AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 154


__ADS_3

Siang pun tiba. Debora datang ke kantor Roy untuk mengantarkan makan siang. Tapi Debora sangat tak suka karna Nur minta ikut dan mau tak mau Debora menurutinya karna Eyang juga mendukung Nur.


Sampai di kantor Roy. Debora sefera turun dan langsung masuk saja meninggalkan Nur.


"Eeehhh kok kamu lewat situ ini kan jalan ke ruangan Roy.." Protes Nur dengan arah yang salah Debora.


"Eeemm kamu duluan aja, ada yang mau aku beli dulu di kantin.." Debora langsung menunjuk kantin di hadapannya.


"Ooohhh ya lah ..." Nur berlalu percaya dan dia juga senang karna ia yang terlebih dahulu tiba di ruangan Roy.


Ceklek.


Nur masuk ke dalam ruangan Roy tapi tak ada orang di sana.


"Di mana Roy..?" Nur memanggil Roy beberapa kali.


Tidak ada jawaban sama sekali. Nur menghentakkan kaki kelantai.


"Aaa... Si kutu buku pasti tau.." Nur berlalu dari ruangan Roy menuju ruangan Hery.


"Hei..." Hery mengangkat kepalanya ada yang memanggilnya tak sopan.


"Di mana Roy.. Kok gak ada di ruangannya. Apa Roy ada ruangan rahasia...?" Nur langsung saja pada inti yang ingin ia tanyakan.


"Maaf anda siapa?" Hery begitu serius menatap Nur dengan tatapan tajamnya.


"Ya aku istrinya lah.." Sahut Nur sambil mengibaskan rambutnya ke belakang.


"Kalau kamu istrinya ya pastiah kamu tau di mana dia.. Oohh ya.. Ini kantor aku, jangan harap kamu bisa leluasa kayak ini rumah nenek moyang kamu.. Kalau kamu sudah selesai silahkan pergi, kalau kamu buat kegaduhan, bukan lagi Sekuritu yang aku panggil, polisi juga aku panggil.. Karna aku gak mau main main sama pembuat onar di kantor aku..." Tatapan Dingin itu menusuk Nur.


"Oke oke.. Biasa aja deh mukanya.." Nur tak suka dengan Hery sejak dulu.


"Muka aku biasa aja. Kamu yang gak biasa liatnya.." Hery mengambil telpon kantor du sampingnya.


"Sekuriti..."


"Eeehh.." Hery menghentikan geraknya.


"Apa..?" Hery sedikit membentak Nur.


"Aku pergi.." Nur berbalik meninggalkan ruangan Hery.


***

__ADS_1


Nur kini mencari keberadaan Debora, tadi ia mengatakan akan membeli sesuatu dulu di kantin tapi sampai sekarang tidak keliahatan batang hidungnya.


"Roy pasti punya tempat rahasia di sini.. Mana mungkin kan Hery mau kasih tau aku, dia kan mendukung Roy dan Debora. Tapi di mana ya..?" Nur sangat penasaran.


"Eeemm aku coba ke ruangan Roy lagi deh..." Nur naik Lift lagi menuju ruangan Roy.


Kembali seperti tadi tidak ada siapa pun di dalam ruangan itu.


"Pasti ada tombol atau tuas di sekitar sini untuk buka pintu masuknya.." Nur berkeliling mencari di sudut sudut ruangan. Ia manarik sofa, menarik buku, memencet tombol lampu, dan beberapa barang lainnya juga.


Ia mencoba mendengar saja dengan kupingnya, ia mendekatkan kupingnya ke dinding dan mencari siapa tau ada bunyi bunyi dari dinding tersebut.


"Gak ada juga.. Isssshhh" Nur makin kesal karna usahanya mencari Roy dan Debora tidak berhasil.


Tapi ia tidak kenal lelah dan terus mencari di barang barang yang ada di sana, mungkin ada tombol rahasia seperti yang di pikirkannya.


"Anda siapa..?" Suara seseorang menghentikan Nur tiba tiba dan menoleh ke arah suara.


Seorang pekerja ya dengan setumpuk berkas dan beberapa map kerja datang ke ruangan Roy.


"Eeemm anu saya.." Nur kebingungan.


Perempuan itu mundur beberapa langkah dan segera menutup pintu itu mengunci Nur di dalamnya lalu ia menghubungi Hery.


Hery tahu itu pasti Nur yang masih terus mencari Roy dan Debora.


"Ini malingnya pak.." Nur di bawa Sekuriti karna dianggap pencuri masuk ruangan CEO seorang diri dan juga berai mengeledah ruangan Roy saat pekerja yang menjadi saksi itu masuk.


"Ya.. Ini memang maling kayaknya.." Sahut Hery.


"Eeehh saya ini istrinya Roy.. CEO kalian.." Orang orang di sana tertawa mendengar ucapan Nur.


"CEO kita di sini kan pak Hery..." Ada yang sampai terbahak bahak menertawakan Nur. Rupanya Roy bukan hanya mengaku pada keluarganya tapi pada semua pekerjanya kalau CEO yang asli adalah Hery. Banyak yang kagum selama ini tidak ada yang menyadari kalau Hery adalah CEO mereka, hanya orang orang pilihan Hery saja yang tahu masalah itu, seperti Roby dan beberapa anggotanya lagi.


"Kasian tertipu.." Ledek yang lain.


"Kamu cantik loooo.. Sama aku aja.." Tawar seorang Sekuriti.


"Iissshh apaan sih.. Mana Roy..?" Nur masih ngotot mau ketemu Dengan Roy.


"Mending kamu pergi dari sini secepatnya. Kasian kamu di tonton banyak orang gini.." saran Hery.


"Iisssshhh.." Nur bangkit dan pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Hery tersenyum puas. "Kamu mau ganggu Roy dan Debora.. Cih.." Hery kembali masuk ke dalam ruangannya karna banyak sekali tugasnya hari ini.


"Aaahh.. Rena.. Aku rindu kamu.." Hery juga pasti lelah dengan semua ini. Ia juga menginginkan kasih sayang istrinya.


Tok tok tok..


"Masuk.." Ucap Hery dengan biasa mengira itu adalah pekerjanya.


"Sayang..?" Barulah Hery mengangkat kepalanya melihat Rena berdiri di ambang pintu.


"Selamat siang sayang.. Aku bawa makan siang untuk kamu.." Rena menunjukan tas yang ia bawa.


"Rena..." Hery tiba tiba berubah manja dari seorang yang berwibawa.


"Aaawwww.. Suamiku sayang.. Langsung manja gini.." Rena di peluk dan di cium Hery habis habisan.


"Ya aku kangen banget sayang.. Aku kebiasaan kerja dari rumah beberapa hari kemarin itu makanya jadi kangen kamu terus, biasanya kamu kan manja manjain aku sambil aku kerja.. Ini di sini gak ada yang gitu sayang.." Hery melengkungkan kedua tangannya di pinggang Rena.


"Ya sayang makanya aku datang.." Rena menarik Hery ke sofa.


"Sayang makan dulu ya..." Hery menjadi anak patuh dan mengikuti apa yang Rena pinta padanya.


10 menit berlalu, Hery selesia makan dengan nikmat.


"Makasih sayang.. Eeeh tapi kalau kamu di sini, siapa yang sama Baby Alf dan Baby Elf..?" Hery baru teringat.


"Ya kan ada Mama dan juga Adel di rumah, jadi aku titip dulu sama mereka. Lagi pula aku juga sudah pompa asi tadi untuk mereka berdua kalau kalau mereka lapar pas aku ke sini.. Jadi aman sayang.." Hery menganggukk paham.


"Eeemm gitu ya.. Tapi kok gak kasih kabar tadi..?" Hery terus bermanja manja pada Rena.


"Karna..." Rena membuka bajunya perlahan.


"Sayang...." Hery tersenyun nakal.


"Karna aku mau layani suami aku.." Bisik Rena di telinga Hery.


Bisikkan dengan sedikit des**han membuat Hery melayang layang dengan pikiran seksinya.


"Oohh sayang ku.." siapa yant tak tergoda jika seperti ini.


Apalagi Rena yang sekarang lebih berisi dan terlihat semakin indah dengan tubuh itu. Sejak melahirkan Alf dan Elf tubuh Reba sedikit berubah. Berat badannya baik sedikit dan membuat beberapa lekuk tubuhnya terlihat indah, apalagi bagian nutrisi Hery dan kedua anaknya.


Asi Rena juga melimpah, membuat bentuk pay***ra lebih besar dari sebelumnya. Hery sangat menyukainya, dan ia juga sudah berpuasa beberapa hari ini semenjak Baby Alf dan Baby Elf lahir. Apa mungkin hari ini Hery buka puasa...

__ADS_1


Off dulu kawan..


__ADS_2