
"Hah..? Kasian kelincinya...?" Rengek Adel.
"Ya.. Itu makanannya.. Dia suka.. Bahkn favoritny..." Adel menepuk keningnya.
"Siapa tadi namanya..?" Adel belum mengetahui nama kucing yang sejak tadi ia kagumi.
"Namanya Foppa.." Stuart mengulangi nama yang tadi sempat ia sebutkan.
"Ooohh.. Hai Foppa.." Adel melambaikan tangannya.
Foppa melompat dari gendogan Stuart dan malah menghampiri Adel. Foppa sepertinya sangat tertarik dan duduk manis di kedua kaki Adel yang ia silangkan.
"Aaaa.. Foppa suka aku..???!!!!" Adel sangat senang.
"Ya Sepertinya begitu. Tapi tumben sekali..." Stuart mengangguk.
"Tumben..?" Adel mengelusi bulu Foppa.
"Dia biasanya jarang cepat akrab sama orang baru.. Pengasuh dia aja banyak yang dia gak suka.." Stuart melihat kedekatan Adel dan Foppa. Di pangkuan Adel, Foppa di elus dan matanya pun terpejam menikmati.
__ADS_1
"Ya kan cewek cantik yang sama dia makanya dia mau.." Adel sangat fokus pada Foppa.
Stuart melirik Adel, satu yang paling cepat di lirik Stuart. Bibir manis yang ia cicipi tadi. Dan tubuh kecil yang di peluknya tadi di depan Bisma dan Albert.
"Ooohhh.. Mungkin karna itu.. Karna Adel.. Adel berbau seperti aku.. Makanya Foppa mau sama Adel sampai segitu dekatnya.. aku dan Adel tadi saling berdekatan saat aku peluk dia dan wangi tubuh aku nempel di Adel.." Stuart menganggukkan kepalanya. Hatinya bergumam dan mengingat kejadian manisnya dan Adel.
"Aku suka kucing.." Adel bergumam sambil memainkan Foppa.
"Carilah kucing yang cocok untuk kamu.." saran Stuart.
"Eemmm tapi kucing gini mahal mahal.. Eeemmm nanti aku cari kucing juga.. Kan bagus juga buat temani aku di rumah.. Jadi aku gak kesepian.." Adel mendapat ide bagus.
"Iya.. Aku kesepian banget. Bisma kerja, aku di rumah dan bereskan rumah, kalau semua pekerjaan aku sudah selesai, aku gak ada kerjaan lagi tapi kalau aku ada kucing gini, aku kasih mandi, perawatan, elus elus manja gini, aaahhj pasti seru.. Oke nanti aku cari.." Adel mengangangguk yakin.
"Kamu cari di mana..?" Stuart mengangkat kepalanya dan menatap Adel. Adel balik menatapnya lalu ia berpikir.
"Di tempat sampah, jalan raya, kolong jembatan.. Banyak.." Adel tersenyum lebar.
"Hah...?" Alis Stuart naik sebelah.
__ADS_1
"Iya.. Kucing kucing terlantar gitu.. Kan kalau aku selamatkan salah satunya gak apa apa.." Stuart menggelengkan kepalanya.
"Kamu suka kucing yang banyak aktivitas atau suka yang baring baring aja..?" Stuart melempar pertanyaan yang aneh.
"Eeemm semua kucing itu pemalas.." Sahut Adel.
"Iya kan ada kucing yang kerjaannya cuma baring baring aja di lantai, ada yang aktif lari sana sini.. Gitu loo.." Jelas Stuart lagi.
"Oohhhh.." Adel menganggukkan kepalanya paham, "Ada aku liat di salah satu aplikasi itu, ada kucing yang gembul banget itu.. Perutnya ya ampun.." Adel sangat gemas mengingat yang pernah ia tonton di salah satu Video.
"Ya itu jenis kucing Ragdoll, Britania, perisa, anggora, Maini coon, ya itu mereka bisa gemuk apalagi yang Britania atau British shorthair itu yang paling sering aku liat gemuk, bulunya abu abu dan matanya warna emas." Adel mendengarkan penjelasan Stuart dengan antuasiasnya yang tinggi.
"Ya yang aku liat itu juga begitu warnanya.. Abu abu.. Gemuk banget.. Gemoy.." Adel sangat bersemangat.
"Eeemm itu mahal gak..?" Adel malu malu kalau membicarakan masalah harga.
"Biasanya kalau kucing British shorthair itu kisaran dari $1200 sampai $2300 atau kalau di Rupiahkan sekitar Rp.17.450.00 sampai Rp.33.430.00." Jelas Stuart lagi. Adel menggeleng tak percaya yang ia dengar.
"Kucing kucing malah begini biasnya di jual dengan harga Dollar agar yang menjual dapat keuntangan besar. Aku beli Foppa juga gitu." cerita Stuart lagi.
__ADS_1
Adel..