AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 352


__ADS_3

Roy menatap kakinya yang di balut perban dari hasil pemeriksaan Dokter, Dokter mengatakan kaki Roy patah alibat kecelakaan ini.


Hati anur nyeri mendengarnya sedangkan Roy tanpak biasa saja. Wajahnya tenang seakan puas. Melihat kakinya terluka ia yakin lawannya bertabrakkan juga luka parah.


"Nur. Berhenti menangis, diam" Titah Roy ada Nur kasar.


"Kakimu Roy" Rengek Nur.


"Aku gak akan mati dengan patah kaki. Cuma kaki, di gips pun pasti sembuh. Diamlah sekarang." Titahnya lagi agak tenang.


Roy mengingat lagi, Nur hanya khawator padanya hingga ia menangis seperti ini. Dan jangan sampai itu memperngaruhi kandungan Nur.


"Roy.. Yakin gak sakti kah?" Roy menggeleng.


"Syukurlah. Roy.. Mau makan apa. Nanti aku pergi belikan" Imbuh Nur mencoba menghapus air matanya.


"Eemmm aku akan makan makanam rumah sakit. Kamu belilah yang kamu inginkan" Ucap Roy.


Sebenarnya Roy hanya ingin menghemat uangnya, untuk saat ini ia tidak memiliki uang lebih untuk membiayai hidupnya dan Nur.


Eyang juga perlu banyak biaya, bahkan Eyang sedang di rawat di rumah secara intensif. Mau tak mau Roy menggunakan uangnya sebaik baiknya.

__ADS_1


Nur segera keluar dari ruangan Roy untuk mencari makanan. Hatinya sedih juga melihat suaminya menghemat uangnya. Rasa cinta Nur pada Roy sangatlah besar. Ia tetap bekerja meski dalam kondisi mengandung. Kadang Nur muntah muntah di tempat kerja, tapi jika mengingat Roy yang sedang kesulitan dalam keuangan membuat Nur bekerja giat juga. Setidaknya, ia bisa membeli makanan untuk dirinya, dan tak harus membebankam Roy.


Bahkan kalau bisa Nur mengeluarkan uangnya untuk Roy tercinta. Mungkin inilah yang namanya cinta sejati.


***


Bisma dan rombongan sudah sampai di Jerman dengan selamat, di sini rupanya masih tengah malam, sungguh perbedaan waktu yang panjang. Rasa ragu tiba tiba timbul di hati Olin rasa takut di tolak sang Mama membuatnya insecure sendiri.


Wajah ketakutan dan ragu Olin terlihat jelas oleh kakak kakaknya. Adellah yang paling depan menenangkan Olin.


"Kamu bisa.. Tenang aja, kami ada di sisi kamu.. Jangan takut" Olin membalasnya dengan senyuman kecil.


"Kakak terbaikmu ada di sini" Goda Hery.


"Ya kamu kakaknya yang di cari belasan tahun" Sahut Hery sengit.


"Eehh eeehh kok malah debat" Rena yang harus menegahi.


"Hmmmm gak ada abisnya" cicit Adel juga.


"Kalian kakakku, Kakak terbaikku" Olin menatap Hery.

__ADS_1


"Kakak yang selalu pertama aku hubungi" Olin menatap Rena.


"Kakak yang selalu kuatkan aku" kali ini Adel yang di tatap.


"Daaaan... Kakak yang selalu aku tangisi" Bisma memutar matanya.


Satu pelukkan pun di beri Olin pada Bisma. "Kakak yang aku cari bertahun tahun, aku berjuang keras dan sekarang inilah dia." Satu kecupan di bubuhi Olin di pipi Bisma.


"Untuk sementara kita nginap di sini dulu, besok pagi aku dan Bisma akan mengunjungi Mama, Rena dan Adel temani Olin di sini. Setelah mendapat kabar dari aku atau Bisma, kalian langsung nyusul ya" Jelas Hery yang sebagai otak rencana ini.


"Eeemmm" Rena, Adel dan Olin mengangguk paham.


"Olin istirahatlah. Tapi Maaf kalau kamu mau minta tidur sama Renaku, gak bisa ya. Rena harus urus aku dan kedua bocilku ini" Hery menunjuk Alf dan Elf.


"Hmmmm bilang aja bapaknya yang gak mau jauh dari emaknya.." Sindir Bisma.


"Aku doa'kan kamu cepay nyusul aku gini" Tegas Hery yang membuat semuanya terkekeh.


"Selamat malam semuanya.." Pamit Rena sambil menggendong Alf yang sudah tertidur pulas. Sedangkan Elf si cantik bersama Papa tampannya.


Bisma dan Adel..

__ADS_1


Maaf lama gak up. Secepatnya author up.. Besok dan seterusnya. Sekali lagi author minta maaf ya, kalau gak salah hampir satu minggu author gak up. Sekali lagi maaf ya yang udah menunggu kelanjutan cerita ini..


__ADS_2