengan sanhat lembut dan langsung membaringkan Rena di bantalnya.
Roy pun memulai permainannya. Hanya mereka berdua yang tahu apa saja yang mereka lakukan.
Petempuran pertama yang menyenangkan. Kini Roy bermanja manja pada Rena. Tak henti hentinya Roy mengecup ngcup Rena penuh sayang.
"Terimakasih Sayang... kau begitu nikmat. Aku tidak pernah merasa sejantan ini sebelumnya." Roy terbuai dengan Rena bukan mainnya lagi.
"Bohong kamu. Apa kamu lupa kalau kamu sudah memikiki istri??" Ucap Rena tidak mau dik bohongi Roy.
"Istri?? Ciihh.. Kamu dan dia begitu berbeda Sayang" Roy berbalik dan memandang langit langit kamarnya.
"Saat aku menikahinya, dia sudah tak gadis lagi. Dia mengakunya kalau dulu saat dia di culik, para penculik itu memperkosanya. Tapi saat aku mencari keberaannya, ternyata bukan para penculik itu, melainkan mantan kekasihnya yang kini menjadi kekasihnya lagi. Dia membela mati matian laki laki itu. Tanpa memikirkan perasaanku. Dan jangan salahkan aku jika aku nantinya juga akan mencintaimu lebih dari dia. Apa kamu mau??" Roy meceritakan sedikit kisah rumah tangganya yang sedikit pelik itu. "Tentu saja aku mau... Tolong cintai aku..." Rena masuk dalam pelukan Roy dan Roy juga memeluk Rena dengan erat.
"Jadi aku gadis pertama yang kamu perawani??" Ren keluar dari pelukan Roy dan meyakinkan lagi dirinya.
__ADS_1
"Tentu saja sayang makanya aku bilang aku tidak pernah merasa sejantan ini. Terimakasih" Roy kembali mengatakan ucapannya tadi.
Malam berganti pagi Rena dan Roy. Roy menyiapkan sarapan dan Rena masih mandi di kamar mandi.
Tak lama kemudian Rena datang dan membawa keranjang berisi cucian yang siap di jemurnya.
Roy meneliti cucian pakaian yang Rena bawa. Disana ada baju Roy dan bajunya semalam dan juga ada seprai yang semalam juga mereka pakai.
Rupanya Rena mencuci semua yang mereka kenakan semalam untuk menghilangkan jejak pertempurannya.
"Apakah kotor???" Roy mengoda Rena pagi pagi begini.
"Haiss kamu ini... diam!!" Rena melanjutkan lagi kegiatanya. Begitu pula juga dengan Roy kembali melanjutkan kegiatannya.
***
Roy dan Rena kini duduk bersebrangan untuk menikmati sarapan mereka. Roy membuatkan Roti sandwhite untuk sarapan mereka pagi ini.
"Apa hari ini kamu akan pulang ke rumahmu??" Rena membuka suara setelah Rotinya telaj habis.
Roy mencari mobil yang ia dan Hery bawa tadi malam tidak ada di parkiran. "Roy.. kenapa???" Rena yang khwatir dengan Roy yang tergesa gesa keluar dari unitnya juga mengikuti Roy ke tempat parkiran.
"Aku mencari Hery semalam ia mengantar aku ke sini. Aku kira aku tidak akan lama denganmu tapi aku malah terbuai olehmu dan lupa kalau aku menyuruh Hery untuk menuggu aku di sini." Terang Roy pada Sang istri.
"Ooohh, kenapa kamu tidak menciba menelponnya??" Rena meberi saran.
"Ooohh iya bodohnya aku." Baru saja Roy mengambil ponsel dari dalam sakunya ponselnya itu langsung berbunyi. Ada telpon dari Hery.
"Her kamu kemana semalam??? Kmau buat aku khwatir tahu." Roy memarahi sahabatnya itu.
"Heii... aku menunggumu sampai jam 1 malam, karna kmu tak kembali juga maka aku tidur di hotel di sebrang apartemenmu. Sekarang aku sudah di kantor." jelas Hery pada bos sekaligus sahabatnya ini yang kadang beres kadang tidak.
"Oohh baiklah." Ting bunyi notif lagi di ponsel Roy, Roy melihat sebentar notif itu, rupanya dari sang istri sahnya Debora.
__ADS_1
"Hery kamu handle dulu ya hari ini aku ada keperluan" ucap santai Roy setelah membiarkan Hery menunggunya di dalam mobil hampir semalaman.
"Ooohh tidak masalah, hari ini tidak ada pertemuan juga, taoi bila ada yang penting aku akan segera infokan." balas Hery dari sebrag telpon.
Roy memutuskan Telponnya dan berbakik mengahadap Rena yang masih setia menunggunya di samping Roy.
"Sayang maaf ya... Aku sepertinya harus pulang ke rumah dulu. Ada masalah yang harus aky urus di sana. Tidak apa apakan bila aku meniggalkanmu lagi sendiri seperti sebelumnya.
"Tidak apa apa Roy aku paham kok.. " wajah Rena mulai lesu menjawab petanyaan Roy.
"Jangan sedih ya... Ayo kita masuk dulu." Roy membawa Rena untuk kembali ke dalam Apartemennya dan menghibur Rena yang sedang sedih akan di tinggal Roy.
***
"Aku janji akan segara menemuimu lagi. kamu tidak perlu sedih seperti ini." Roy mencoba untuk terus menghibur istri mudahnya.
"Iya aku tidak akan sedih lagi." Rena mnengusahakan untik tersenyum pada Roy
"Baiklah itu baru gadis pintarku.. Ini hadia untukmu." Roy memberikan kartu edisi khusus berwarna gold untuk Rena. Rena menerima kartu itu tapi ia tidak pernah tahu seperti apa menggunakan kartu seperti itu.
"Gunakanlah semaumu." Ucap Roy sembari mengusap usap rambut Rena.
"Tapi aku tidak tahu seperti apa menggunakannya Roy" ucap Rena jujur dengan kenyataan dirinya.
"Kamu tenang saja. Kamu tinggal serahkan kartu ini pada kasir tempat kamu berbelanja maka mereka sendiri yang akan mengeseknya." Roy menjelaskan cara kerja kartu yang di pegang Rena.
"Tapi jika aku ingin beli bakso di abang abang gimana mereka geseknya??" kata polos yang benar benar polos dari seorang Rena.
Roy...
Off lagi ni.. author usahain ni up terus tiap hari. Meski haru bagi waktu kayak gini. sambil masak nasi, tidurin anak, masak jeli kesukaan anak, nyuci selimut. Ya memang sibuk tpi author usaha biar bisa up terus.
Semangatin kek... kasih komen kek, favoritkan gtu.. Biar author makin semangat ngetiknya. 😁😁
__ADS_1
Berbagi waktu itu susah tapi Berbagi Cinta itu... Tema novel ini.. AHAHAHAH😆😆
Bye bye...