AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 6


__ADS_3

"Maksud tuan Roy apa? Menikah? Bukankah tuan sudah punya Istri?" Roy sudah menduga akan di timpali bertubi tubi pertenyaan dari Rena.


"Aku... aku menginginkan istri lagi, istri yang bisa aku ajak bicara, bisa untuk aku berikan cinta dan bisa mencintai aku. aahh tidak tidak... setidaknya ada untukku saat aku butuhkan teman untuk berbagi cerita. Aku sangat membutuhkannya Rena" Roy bangun dari baringnya dan duduk termenung menatap selimut yang berwarna putih bersih itu.


Rena pun sama ia pun bangkit dari tidurannya masih memasang wajah bingung.


"Jujur aku juga bingung Rena tapi entah hatiku ingin mengatakan ini padamu. Aku ingin meperistrikan kamu., aku memang ingin menyentuhmu. Tapi entah mengapa aku rasa aku harus menjadikan kamu istriku dulu baru aku bisa menyentuhmu." Kata Roy lagi kini ia memberanikan diri untuk menatap Rena di sampingnya.


"Aku... aku masih bingung Tuan Roy, kita baru saja berkenalan dan yang lebih parahnya lagi kamu sudah beristri tuan, mana mungkin aku bisa melakukan itu pada sesama wanita, aku.. aku akan di cap p.l.k.r, aku... "


"Sstttt..." Roy menghentikan bantahan Rena dengan jarinya dan menempelkannya di bibir Rena, dan hal itu berhasil membuat Rena diam.


"Aku akan memenuhi segala kebutuhanmu, segala keinginanmu, apapun yang kamu minta akan aku berikan. Tapiku mohon, tetaplah di sampingku, temani aku dalam masalahku. Aku hanya laki laki payah yang di buang istrinya, apa kau mau menerimaku?" Bujuk rayu Roy pada Rena untuk mendapatkan hati Rena, yang di katakan Roy memang benar dan sudah sejujur jujurnya.


Entah mengapa ia sangat ingin seorang yang mau mendengarkan dia berkeluh kesah, memang selama ini Roy sering berkeluh pada Hery tapi terkadang Hery tidak menanggapi keluh kesah Roy, sedangkan tadi saat Roy berkeluh kesah pada Rena, Rena justru menguatkannya dan menghiburnya. Itulah yang Roy inginkan teman untuk berbagi dan ada Feedbacknya.


"Begini saja, besok aku akan menjemputmu jika kamu siap maka aku akan langsung memboyong kamu ke depan penghulu dan kita adakan pernikahan kita. Tapi kalau kamj tidak mau juga tidak apa apa. Aku akan menahan sakit ini sendiri." ucap Roy mencoba mencari iba dari Rena.


Kini Rena di landa Dilema, dimana ia membutuhkan uang dan lainnya, tapi yang harus ia hadapi adalah laki laki beristri, dan ya Rena pernah melihat dari televisi bagaimana cantiknya Debora istri dari Roy, Rena bukanlah apa apa. Tapi kini Suami dari Debora memintanya untuk menjadi istrinya. Kebodohan apa ini? Bukan ini adalah keajaiban macam apa. Entahlah Rena juga tidak tau akan menyebutnya apa kalau bukan kebodohan.


"Baiklah aku akan pikirkan baik baik tuan Roy." ucap Rena.


Roy menganggukkan kepalanya. "Besok aku akan mengirimkan orang orangku untuk menjemputmu kalau kamu mau maka ikutlah mereka, kalalu tidak titipkan salam saja untukku melalui mereka." Roy menatap Rena dengan tatapan tak biasa. Sedangkan Rena juga menatap dan juga mencerna semua kata kata Roy.


Lalu Rena menganggukkan kepalanya sambil tersenyum pada Roy.


"Baiklah aku pergi dulu. kamu istirahatlah dan ini... " Roy memberikan segepok uang tunai yang cukup banyak pada Rena.


"Untuk apa ini tuan Roy?" Rena bingung dengan uang yang ada di depannya.


"itu untuk kenyamanan yang kamu sempat berikan padaku tadi. Aku cukup nyaman di situ." Roy sedikit menekankan kata di situ agar Rena paham apa yang Roy maksud.


Roy kemudian berlalu meninggalkan Rena sendiri di dalam kamar itu.


Kini Rena menatap uang di hadapanya.


"Aku mendapatkannya.. Aku mendapatkan uang.." Guman Rena sendiri.


Rena keluar dari dalam kamarnya itu, dan kini berjalan ke ruangan Nyonya Vallen, saat di perjalanan Rena bertemu dengan beberapa wanita yang memegang uang yang bahkan lebih banyak dari uang yang Rena pegang saat ini.

__ADS_1


(hahaha hanya mendapat uang segitu saja hahaha gak lakulah itu.)


(Hahaha betul wajah dan tubuh saja yang bagus tapi tidak ada yang berani membayarnya hahaha.. kasian..)


(makanya buat pelayanan yang bagus donk.. baru dapat banyak uang)


Para wanita pekerja di sana membicarakan Rena, dan Rena hanya bisa menundukan kepalanya. Dalam pikiranya hanya tetang apa Roy katakan padanya saat dj kamar tadi.


Dan setelah menunggu lama akhirnya sampai giliran Rena yang menggantar setoran pada Vallen.


Rena mengetuk pintu dan masuk. Sesampai di dalam Rena hanya mendapati anak dari nyonya Vallen sedang sibuk dengan laptopnya.


Dion anak dari nyonya Vallen malam ini menginap di tempat ibunya. Oleh karna itu kini Dion sedang mengerjakan pekerjaannya yang tertinggal.


"Kalau kamu mencari mama, mama masih di dalam kamar mandi." ucapnya singkat.


Rena hanya menganggukan kepalanya. Tak lama kemudian barulah Vallen keluar dari kamar mandinya.


"Wah wah.. ada juga anak baru langsung mau setoran ya.. Kau tahu biasanya kalau anak anak baru lainnya akan menyimpan uang pertamanya untuk dirinya sendiri, mereka akan mengatakan bahwa mereka tidak mendapat tamu yang menginginkan mereka." Nyonya Vallen menggoda Rena.


"Tidak nyonya saya tidak mungkin melakukan itu. sudah baik nyonya mau menerima saya dan membiarkan saya bermalam di sini. saya sudah sangat bersyukur. Mengapa saya tidak membagi uang yang saya dapatkan? bukankah begitu nyonya?" Kata Rena


"Heemm kamu memang anak yang jujur Rena, sayangnya kam harus berkerja seperti ini. Semoga saja kedepannya kamu akan mendapat pekerjaan yang layak." ucap Nyonya Vallen lagi menyemangati Rena.


Vallen menghitung uang yang Rena serahkan padanya. uang yang di berikan Roy pada Rena berjumblah 6 juta. Kemudian nyonya Vallen membagi dua uang tersebut sehingga Rena 3 juta dan vallen sendiri 3 juta.


"Pas kan Rena.. " tanya Vallen pada Rena.


"Iya nyonya... kalau begitu saya permisi dulu. selamat malam nyonya." Setelah mengatakan itu Rena keluar dari ruangan itu.


"Hei Rena... ini ketinggalan..." vallen menyerahkan kunci kamar untuk Rena.


"ooohhh iya terima kasih nyonya." Vallen pun kembali ke dalam ruangannya dan begitu pula dengan Rena.


Malam ini Rena tidak tidur dengan nyenyak, ia masih terngiang nhiang ucapan Roy padanya tadi. Saat menjelang subuh, akhirnya Rena tertidur.


Matahari menyinari saat waktunya tiba. Rena membuka matanya karna silau.


Rena melakukan aktivitas dengan biasa seperti mandi dan mencari pakaiannya di dalam tas yang ia bawa dari kostnya kemarin.

__ADS_1


Tak lama kemudian...


TOK TOK TOK...


Pintu kamar Rena di ketuk dari luar.


"Rena apa kamu sudah bangun..??" tanya orang dari luar kamar Rena. Di dengar dari suaranya itu adalah suara Nyonya Vallen.


"Iya nyonya saya sudah bangun tunggulah sebentar.." sahut Rena dari dalam kamarnya. Rena berjalan ke arah pintu dan membukakannya.


Rupanya nenar dugaan Rena nyonya Vallen yang memanggilnya tadi.


"Rena orang orang ini mencarimu dari subuh tadi." jelas Vallen lada Rena.


Rena meneliti orang orang yang dikatakan Vallen ini tadi.


"Apa kalian anak buah tuan Roy?" tanya Rena pada beberapa orang itu. Orang orang itu ada sekitar 4 orang, yaitu 3 pria dan 1 wanita. Mereka mebawakan paperbag berwarna warni.


"iya nona, tuan meminta kami menjemput nona." ucap seorang wanita di antara mereka.


"oohh iya silahkan masuk... Nyonya sebentar ya... ini.. " Rena bingung menjelaskannya seperti apa.


"Iya Rena aku paham, mereka juga telah membayar kok kamu tenang saja." setelah mnegatakan itu Vallen meninggalkan Rena dan tamunya. Rena bingung apa yang di maksud Vallen. Tapi ia tidak perduli karna kini yang lebih penting adalah pilihanya. Apakah ia setuju untuk menikah dengan Roy sebagai istri siri atau simpanannya. Ataukah Rena akan memilih untuk tidak jadi menikah dengan Roy.


Rena membawa wanita itu masuk dan wanita itu memberikan baju kebaya putih khusus untuk pengantin wanita. Tentu saja itu untuknya karna Roy sudah mengatakannya Semalam.


*****


Roy sudah berpenampilan sangat tampan kali ini. Jas hitam yang melekat padanya, rambutnya yang sudah rapi, wajahnya yang tampan makin bercahaya hari ini entah karna akan menikah lagi atau apakah. Intinya Roy terlihat bahagia.


Tak lama kemudian Roy yang masih di kamar hotelnya itu mendengar ada ketukan di pintu kamarnya, Roy pun mempersilahkannya masuk. Roy kira itu adalah Rena tapi rupanya hanya anak buahnya yang ia utus untuk menjemput Rena.


"Apa katanya???" Roy sudah sangat penasaran dengan jawaban dari Rena.


"Itu tuan... " anak buahnya itu sulit mengatakannya.


"Apa bodo....??" teriak Roy pada anak buahnya itu.


"Nona cantik itu hanya mengatakan.... Jangan berkedip tuan.!!!" ucap anak buah Roy itu.

__ADS_1


Roy....


off penasarankann.. lanjut baca terus ya.... bye bye....


__ADS_2