
Adel memutar matanya malas menanggapi Bisma yang bermanja manja di panggkuannya.
"Del.. Aku tahu.. Aku yakin.. Aku percaya.. Cintamu padaku.. Sudah besar dari pada dunia ini.. Bahkan bumi ini.. Bahkan planet terbesar di alam semesta kalah akan cinta Kamu Del.." Gumam Bisma tak ada habisnya.
"Ck.. Sudah..!" Bentak Adel.
Adel memejamkan matanya. "Sayang kamu mau tidur lagi kah..?" Bisma bangkit dari rebahannya.
"Ini baru jam 10 dan kamu kira aku mau tidur lagi..?" amuk Adel lagi.
"Ampun sayang.." Bisma mengangkup kedua pipi Adel, lalu mengecup bibir Adel.
"Aku cinta kamu.. Meski cinta aku gak sebesar cinta kamu.." Adel mendorong tubuh Bisma cepat.
"Hehehehee.. Sayang... Kamu mau pakai baju gak..?" Tawar Bisma. Karena Adel sejak semalam tak menggunakan baju dan celana dan sebagainya.
"Ck.. Gak usah.." Kesalnya.
Bisma membuka bajunya, baju yang kusut karena pergelutannya dengan Stuart.
"Pakailah.. Gak takutkah aku khilaf..?" Bisma memberikan bajunya pada Adel.
"Gak usah.. Biar aja kamu khilaf.." Cicit Adel.
__ADS_1
"Ck.. Oke ayo..!" Bisma menggendong Adel ke atas tempat tidur.
"Eeehh eeh.. Apa bawa aku.. Cari cewek Jepang kamu itu.." Marahnya.
"Gak, aku gak butuh.. Yang aku butuh itu kamu.." Bisma langsung naik ke atas.
Adel berada di bawah pengawasan Bisma. Rasa malu menyeruak di hati Adel.
"Bisma!!" Adel meronta minta di lepaskan.
"Katanya biarin aja aku khilaf.." Cicit Bisma mengekang kedua tangan Adel dan menariknya ke atas kepala Adel.
"Lepas..!" Adel mulai mengamuk lagi. Matanya memerah hendak menangis lagi.
Bisma diam memandang Adel. Menunggu airmata wanita cantik itu menetes.
"Kenapa.. Kan kamu mau aku khilaf tadi.. Setidaknya.. Aku gak kasar kayak Stuart kan.." Cicit Bisma.
"Bedebah kamu..!" Adel semakin kesal.
"Ya.. Maki aja suami mu ini dia mau kok di maki maki.."
"Lepas.. Bisma..!" Adel mulai menangis lagi.
__ADS_1
"Cup cup cup.." Bisma memeluk Adel. Bahkan Bisma memberanikan diri untuk mengelap air mata Adel dengan bibirnya.
"Kamu tu kenapa sih.. Kenapa kamu biarkan aku di jamah Stuart.. Kenapa..? Kamu malah melamun liat gambar cewek itu.. Kenapa.. Kamu suka dia.. Dia cantik, dia putih, matanya bagus..? Kenapa Bisma.. Aku di buka buka sama Stuart kamu diam aja.. Kenapa.. Hikks hikssss.."
Hati Bisma terasa di cubit mendengar keluh kesah Adel.
"Maaf sayang.. Maaf.. Maafkan suami bodoh mu ini.." Bisma kembali pada posisinya di samping Adel.
Adel menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Aku malu Bisma... Aku kotor.. Aku malu.. Aku di sentuh Stuart.. Aku di lecehkan Stuart.. Rasanya sakit Bisma.." Tangis Adel lagi.
"Stt.. Stttt.. Ssttt.. Aku di sini.. Aku gak nuntut kamu kotor atau apapun.. Aku tahu itu semua salah aku.. Aku yang salah.. Aku bodoh.. Sangat bodoh.. Kamu gak kotor sayang.. Harusnya kata kata itu untuk aku, baru cocok.. Aku kotor.. Lebih kotor.. Tapi kamu..? Kamu cinta aku kan..? Kamu sayang aku kan..? Tanpa kamu nuntut apa apa sama aku.. Kamu terima aku apa adanya.. Dan kenapa aku yang malah bilang kamu kotor..? Aneh sayang.. Suami kamu ini yang kotor..!" Bisma mengungkapkan isi hatinya dengam sangat lembut pada Adel.
Adel tak berhenti menangis dan entah apa dia mendengarkan ungkapan Bisma barusan.
"Adel.. Sudah sayang.. Sudah.. Kamu senang nangisi laki laki di luar itu.. Senang looo dia kamu nangis nangisi dia.." Adel makin mengencangkan tangisannya.
"Aku cinta kamu.. Wanita yang kamu liat itu bukan siapa siapa.." Tangis Adel melemah ketika Bisma mulai mengatakan tentang wanita itu.
"Dia siapa.. Mantan mu..?! Kamu cinta dia..?" Hati Ini memang tak bisa di bohongi. Adel benar benar masih cinta pada Bisma.
"Dia wanita yang sangat ingin aku lenyapkan..!" Tiba tiba saja atmosfer ruangan itu berubah seiring senyum di wajah Bisma menghilang.
__ADS_1
Adel..
guys... Maaf ya.. pelan dulu.. alon alon.. hehehehehehe.. Author gak kuat pisahkan Adel sama Bisma.. Hihihi.. melenceng dari rencana ya tak apa lah.. semoga.. pembaca gak protes deh.. i love readers...