AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 272


__ADS_3

Adel terlelap nyaman dalam pelukkan Bisma. Sedangkan Bisma hanya sedang pura pura tidur.


Setelah puas pura pura tidur, Bisma membuka matanya dan tersenyum.


"Adel... Kamu betul betul buat aku hampir mati.." Lirihnya.


"Apa aku punya riwayat jantungya makanya jantung ini berdetak gak karuan..?" Bisma memegangi Dadanya.


"Kayaknya aku juga butuh spesialis jantung.." Bisma mengangguk beberapa kali.


Bisma memberanikan diri lagi untuk melirik Adel. Bibir tipis itu adalah incarannya.


Bibir yang sangat ingin ia tahu rasanya. Perlahan tapi pasti Bisma mendekat. Tinggal beberapa senti lagi kedua bibir itu bertemu.


Bisma membasahi bibirnya sendiri. Tak sabar ingin merasakan bibir Adel.


"Haruskah..?" Bisma menggigit bibir bawahnya.


"Tapi aku mau.." Lirihnya lagi. Bisma memejamkan matanya. Dengan sendirinya ia mendekat dan meluma*t bibir Adel. Sedikit demi sedikit, bagian bibir bawah terlebih dahulu yang di pengut. Kemudian Bisma semakin mendekat lagi agar bisa seutuhnya menyatukan bibir mereka.


Dan sekian detik berikutnya, Bisma berhasil. Bahkan ia tidak bisa menahan dirinya untuk terus melakukannya. Bahkan Bisma juga tak bisa menahan leguhannya sendiri.


Sejenak Bisma melepaskan pengutan itu. Di tatapnya Adel. Adel tak bergeming sama sekali, tidurnya sama sekali tak terganggu.


Nafas memburu Bisma dan hasratnyas tak bisa tertahankan lagi. Bisma kembali memangut bibir Adel, membasahinya, menghi**apnya, menekan tengkuk Adel agar pengutan itu lebih dalam.


"Adel.." Bisma mengusap kepala Adel lembut.

__ADS_1


"Kamu cuma milik aku.." Lirihnya.


Bisma kembali melakukan hal sama pada Bibir Adel. Dan kini lebih kasar lagi. Sesekali Bisma menggigit bibir yang memerah akibat aksinya itu.


"Eeemmm?" Adel sadar dari tidurnya mendapat gangguan di bibirnya.


Bisma belum menyadarinya. Dan sebisa mungkin Adel menerima yang Bisma lakukan padanya. Awalnya Adel tak membalas aksi Bisma. Tapi merasakan rasa nyaman dan geli sekaligus, membuat Adel ingin melawan.


Adel meremas baju tidur Bisma bila Bisma memainkan bibirnya kasar.


"Eeemmm" Dari balik kegiatan itu Bisma terus meleguh.


Tangan yang tadinya menggenggam erat baju tidur Bisma kini mengelus punggung Bisma.


Maka semakin menyenangkanlah kegiatan Bisma.


"A.. Adel..?" Bisma gelagapan. Nafasnya turun naik, dadanya juga kembang kempis.


"Astaga.. Apa yang sudah aku perbuat..?" Bisma takut Adel akan memarahinya karena barani beraninya dia melakukan hal semacam itu pada Adel.


Nafas Adel juga sama. Terengah engah, bibirnya juga memerah dan bergetar. Suasana canggung seketika setelah ciuman panas keduanya. Tanpa terasa, Adel melipat bibirnya kedalam dan begitu pula dengan Bisma.


Wajah Bisma memerah menahan malu yang teramat.


"Maaf.."Bibir Bisma hanya berani mengatakan itu.


Adel bukannya menjawab malah masuk dalam pelukkan Bisma dan menenggelamkan wajahnya di area dada Bisma seperti tadi.

__ADS_1


"Adel.. Aku.." Bisma ragu mengatakannya.


"Aku.." Dada Bisma kembali kembang kempis. Apalagi ada Adel di dadanya.


Adel bahkan bisa mendengar dan merasakan detak jantung Bisma yang berpacu.


"Adel maafkan aku ya.." Adel mengeratkan pelukkan, senang rasanya melihat Bisma menjadi sepeperti laki laki seutuhnya.


"Kamu.. Kamu.. Bisma kan..?" Adel mendongak.


"Ya.. Aku Bismamu.." Bisma mengelus pipi Adelnya.


Adel terkekeh mendengar pengakuan Bisma.


"Bisakah kamu nyaman sama aku.. Kalau aku begitu tadi..?" Bisma takut Adel tak bisa menerima dirinya.


"Aku suka kamu yang barusan.. Kamu laki laki sekali.." Puji Adel, pipinya juga memerah malu malu.


"Benarkah..?" Bisma menarik Adel dalam pelukkannya lagi.


"Iya.. Senang bisa liat Bisma yang baru.." Adel mencolek hidung Bisma lembut.


"Haaaahh.. Makasih Del.." Bisma merasa lega.


"Hmmmmm.. Jadi.. Kamu..?" Adel memicingkan matanya.


"Sstttt diam.." Bisma membungkam mulut Adel.

__ADS_1


Malam yang begitu indah untuk Adel dan Bisma. Meski hanya sekedar ciuman pertama antara keduanya itu sudah suatu kemajuan pesat.


__ADS_2