
Sedangkan Debora dan juga John sudah selesai dengan perkerjaan mereka berdua yang hanya mereka berdua yang tahu apa yang mereka lakukan.
Roy masuk ke dalam rumahnya dan langsung di sambut oleh Debora.
"Sayang.... Kamu pulang juga. Aku kira kamu tidak akan pulang. Aku sangat merindukanmu.." Basa basi Debora pada sang suami tercinta katanya.
"Iya aku pulang, apa ada yang penting harus aku lakukan sehingga kamu memanggilku pagi begini?" Sarkas Roy. Sungguh Roy sebenarnya tidak suka melihat adanya sang pengganggu rumah tangganya. Tapi Roy berusaha sebaik mungkin untuk terlihat biasa.
"Kenapa Rumah ini berantakan seperti ini? kalian ingin melakukan apa?" Roy melihat banyak barang barang aneh menurutnya berserakan di lantai.
"Hei sayang kamu tau kan tugas yang aku kerjakan bersama John ke kota sebrang kemarin, rupanya mendapat hasil. Mereka mau berkerja sama dengan kami. Dan untuk masalah kain, mereka siap memberikan kain super bagus untuk kami, kain kota sebrang benar benar bagus oleh karna itu semua, aku dan John ingin membuat pesta untuk merayakan keberhasilan kami Sayang... Tidak apa apakan??" Jelas Debora dengan panjang lebar.
"oooohhh Silahkan saja.. Bukankah aku tidak pernah melarangmu melakuakan sesuatu." ucap Roy penuh kasih sayang, sebenarnya masih ada rasa Sayangnya pada Debora tapi Debora menyia nyiakannya begitu saja.
"Iya kan aku bilang sama kamu karna tempat yang kami gunakan adalah rumahmu Roy. Aku ingin membuat pestanya di sini. Bukankah tidak baik menggunakan rumahmu tanpa izin darimu??" ucap Debora lagi dengan manjanya pada Roy.
"Iya kamu boleh menggunakannya. Inikan juga rumahmu. Tapi kapan kamu akan mengadakan pestamu itu?" Roy masih menanggapi semua pembicaraannya dengan Debora.
"Malam nanti bagaimana bolehkan..???" kata Debora penuh percaya diri.
"Iya boleh jadi sekarang kalian akan melakukan persiapan? tapi maaf ya aku tidak bisa membantu kalian, aku akan mengerjakan pekerjaanku dulu di ruang kerjaku, karna tadi aku meninggalkan perkerjaanku karna kamu menghubungiku Bora. Jadi mau tidak mau aku mengerjakan perkerjaanku di ruang kerjaku saja. Apa boleh..??" jelas Roy dengan keadaannya. Tapi sebenarnya, Roy memang meninggalkan pekerjaannya tapi bukan untuk Debora tapi untuk menikahi Rena. Dan Roy juga ingin memastikan sesuatu di ruang kerjanya.
"Iya sayang boleh kok aku tadi sudah menghubungi orang orang untuk mendekor Rumah kita kok jadi tidak banyak yang akan aku lakukan dan tidak ada yang perlu kamu khwatirkan." ucap Debora penuh manjanya.
"Baiklah aku permisi dulu ya. Selamat bersenang senang.. " Roy mengusap puncak kepala Debora seolah penuh cinta.
Lalu setelah itu Roy berlalu dan melewati John yang berada tak jauh dari Debora dan dirinya saat sedang berbincang tadi.
Roy hanya memberikan senyum palsu pada John dan langsung berlalu meninggalkan ruang tengah menuju ruang kerjanya.
__ADS_1
Setelah ditinggalkan Roy masuk ke ruang kerjanya barulah John maju ke arah Debora dan berpura pura membantu Debora memerintahkan beberapa orang dari dekor, untuk menghias rumah yang bisa terbilang besar ini.
"Suamimu sangat mencintaimu ya...?" ucap John sambil mengambil satu ranggkaian bungan untuk di pajang di tiang tiang besar rumah itu yang terbuat dari kertas berwarna warni untuk meperindah pemandangan.
"Iyalah... Apa saja yang aku minta pasti akan di berikan. kau bisa melihatnya sendiri tadi kan... " Debora vangga diri akan dirinya yang di sayang dan di cintai oleh Roy.
"Tapi kamu tenang saja John, karna cintaku hanya untukmu." Debora mengedipkan matanya pada John dengan genitnya.
"Ooowww sayang jangan menggodaku untuk sekarang, karna sang pemilik rumah ada di sini." John juga tidak tahu malunya menggoda balik wanita yang berstatus istri dari seorang pria.
"Aahh sudahlah aku ingin melanjutkan pekerjaan yang lainnya, aku ingin melihat pekerjaan di dapur apakah semua koki yang aku minta datang sudah hadir semua..?" Debora berlalu dan pergi ke dapur.
John nampaknya tak tenang ditinggal sendiri akhirnya mengikuti Debora yang pergi ke dapur dan memilih untuk tetap di samping Debora kemanapun ia pergi.
"John apa kamu tidak ada pekerjaan lain selain mengikuti aku terus, nanti aku gak tahan loo..." Debora masih berani menggoda John meski ia tahu ada sang suami di rumah.
"Sayang kan aku tidak betah kalau tidak ada kamu." serkah John langsung menarik Debora ke dalan toilet di dapur.
"Kenapa bukannya kamu bilang tidak tahan tadi."
"Iya memang aku tidak tahan. karna kamu terus mengikuti aku, nanti aku minta bagaimana.??" Debora sungguh sudah hilang harga dirinya saat ini.
"Apa kamu tidak takut kalau suamimu mendapati kita berdua sedang di toilet bersama seperti ini?" John juga masih terus menggoda Debora.
"Tidak aku tidak takut. Kau tahu sayang, Roy itu kalau sudah berkerja di ruangannya maka sampai kapanpun kamu memanggilnya dia tidak akan turun, apalagi yang kita kerjakan sekarang ini bukan urusannya mana peduli dia." ucap Debora dengan percaya diri yang sangat tinggi tidak ada obatnya lagi.
"Kalau begitu.... " John menatap nakal pada Debora dan hanya mereka yang tahu apa yang terjadi berikutnya.
Dan hanya satu orang juga yabg tahu apa yang kini Debora dan John lakukan. Yaitu Roy.
__ADS_1
Ya Roy meletakan banyak CCTV di sekitar rumahnya ini. Karna ia tahu kalau hal seperi ini akan terjadi.
"Cihhh bajingan... pengecut kalian." ucap maki Roy saat menonton adegan adegan yang Debora dan John lakukan.
Siang berganti malam kini sebentar lagi acara pesta yang Debora dan John buat akan di mulai. Sudah berdatangan para tamu yang di undang Debora untuk malam ini.
Sedangkan itu Kini Rena sudah di antar ke Apartemen yang di janjikan oleh Roy padanya, apartemen yang sangat luas. Rena sangat puas melihatnya. Apartemen yang bergaya klassik dengan warna putih di setiap dindingnya seakan sangat suci untuk di pegang.
Rena masuk ke kamar yang ada tulisan namanya yang di ukir dengan sangat cantik, bukan hanya namanya tapi nama Roy juga ada di sana. Rena meraba ukiran tersebut. Rupanya benar benar di ukir. Rena kira itu hanya tulisan yang di cetak tapi rupanya benar benar kayu yabg di ukir dengan namanya dan nama Roy di sana dengan bentu hati yang mengelilingi nama keduanya. Rena terus mengelilingi rumah barunya itu.
Kini ia berada di dapur, sudah ada meja, kursi, kulkas, dan peralatan dapur lainnya.
Rena membuka pintu kulkas dan mendapati kulkas itu penuh dengan bahan makanan yang lezat lezat menurut Rena.
Sementara itu di tempat lain Roy masih terus mengintai Debora dan John dari ruang kerjanya. Roy sama sekali tidak keluar bahkan sebentar saja dari ruangannya itu, bila ia lapar maka ia akan mebuka lacinya dan mengambil roti di dalam situ yang sengaja Roy taruh di situ kalau kalau ada hal penting yang tidak dapat di tinggalkan seperti ini.
Melihat tidak ada lagi tinggkah aneh dari keduanya Roy memutuskan untuk turun sebentar. Saat hendak bangkit tiba tiba Roy mengingat sesuatu.
"Ada yang belum aku lihat tadi..." Roy kembali mengotak ngatik koputernya dan membuka sebuah video di situ.
Di video itu menunjukan aksi tak terpuji Debora dan John lagi saat slRoy belum tiba di rumah. Roy melihat jam rekaman itu yang menunjukan pukul di mana ia sedang melakukan pernikahan dengan Rena. Saat itulah Roy kembali mengingat Rena yang ia tinggalkan tadi.
Roy terus menonton video itu. Uang sangat menyakitkan adalah Debora Dan John melaukan aksi mereka di kamar Roy dan Debora.
"Inikah izin yang kau katakan??? Kau bilang tidak baik bila menggunakan tanpa Seizin pemiliknya...Tapi ini??? Apa??? " Roy ingin sekali murka saat itu juga. Tapi ia kembali mengingat ini bukanlah saatnya.
Roy sangat ingin kembali pada Rena saja untuk mengobati lukanya. Tanpa pikir panjang lagi Roy mengenakan lagi jasnya dan keluar dari ruang kerjanya. Roy melewati tamu tamu yang menyapanya tapi Roy hanya mengatakan maaf dia sedang sibuk.
"Debora aku ada urusan mendadak, aku pergi dulu ya... Nikmati pestamu.. "Ucap Roy pada Debora tanpa mendengar jawaban dari Debora Roy langsung saja keluar dari rumahnya itu dan meninggalkan semuanya.
__ADS_1
Kini hanya satu tempat yang ingin Roy kunjungi. Yaitu Rena, tempatnya membagi sakitnya.
off...