AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 180


__ADS_3

"Wah.. Banyak banget.." Debora terkejut.


"Hahaha.. Ya makanya kami ajak kamu juga dan kamu tinggal pilih menu yang mana.." Goda Rena lagi.


"Oke deh kalau gitu.."


Saat pembicaraab terakhir ini Roy masuk kamar dan mendengar Debora sedang bertelponan.


"Ya udah besok aku datang.. Makasih ya infonya.." Debora mengakhiri panggilannya dan Rena.


"Siapa tadi sayang..?" Roy penasaran.


"Itu Rena, dia dan Adel lagi tulis tulis bahan bahan untuk masak masak besok, dan besok aku ikut mereka ya Roy..!?" Debora bergelayu manja.


"Ya kan sudah aku bilang. Habiskan aja waktu kamu sama Rena dan yang lainnya.. Dari pada kamu bosan bosan di kamar gini sayang.." Roy mengelus rambut Debora.


"Ya.. Kan sekali kali aja Roy.. Besok aja.. Setelah itu ya aku ikut kamu lagi.." Debora sangat manja pada Roy. Ia sudah tak ingin memikirkan lagi masalah malam yang berisik itu.


Beberapa hari ini meski Debora ikut Roy ke kantor tapi mereka tak melakukan apa apa. Debora hanya ikut untuk menemani Roy dan menunggu waktu pulang. Alasannya karna ia tidak bisa menghabiskan waktu bersama di malam hari bersama Roy. Maka ia menggunakan waktu siangnya untuk ikut Roy ke kantor.


***


Malam tiba Roy kembali ke kamar Nur.


Nur sudah berbaring di tempat tidur sambil bermain ponsel.


Roy fokus saja naik ke tempat tidur juga.


Nur tak mengganggu, hanya terus memainkan ponselnya.

__ADS_1


Seperti biasa Nur menggunakan baju seksinya. Mungkin sudah kebiasaannya menggunakan baju seperti itu.


Berjam jam berlalu akhrinya Nur berhenti memainkan ponselnya. Roy masih terpejam berpura pura tidur.


Nur tak peduli dan berbaring juga. Nur tidur menatap langit langit kamar dan Roy menghadap arah lain agar tidak menghadap Nur.


Melihat Nur sudah menutup matanya juga barulah Roy berani membuka matanya. Ka belum tertidur sepenuhnya. Ia menoleh pada Nur lagi. Nur benar benar tertidur, Roy pun menghela nafasnya.


Nur tiba tiba bergerak lagi membuat bajunya sedikit terangkat dan memperlihatkan tubuh bawahnya.


"Aaissshh.." Roy membuang tatapan ka arah lain.


Roy menoleh lagi melirik kaki Nur yang terlihat jelas. Putih, mulus, dan sangat indah mencuri pandangan Roy.


"Wanita ini.." Roy terus menatap.


Ada niat lebih di hati Roy. Tangannya mulai nakal dan menarik baju Nur agar lebih terbuka.


"Uuhhh.." Roy meleguh.


Roy semakin mengangkat lebih tinggi dan tingga hingga ke atas pingga Nur. Bawahnya pun tak ada penghalang lagi.


"Mantap.." Roy menganggukan kepalanya.


Pikiran Roy sepertinya mulai kotor pada Nur. Apalagi dengan beberapa hari ini Roy dan Debora tidak melakukan apa apa dan membuat tumpukan keinginan Roy membesar.


"Ayolah.." Roy ingin lebih tinggi lagi membukanya.


Sudah di dekat dadanya, Roy berhenti sejenak. Ia melirik wajah Nur. Tidak ada tanda tanda Nur akan sadar dengan apa yang ia lakukan.

__ADS_1


"Aku pinjam dulu.." Roy bergumam.


Ia lanjut membuka, pelan pelan dan pelan.


Sudah hampir terlihat isinya Roy semakin bersemangat dan ingin cepat cepat.


"Roy..?" Nur rupanya sadar dan terkejut Roy sedang membuka yang ia kenakan.


"Nur aku.." Cup.. Nur langsung mengecup Roy.


"Kenapa gak minta.. Aku siap kok.." Tanpa di minta pun Nur menanggalkan yang sudah di buka Roy tadi.


"Nur.." Roy menatap dengan penuh keingan.


"Ayo.. Jangan ragu ragu.." Tawar Nur lagi.


"Tapi jangan berisik..." Ajak Roy.


"Ya kan kamar aku ini sudah kedap suara.. Gak apa apa.." Nur sudah begelayut manja di dada Roy.


"Oh ya.. Ayo kalau begitu.." Roy sudah tidak sabar.


"Ayo sayang.." Nur sudah lebih siap.


"Buat aku jadi raja semalam di sini.." Roy membawa Nur berbaring.


"Aaahhh..."


Kebisihan dan kegaduhan pun terjadi. Malam panas kembali terukir dengan indah di kamar kedap suara ini.

__ADS_1


Off dulu


__ADS_2