AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 235


__ADS_3

Hery menggelengkan kepalanya mendengar aksi nakal istrinya.


"Sayang.. Mau ya ikut yang aku mau.. Plis.." Rena bergelayut manja di lengan Hery.


"Sayang.. Tadi aku sudah bolehin kamu putik sayur aja sudah baik loo.. Ini minta apa lagi..?" Hery tak habis pikir, atau memang ia yang Posesif.


"Sayang.. Kan tadi lunas di kamar..?!" Rena terus menggoda Hery.


"Ck.. Gak usah di bahas.. Orang kamu yang ganggu aku kok.." Hery melipat tangannya di dada.


Rena malah cengengesan. Tadi demi untuk memutik sayuran di kebun samping rumahnya, Rena menyogok Hery dengan yang di rindukan Hery dengannya. Yaitu melayani Hery.


"Ck.." Hery menarik Rena dalam peluknya


"Ayo sayang.. Kamu tinggal pura pura baik sama dia.. Aku mau liat sejauh apa dia dekati kamu.. Dia nanti harus tahu juga betapa cintanya kamu sama aku.." Rena menggambar abstrak di dada Hery.


"Oh astaga.. Sayang.. Aku gak bisa acting.." Hery tidak yakin rencana Rena akan berjalan lancar.


"Bisa sayang bisa.." Rena yakin sebaliknya.


"Udah kamu temui aja dia, aku di sini awasi.. Aku mau liat.." Hery memijit keningnya.


"Demi kamu sayang demi kamu.." Hery mengecup bibir Rena dengan sangat lembut.


"Nanti aku kasih bonus malam deh.." Goda Rena lagi.


"Tadi kan sudah.. Jangan sering sering.. Kasian Baby.." Hery mengelus perut Rena.

__ADS_1


"Ya kan tadi untuk sayur aku.." Alasannya.


"Ya sudah aku ke sana dulu ya.." Hery pa.it dengan raut wajah pasrah.


Hery kembali pada Lita. Lita tentu menyambutnya dengan senyum lebar.


"Hery aku nyesal banget dulu berhenti dari perusahaan kamu.. Coba kalau aku gak berhenti.. Pasti.."


"Pasti apa..?" Hery langsung memotong ucapan Lita.


"Gak.. Gak apa apa..?"


Tiba tiba datang dengan menggunakan lututnya dan kedua tangannya. Baby Elf merangkak ke arah Hery.


"Astaga.. Elf sayang..?" Rena lupa kalau tadi Alf dan Elf berada tak jauh dari ruang tamu itu.


Elf datang tentu tak polos, ia datang dengan pita pink cantik di kepalanya. Hery sangat gemas melihatnya, tapi sebisa mungkin Hery menahannya.


"Ini anak siapa Her..?" Lita menunjuk Baby Elf.


"Ini anak saya.. Maaf ya.." Rena datang dan membawa baby Elf bersamanya.


"Elf sayang kok bisa keluar sih.. Kasian tu Alf sendiri.. Kita makan ya tadi Mama masak bubur pake daun bayam kesukaan kalian.." ajak Rena pada kedua anaknya yang sudah semakin mahir berucap.


"Ma.." ucap Alf lembut sekali.


"Iya sayang.."

__ADS_1


"Pa.." Elf menyambungi ucapan Alf.


"Biarin papa di sana.." Rena mendudukkan Alf dan Elf di meja makan mereka Alf dengan meja birunya dan Elf dengan meja pinknya.


"Ren ini siapa..?" Debora datang tentu dengan rasa penasaran ada tamu yang menemui Hery.


"Itu.. Sini Bora.." Rena membisikkan cerita Lita.


"Ya ampun nekadnya, gak tahu ya Hery sudah punya istri..?" Debora tak habis pikir.


"Udah kita liat aja ya.." ajak Rena.


***


"Hery.. Aku dengar kamu trauma sama wartawan, tapi kamu kemarin berani ngaku di depan wartawan itu sudah luar biasa looo..." Lita  makin mendekati Hery.


"Ya.. Di usahakan dan di dukung juga.." Hery harus sabar menunggu dan mengikuti kemaun Rena.


"Hery aku tuuuhh.."


"Papa.." Kali ini yang datang Alf.


**


"Debora kamu yakin..? Alf..?" Rena terkejut melihat Debora membiarkan Alf menemui Hery dan Lita.


"Aku yakin Ren.. Alf itu hebat percaya aja.."

__ADS_1


Hery....


__ADS_2