AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 39


__ADS_3

Satu bulan berlalu, hubungan Rena dan Roy berjalan dengan lancar. Dan Debora juga memilih untuk menjauhi Roy karna dia juga memiliki renacana sendiri.


Rena tetap berkerja di stand ayam du pasar, tapi tetap anak buah Roy tetap mengawasi Rena. Dan Roy, Roy bisa dengan tenangnya mengerjakan pekerjaanya dan memantau Rena dari jauh. Roy sama sekali tak memperdulikan Debora, bahkan kini kadang Debora sering tak pulang ke rumah dan setelah Debora tak pulang ke rumah, maka Roy pun sama. Ia akan pulang ke apartemen Rena saja dan menghabiskan malam bersama.


"Debora sayang.. Kamu sedang apa?" John baru keluar dari kamar mandi dan masih mengenakan handuk di pinggangnya.


"Aku hanya sedang melihat sosmed Dion Wigara, sepertinya kekayaannya sebentar lagi akan mengalahkan Roy. Lihat ini!" Debora memperlihatkan apa yang sedang ia baca.


"Hemm benar juga sayang, Roy akan terkalahkan oleh lelaki ini. Hei sayang kamu ingatkan saat di Mall sekitar sebulan atau dua bulan yang lalu, kita ada ke Mall dan kita mengintip Wanita dan pria yang memiliki Kartu Gold. Nah itulah Dion Wigara, aku kan pura pura nabrak ceweknya itu dan cewek itu jatuhin kartunya, nah aku ambil dan aku baca namanya yang aku kira nama Roy, tapi ternyata itu Dion Wigara, dan di kartu itu yang tertera adalah nama Dionnya. Berarti wanita yang kemarin itu ceweknya Dion Wigara. Makanya aku langsung kayak orang bodoh, aku baru aja ketemu orang yang sngat kaya, apa aku gak Syok.." Cerita John menceritakan hari dimana mereka bertemu dengan Rena dan Dion di Mall.


"Oohh itu Dion Wigara, wahhh pantas aja ganteng banget.. Ih iri deh aku, tuh cewek dapat kartu gold dari Dion, tapi itu baru ceweknya, gimana kalau udah jadi istrinya. Lah aku... Udah jadi istrinya Roy tapi masih gak punya apa apa dari Roy. Cih... Kasihannya diriku.." Debora mengingat dirinya yang kini di campakkan Roy dan Debora yang masih mengharapkan harta berlimpah dari Roy.


"Tenang aja sayang, setelah kamu hamil anakku nanti, Roy gak akan nolak kamu. Karna dia pasti kira ini anaknya. Dan kamu sayang bisa minta apa aja sama Roy. Pasti di kabulin semuanya... Sabar ya.." Ucap John penuh sandiwara dan hasrat untuk memiliki seluruh harta Roy dan Debora semakin meronta.


Begitu pupa dengan Debora di tak sabar lagi untuk mendapatkan anak dan akan dia pamerkan ke seluruh dunia, kalau dia sudah mengandung anak Roy. Dan Roy pasti akan melakukan apapun yang Debora pinta tanpa bertanya dulu ini anak siapa.

__ADS_1


"Baiklah John Carter sayang, ayo kita mulai buat." Debora melepaskan lagi handuk John dan melakukan apa yang ia mau.


Kedua hati insan ini sedang berkelana dengan mimpinya masing masing. Tampa mengetahui bila Roy juga memiliki rencana lain, dalam satu bulan ke depan ia akan menceraikan Debora dengan telaknya, apalagi bukti bukti baru yang Roy dapatkan akan memperkuat dirinya untuk lepas dari Debora dan menjadikan Rena satu satunya pemilik hatinya.


Tidak seperti Debora dan John yang tidak berkerja hari ini dan malah bersenang senang di kamar, Rena sedang asik melakukan pekerjaanya, kini matahari bersinar dengan teriknya di siang hari.


Rena pun memilih untuk memakan es krim coklat untuk menikmati hari yang panas ini. Anak buah Roy juga sedang beristirahat, ada yang sedang duduk diam, ada yang sedang makan permen, ada juga yang sedang menyeruput minuman di botol. Dan masih banyak lagi pekerjaan para penjaga Rena yang lainnya itu. Karna Roy mengirimkan berbelas anak buahnya untuk menjaga Rena seorang saja.


Rena menggelengkan kepalanya melihat penjaga penjaga itu yang bahkan Rena tak mengenal mereka sati persatu karna mereka sangat banyak. Sedangkan Roy dan Hery sedang istirahat sambil menikmati makan siangnya. Roy sangat senang satu bulan ini. Pekerjaannya di perusahaan berjalan lancar, tidak ada hambatan bahkan Roy mendapatkan untung yang sangat banyak belum lagi bonus dari para kolega koleganya ketika proyeknya berhasil. Semua itu tak Roy beri tahu kepada Rena apalgi Debora, Roy menyimpannya untuk suatu saat nanti.


"Her hari ini aku pulang cepat ya.. Aku sangat merindukan istriku.." Ucap Roy setelah menghabiskan makan siangnya.


"Hery.. Aku lagi error atau memang loadingnya lambat?"


"Hah?" Hery malah semakin membuat Roy jengkel.

__ADS_1


"Hah.. Heh.. Memang error kamu makanya loadingnya lambat. Pasti gara gara keseringan baca novel malam malam, makanya error hari ini." ucap Roy membuka rahasia Hery yahg sedikit tak di percaya oleh banyak orang.


"Hehhhh.. Kok bawa bawa novel sih.. Eh Roy kamu itu belum tahu nikmatnya membaca Novel, kalau kamu tahu aku yakin kamu jika kecanduan dengan novel, maka kamu bisa bisa lupa main sama istrimu malam malam." Ucap Hery juga tak mau kalah dan tak mau Roy malah menyalahakan novel favoritnya.


"Eeehh kalau baru kenikmatan novel itu kalah dari kenikmatan istriku.. Tapi aku heran kenapa kamu suka novel, kan agak aneh" Ucap Roy juga tak percaya dengn hobi baru temannya itu.


"Ya awalnya aku gak percaya juga aku bisa suka novel, tapi pas aku gak sengaja baca di salah satu aplikasi kok aku pengen baca lagi dan lagi. Kayak udah kecanduan gitu dan ceritanya juga bikin aku penasaran banget." Hery sangat antusias menceritakan hobi barunya itu yang baru ia temukan beberapa waktu yang lalu.


"Apa judulnya kayak apa ceritanya..?" Roy menyuapi buah buahan ke dalan mulutnya.


"Awalnya itu ceritanya biasa biasa aja tapi udah di tengahnya itu loooo.. Aduh... Seru abis.. Kadang aku sampai deg degan dan benci bangat ya kalau lagi pas seru serunya eh.. udah sampai di ujungnya aja terus authornya bilang off dulu...Aduh... Pokoknya patut di baca deh.. Dan authornya itu selalu up terus, paling kalau ada bolong sehari aja habis itu up terus.. Oohh ya judulnya itu.. Budak Cinta Sang Mafia.. Uuuhh Seru... Dan ya authornya udah ingatin memang, kalau di novelnya yang satu itu, emosi kita di perlukan berlipat ganda, karna akan sangat menguras emosi deh.. Gitu kata Authornya hehehe.. Coba deh gak nyesel." Hery terus membangga banggakan Novel yang ia baca.


"Yaya.. Oke nanti aku bawa Rena baca juga, tapi setelah kami main dulu. Aku gak mau alpa seharipun karna Rena sudah setuju untuk punya anak sama aku Her..." Roy juga tak kalah senang dari Hery.


"Iya Roy.. Aku doakan, kamu dan Rena secepatnya punya anak, dan kamu dan Debora cepat cepat pisah.." Semangat dari Hery juga yang selalu mendukung Roy.

__ADS_1


"Amiimmmm" Roy mengaminkan doa sang sahabat dan melanjutkan aktivitas mereka.


Hehehe numpang promo... mampir ya... dan Janhan lupa like jika kalian meyukai karya Author ini ya.. Author sangat butuh semangat dari kalian para pembaca...


__ADS_2