AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 102


__ADS_3

"Sudahlah Roy.. Jangan terlalu naif, mau gak mau kamu harus terima keadaan ini. Mungkin ini yang terbaik. Aku yakin, Hery bisa buat Rena bahagai, anak kamu juga akan baik baik aja sama Hery. Kamu masih bisa liat dia nanti karna Hery kan dekat aja di di situ, bahkan kamu bisa angkat di jadi anak kamu Roy..." Tiba tiba setelah mendengar ucapan Debora Roy bergerak dengan cepat, ia mengangkat kepalanya.


"Benar Debora, aku bisa angkat anak Hery dan Rena nanti jadi anak aku.. Aku jamin dia pasti lebih sayang sama aku nanti..." Roy langsung setuju dengan ide yang Debora katakan.


"Aaahh?" Debora terkejut, sepertinya ia salah berkata kata.


"Makasih Debora.. Makasih.." Senyum Roy mekar lagi dan memeluk Debora dengan senangnya.


"Besok aku akan minta bantuan Eyang biar Eyang bujuk Hery biar anak itu nanti aku anggkat jadi anak kita. Eyang pasti mau bantu aku.. Haaaaa leganya aku. Ayo kita tidur.." Roy menarik Debora dan membawanya tidur bersama.


"Ooohh astaga aku salah bicara sepertinya, sekarang bagaimana... Hery aku harus beri tahu Hery. Biar Hery tahu rencana Roy yang selanjutnya. Aku gak mau anak itu masuk lagi kehidupan aku dan Roy. Sudah cukup Rena. Jangan juga anaknya lagi... " Walau tahu di pasti di ejek ejek oleh Hery dan Rena nantinya, Debora tetap akan melakukannya.


Pagi menyapa. Rena terbangun tapi tidak ada Hery di sampingnya. Rena bangun dengan cepatnya, ia kira Hery sudah berangkat kerja.


Dengan sedikit berlari keluar dari kamar, Rena pun merasa lega ketika melihat Hery sedang di dapur. Rasanya lega sekali, dan rasanya ingin menangis karna di tinggal Hery pagi pagi.


"Hery..." Rena sedikit berlari lagi dan memeluk Hery.


"Eh Rena kenapa...?" Hery terkejut.


Hery langsung mematikan Kompor dan menghampiri Rena juga. "Sayang kenapa lari lari.. Aku takut kamu lari lari sayang.." Hery benar benar terkejut sekaligus takut melihat Rena yang sedikit berlari itu.


"Hery.. Kamu jahat, kamu tinggalin aku di kamar sendiri..." Rena memeluk tubuh Hery yang di balut baju dan di tambah lagi dengan celemek.


"Iya kan aku masak sayang. Aku masak sup kesukaan kamu.. Aku mau layani istri aku ini di pagi pertama kamu jadi istri aku.." Hery mengusap air mata Rena yang mengalir dan menjejak di pipinya.


"Hery jahat.." Rena masih mengulang ucapan yang sama.

__ADS_1


"Ya ampun sayang.. Manjanya kamu ya.. Ya udah ayo kita bobo lagi.." Hery mengendong Rena dan membawanya ke kamar lagi.


Hery membaringkan lagi Rena di tempat tidur. Lalu ia juga naik ke tempat tidur.


"Sekarang sayang mau apa...?" Hery memperbaiki rambut Rena yang menghalang di wajahnya.


"Peluk aku.." Rena sangat manja pada Hery.


"Oke aku peluk.. Sini.." Hery pun mendekatkan tubuhnya memeluk Rena.


"Hery aku gak mau kamu pergi tinggalin aku sendiri di kamar... Aku mau tiap bangun liat kamu, elus wajah kamu, cium kamu... Jadi jangan tinggalin aku lagi ya.." Rena mengelus dan mencubit pipi Hery sambil bermanja manja.


"Oke sayang aku turuti permintaan itu sayang.. Kamu juga harus janji jangan lari lari lagi kayak tadi. Aku gak suka.. Anakku gak mau di bawa lari lari kayak tadi ya.. Ingat..!" Hery mengelus elus perut Rena yang semakin hari semakin membesar seiring umur kendungannya, kini kandungannya sudah masuk 5 bulan, karna tubuh Rena yang kecil maka kehamilan umur 5 bulan sangatlah terlihat dan terbentuk.


"Iya.. Aku gak akan gitu lagi. Tapi jangan tinggalin aku lagi ya.." Terjadilah tawar menawar di antara mereka.


"Eeemmm.. Boleh Deh.. Biar kamu bisa sama aku terus.." Rena bersemangat.


"Oke ratuku.. Cintaku.. I love you..." Cup Satu kecupan sangat manja untuk Rena.


Sungguh kehidupan rumah tangga yang banyak di harapkan semua pasangan. Tiba tiba ponsel Hery berdering. Hery menjangkaunya dan melihat panggil siapa di pagi pagi seperti ini.


"Siapa sayang..?" Rena pun mudah sekali curigaan.


"Ini dari Debora..." Jawab Hery.


"Hah? Kok dari Debora..? tumben" Hery mengangkat bahunya tidak tahu juga.

__ADS_1


"Angkat gak sayang...?" meminta izin dulu.


"Eeemm boleh aja sih tapi jangan lebih dari 3 menit, terus di speaker ya..!" titah sang bos tercinta.


"Oke sayangku.. Siap..!" Hery pun menjawab panggilan itu. Ini panggilan kedua karna tadi Rena lama berpikir hingga Debora sampai menelpon untuk ke dua kalinya.


"Halo...?" Hery berbicara terlebih dahulu.


"Halo Her... Kamu sibuk..?" Debora takut takut berbicara.


"Eemm gak cuma sayang sayang sama Rena.. Kenapa..?" Hery dan Rena  mendengarkan bersama sama apa yang akan di ucapakan Debora dari telponnya ini.


"Aku tahu Kamu dan Rena gak akan bersikap baik sama aku, aku juga gitu kok tapi yang satu ini aku harus kasih tahu kalian dan aku gak mau juga kalau itu sampai terjadi..." Ucap Debora dari sebrang telpon.


"Apa...?" Hery bahkan termasuk Rena penasaran juga.


"Roy.. Roy punya rencana untuk angkat anak kalian nanti jadi anak dia, hari ini juga di minta bantuan Eyang, Roy masih belum bangun dari tidur makanya aku langsung hubungi kalian, bagaimana pun kalian tolak itu, aku gak mau ya biar begini aku juga sehat kok, aku juga bisa punya anak.." Ucap Debora.


"Cihhh.. Biar dia minta angkat pun gak akan aku kasih biar pun Eyang yang minta, ini sah anak aku, dan aku masih mampu untuk hidupi anak istri aku, kenapa harus ada yang angkat anak aku kalau gitu kan..." Hati Hery panas mendengarnya.


"Ya aku setuju juga yang kamu bilang Her.. Aku mohon jangan kasih ya.. Eh kayaknya Roy bangun, aku tutup telponnya..." Panggilan pun terputus.


"Maksudnya Roy mau ambil anak ini untuk dia, tapi beralasan menjadikan anak ini anak angkatnya...? Betulkah itu Her.. Atau Debora cuma nakut nakutin aja Her..?" Rena ragu tapi takut juga dengan ysng di katakan Debora barusan.


"Kalau kamu tanya pendapat aku sayang.. Yang di bilang Debora itu Betul. Debora gak pernah hubungi aku kayak gitu tadi, dia sungguh sungguh, dari kalimatnya dia takut Roy akan lebih sayang sama Anak ini di banding nanti jika Debora punya anak lagi, makanya dia takut banget Roy betul betul dan dapat yang dia mau itu Sayang..." Yang di katakan Hery memang ada benarnya dan sangat tepat.


"Kamu tenang aja aku gak akan biarkan itu semua terjadi sama anak kita.. Aku masih mampu kok hidupi kalian.. Gak perlu ada yang angkat atau adopsi anak ini. Aku papanya kan.. Sayangku ini papa.. Papa sayang banget kamu.. Sehat sehat ya nak.." Hery mengelus elus perut Rena lagi dan bahkan sekarang berkali kali Hery mengecupnya.

__ADS_1


Off dulu Guys.. Like donk.. Biar makin seru. Ada yang pesan mana duluan ni.. Yang rahasia Roy sama Hery atau bongkar rahasia Debora ke Eyang.. Koment donk..


__ADS_2