
#TONTONANKUMALAMINI
Rena yang sedang bobo manis di tempat tidurnya tiba tiba ponselnya mendapat notifikasi di ponselnya. Rena membuka pesan itu dan membuka video yang Roy kirim padanya.
"Astaga apa apaan ini.." Rena kaget menonton video yang Roy kirimkan padanya. Rena membalas pesan Roy.
Kenapa dia itu? Kerasukankah? Tanya polos apa yang ia pikirkan.
Pesan Rena masuk ke ponsel Roy dan Roy membacanys dengan geli hati. Roy kembali membalas chat Rena.
Roy mengetik
Awalnya aku juga kira gitu sayang, tapi rupanya cuma cari perhatian saja. Aku tadi sedikit memarahinya dan dia pura pura histeris menangis berharap aku datang dan membujuknya untuk berhenti menangis.
Pesan itu Roy kirim dan di baca Rena.
Sedangkan Hery yang tengah membaca dokumen perusahaan juga mendapat notifikasi dari Roy.
Hery menonton video yang Roy kirimkan padanya.
"Cih..." Hery berdesih sendiri.
Hery mengetik pesan kepada Roy.
Mau aku panggilkan dukun yang bisa mengusir penunggu rumahmu itu? Kasihan itu istrimu, sepertinya sudah akut bisikkannya penuggu rumahmu itu.
Pesan Hery pun masuk ke ponsel Roy. Roy kembali tersenyum dan membalas chat Hery.
Iya nanti kita bereskan bersama sama. Kita usir penuggunya bersama sama.
Pesan Roy kepada Hery. Setelah Hery membaca pesan dari Roy Hery melanjutkan pekerjaannya. Tapi berbeda dengan Rena dan Roy mereka berdua melanjutkan chat penuh cintanya. Banyak guyonan guyonan yang mereka bahas.
***
Pagi kini telah tiba lagi. Membawa hari baru dan cerita baru di keluarga Roy. Di dalam kediaman Roy nampak seorang wanita yang cantik bila di lihat dari belakang, kulitnya putih dan tubuhnya yang ramping yang banyak di dambakan para wanita.
Roy turun dengan wajah yang lebih kalem dari pada yang semalam. Roy mengenakan Jas biru malam yang indah di padu kemeja putih bersih, dan tak tertingal celana hitam panjang dan sepatu coklat di kenakan Roy dengan rapi dan licin.
Roy melihat ada bayangan seorang wanita duduk sendiri di dapur tepatnya di meja makan. Sama sekali tidak ada perasaan ingin bergabung atau hanya sekedar menyapa. Roy langsung saja keluar dari pekarangan rumah dan memanaskan mesin mobilnya.
__ADS_1
Debora masih berharap Roy mengalah terlebih dahulu dan meminta maaf padanya. Debora pikir pagi ini suasana hati Roy pasti sudah membaik. Tapi nyatanya tidak sesuia ekspetasinya.
Roy hanya berlalu tanpa menghiraukan Debora yang susah payah mendandani dirinya, bukan untuk terlihat cantik tapi agar wajahnya terlihat pucat dan matanya juga sembab agar dapat menarik perhatian Roy.
Mendengar deruan mobil Roy yang ada di teras rumah buru buru Debora menyusul Roy. Kebetulan Roy juga masih ada yang perlu ia ambil di dalam ruang kerjanya maka Roy kembali ke dalam rumah dan berpapasan dengan Debora yang berlari dengan lincahnya.
Roy menghentikan langkahnya begitu pula dengan Debora yang kagat melihat Roy malah kembali ke dalam rumah.
Baru saja Debora ingin membuka mulutnya untuk berbicara bunyi ponsel Roy mendahului.
"Halo.. Iya Her aku akan segera ke sana, kamu duluan aja aku masih do rumah ini, masih ada uang ketinggalan di kamar." Roy berlalu menaiki tangga, Debora mendengar kamar dengan percaya diri lagi ia berjalan dan masuk ke dalam kamarnya tapi ia kembali tidak menemukan Roy.
Debora baru menyadari setelah kembali mendengar suara langkah kaki Roy, rupanya bukan ke kamar mereka berdua yang maksud Roy melainkan ruang kerjanya tempat ia bermalam semalam.
"Roy.." Debora memanggil Roy yang sudah berada di bawah sedangkan Debora masih di depan anak tangga.
"Roy aku ingin bicara sebentar..." Debora dengan terburu buru menuruini tangga dan berhenti di depan Roy.
"Roy... Aku sakit... Bisa antar aku ke rumah sakit?" Wajah memelas Debora ia keluarkan kali ini, berharap Roy luluh padanya.
Roy hanya menaikan satu alisnya. "Bukankah kamu tadi bisa berlari dengan lincahnya. Tidak ada tanda tanda sakit. Yang aku lihat berbeda hanya matamu. Emang sekarang ini mata panda itu trendkah?" Roy meledek Debora habis habisan.
"Tidak Roy bukan begitu. kamu salah lihat. Aku tidak sedang belari tadi. Aku hanya..." Belum Debora menjawab Roy sudah memotong kebohongan yang di terterakan Debora.
"Hah? Oohh iya terserah padamu." Wajah tak rela Debora sangat terlihat.
"Ya sudah aku akan jalan dulu untuk masalah yang kemarin lupakan saja, sudah basi. Aku tidak ingin mengungkitnya lagi. Dan kamu paham akan hal itukan!" Setelah mengatakan itu Roy berbalik dan langaung keluar dari rumah dan menaiki mobilnya dan berangkat ke suatu tempat yang di janjikan oleh Hery.
"Halo.. John.. Dia sudah berangkat cepat ikuti jangan sampai lepas ya. Kita cari tahu dia kemana." Debora dan John rupanya hari ini mulai mengintai Roy.
"Baiklah sayang, kamu lihat saja nanti dia pasti akan menemui wanita cantik di luar sana."John mematikan sambungan telponnya dan fokus menanti mobil hitam merk terkenal lewat di depannya.
Tak lama mobil yang di tunggu John datang juga.
"I want to you..." John mengikuti mobil Roy.
Setelah beberapa menit perjalanan Roy Debora sudah menghubungin John lagi menanyakan posisi Roy sekarang.
"Roy sekarang sedang ke arah jalan raya Bambu. Dan ini jelas bukan jalan menuju kantor suamimu Sayang. Aku yakin sudah pasti Roy akan menemui wanitanya pagi ini. Apa lagi semalam kamu dengannya tidak sekamar. Dan kamu tidak melakukan pelayanan padanya maka karna itu Roy pasti menemui wanitanya dan malah meminta jatah pada wanita itu. Hahaha... Kasihan kamu sayang." Tawa John sambil mengemudi dan menjawab telpon Debora.
__ADS_1
"Heh.. Jangan buat aku semakin tidak sabar ya... Baiklah nanti kamu kabari aku kalau dia sudah sampai tujuannya oke." Debora memutuskan lagi sambungan telponnya dan lebih baik menuggu saja kabar dari John.
Setelah memakan waktu yang cukup banyak, kini Roy dengan di ikuti John pun berhenti di salah satu cafe. Roy keluar dari mobilnya dan merapikan jasnya.
Debora yang sudah di kabari John langsung melakukan panggilan Video dengan John. Karna ingin melihatnya dengan mata kepalanya sendiri.
Tampak ada seorang wanita yang sudah duduk manis menuggu. Wanita itu sedang melihat lihat menu yang ada di cafe tersebut.
"Tuh kan sayang dia pergi menemui wanita. lihat itu lihat. Apa yang bisa kmu pungut dari dia sih. Dasar tukang selingkuh." Kata John pada Roy atau pada dirinya dan Debora sendiri.
Roy langsung duduk di hadapan wanita yang juga berpekaian rapi itu. Makin gencarlah John meniup niup api yang Debora miliki sejak tadi.
Tak lama kemudian
santuy bacanya. Aman aja sesuai sama ekspetasi para pembaca kok. kayaknya si??? Hehehehe..
Oh ya author ada pengumuman ini. Jadi... Author bakal kasih bonus bocoran novel Author ini. Tapi ada syaratnya... tapi sebelum syaratnya, Author jelaskan dikit ni ceritanya. Dan author minta maaf juga karna di bab bab awalnya ini kelihatanya Roy dan Debora yang tokohnya tapi author mau kasih tau kalau tokoh utamanya ini Rena. Karna harus ada jalan cerita dulu dari rumah tangga Roy dan Debora, mau tak mau author buat kayak gini. Dan bocoran author ini berhubungan dengan Rena kelaknya. Jadi kalau pada penasaran semua ini syaratnya mudah kok pake jari doang:
Para pembaca harus like semua bab yang sudah di baca.
Kata kuncinya biar author kasih bocorannya adalah "Buka donk bocorannya" Silahkan masukan ke kolom komentarnya. Terserah mau di bab berapa. Mau di bab kesukaan Readers boleh.. Ya pokoknya dimana aja deh yang penting di novel Author ini. 😁
Favoritkan novel Author
__ADS_1
Autor gk minta banyak yang koment cukup 50 orang aja kok👥👥. Setelah pas 50 orang yang koment baru author buka bocoranya. Oke sekian dulu ya pengumuman kecil dari author.
Good day semuanya...