AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 81


__ADS_3

Roy dan Eyang berserta Debora makan siang di Mall, Debora dan Eyang sangat menikmati makanannya tidak seperti Roy yang tidak nafsu makan tapi tetap mengunyah makanan.


"Roy bagaimana bisa kamu nyusul Eyang dan Debora kan kamu gak tahu Mall yang kami pergi..?" Mungkin itu adalah pertanyaan yang tepat untuk Roy. Apa yang ia lakukan? Kenapa ia menyusul Eyang dan juga Debora.


"Ya aku nyusul pake mobillah.. Eeemm aku bosan di rumah dan aku juga khawatir sama Eyang makanya aku nyusul.." Alasannya.


Padahal sebenarnya Roy khawatir dengan Rena dan Hery yang juga datang ke Mall meski Roy tidak tahu apakah Mall yang akan di datangi Rena dan Hery akan sama dengan Mall Debora dan Eyang. Tapi Roy tetap menyusul mereka, Roy pergi ke salah satu Mall favorit Debora di kota ini dan yakin Debora pasti membawa Eyang ke sana.


Dan benar saja Debora dan sang Eyang ada di sana. Mendengar dari cerita Eyang yang mengatakan kalau ada Hery dan pacarnya juga di Mall ini Roy semakin yakin Rena dan Hery ada di Mall ini juga.


Meski sedih, Rpy berusaha menutupi kesedihannya dengan tetap tersenyum pada sang Eyang. Terus mendoakan Eyang agar berumur panjang. Dan semoga sang Eyang bisa melihat cicitnya yang akan lahir beberapa bulan lagi.


***


"Hery...?" Rena bangun dari tidurnya dan mendengar suara ribut dari dapur.


"Oohhh apa aku berisik..?" Hery yang sedang mencuci peralatan masaknya terkejut melihat Rena yang sudah terbangun. Ia yakin pasti karna keributan yang ia buat di dapur.


"Ah gak kok..." Rena pun duduk di kursi di meja makan.


"Apa kamu lapar. Ini sudah lewat jam makan siang... Mau ya..!" Hery hendak menyiapkan piring untuk Rena.


"Gak usah Her.. Aku gak lapar kok.." Tolak Rena. Karna ia tidak merasakan lapar sama sekali.


"Gak boleh.. Pokoknya kamu harus makan..." Hery tetap menyiapkan makanan yang ia masak untuk Rena.


Rena tak menolak lagi karna ia tahu Hery akan melakukan apa yang ia inginkan untuknya, walaupun Rena sudah menolak.


"Kita makan bersama ya.. Aku temani.." Ucap Hery sambil tak henti hentinya tersenyum.


"Aku akan pulang setelah ini.." Ucap Hery.


"Ooohhh gitu.." Kelihatannya Rena sedih mendengarnya.


Setelah ini tidak ada lagi yang akan mendengarkan keluh kesahnya. Rena sudah terbiasa adanya Hery di sampingnya. Walaupun hanya untuk mengadu, tapi itu bisa meringankan beban yang Rena rasa.


Hery sebenarnya hanya ingin Rena menahannya untuk pulang ke rumahnya. Tapi Rena tao mengatakan apa pun untuk menahan Hery.


"Makanlah.. Nanti sayangku itu makin lapar..." Rena menganggukan kepalanya dan mulai memakan masakan Hery.

__ADS_1


"Eeeemm ini enak Her... " Puji Rena. Rasa masakan Hery memang sangat enak.


"Iya.. Aku juga sudah buatkan makanan lainnya juga. Aku simpan di dalam kulkas. Kalau kamu malas memasak kamu tinggal panaskannya, semuanya makanan kesukaan kamu tinggal kamu pilih..." Jelas Hery.


"Makasih Hery.." Hery masih melihat rasa sedih yang di tunjukan wajah Rena.


***


"Haaahh Eyang capek Roy..."


Roy dan Eyang baru saja turun dari mobilnya sedangkan Debora turun dari mobil dengan menenteng belanjaannya dan Eyang tadi di Mall.


Wajah Debora sangat bahagia karna belanja belanja hari ini. Belum lagi barang berang belanjaan yang bernilai fantastis yang di pilih Debora di minta oleh Eyang tadi, bukan hanya perhiasan, baju baju dan lain lainnya juga.


"Kita duduk dulu ya.." Roy menuntun Eyang ke sofa.


"Makasih Roy... Hari ini sangat menyenangkan Roy.. Eyang banyak belanja yang Eyang inginkan..." Roy membalasnya dengan senyum puas juga. Senang melihat Sang Eyang bahagia di umur tuanya ini.


Debora tiba dengan menenteng belanjaannya dan langsung menaiki tangga membawa belanjaan itu.


"Eh Debora itu mau di bawa kemana..?" Eyang melihat Debora membawa belanjaannya ke atas.


"Aku mau ke kamar Eyang.. Aku mau lihat belanjaannya.." Jawab Debora tanpa dosa, senyumnya sangat riang gembira seperti lagu anak anak.


"Eh itu belanjaannya tinggal sini kan itu punya Eyang.." Cegahnya.


Debora terkejut, ia kira Eyang yang memintanya memilih barang barang itu untuknya ternyata bukan. Debora pun turun lagi membawa belanjaan yang tak ringan itu.


Debora meletakannya di meja tepat di depan Eyang dan Roy. "Debora kira ini semua untuk Debora..." Rayu Debora tapi tersembunyi dalam ucapannya.


"Ya Eyang sengaja minta kamu yang pilih, karna kamu tahu mana barang yang bagus dan paling terkenal sekarang.. Eyang kan gak tahu trend yang sekarang..." Jawab Eyang dengan apa yang ia pikirkan.


Debora ingin sekali membentak Eyang tapi ia tahan saja. Roy tersenyum puas melihat ekspresi Debora yang marah tertahankan.


"Rupanya Eyang pintar juga membuat Debora marah..." Itulah isi hati Roy.


"Ini semua untuk Eyang...?" Debora masih berharap.


"Oooohh ini semua untuk pacar Hery.. Eemm maksudnya untuk hadiah pernikahan Hery nanti.."

__ADS_1


Roy dan Debora kehilangan senyum bersamaan.


"Tapi...?" Debora tak terima.


"Eyang ingin memberi yang terbaik untuk Hery dan pacarnya dan setelah melihat betapa cantinya pacar Hery Eyang semakin yakin barang barang cantik ini cocok untuknya. Eeeemm besok bolehkah Eyang ketemu pacarnya Hery..? Eyang ingin lebih dekat dengannya, sepertinya dia orang yang pemalu dan terlalu menghormati Eyang karna Aku adalah Eyangnya Roy, bosnya Hery... Pasti itu yang membuat dia malu malu kayak gitu..." Duga Eyang dan ia mulai membongkar belanjaannya.


Debora melihat barang barang bagusnya tadi. Dan nantinya akan di serahkan pada Rena, wanita simpanannya Roy. Sungguh Debora tak sudi dalam hatinya.


"Ini semua untuk Calon istri Hery, Eyang...?" Roy melihat barang barang belanjaan Eyangnya.


"Iya Roy.. Ini untuk siapa itu namannya.. Eeemm aahh Rena.. Ini ada sedikit perhiasan, ini ada baju untuk Rena, baju tidur pasangan dengan Hery.. Ini ada juga selimut lembut untuk Rena nanti juga bisa di pakai untuk anak mereka nanti.. Ini ada jam tangan, ada tas untuk membawa pelaralatan bayi, tapi tasnya juga bisa untuk jalan jalan, dan masih banyak lagi untuk peralatan bayi Rena nanti... Ini semua untuk hadiah pernikahan mereka nanti.. Eeemm Roy.. Gimana apa persiapan pernikahan Hery sudah kamu mulai...?" Roy yang tadinya melamun dan melihat semua belanjaan Eyangnya tersadar mendengar pertanyaan Eyangnya.


"Eeeemmm iya Eyang semuanya sudah Roy atur.. Mungkin 1 sampai 2 Minggu kedepan akan siap juga. Hery juga bantu Roy menyiapkan semuanya..." Padahal Roy dan Hery belum menyiapkan apa pun untuk pernikahan yang di gadang gadangkan ini.


"Iya baguslah.. Eyang sudah gak sabar lagi Roy. Eyang sudah tua.. Eyang mau liat kalian semua bahagai, kamu, Hery, Debora.. Dan tambah lagi Rena.. Eyang mau itu aja Roy... Dan nanti setidaknya Eyang bisa hidup dengan tenang di rumah baru Eyang..." Tiba tiba Eyang menyinggung hal itu.


"Eyang.. Eyang ini bicara Apa sih.. Gak boleh ngomong gitu.. Roy gak suka.." Roy langsung sensitif mendengarnya.


"Ini kenyataanya Roy.. Betul yang Eyang bilang ini.." Tepat sekali yang di katakan Eyang ini.


"Tapi Roy gak suka Eyang... Roy gak suka dengar Eyang bicara gitu..." Cicit Roy lagi.


"Dasar cerewet..." Ponis Eyang pada Roy.


"Sudah  Eyang mau ke kamar dulu... Minta para pekerja kamu bungkus ini dan pasang nama Hery dan Rena ya.. Ini semua harus di bungkus yang rapi dan cantik ya.. Ingat semuanya..." Titah sang Eyang.


"Iya Eyang.. Pasti.." Roy menganggukkan kepalanya lemas.


***


Malam ini Rena bermalam sendiri di apartemennya. Hery pulang setelah makan siang bersama tadi. Sebenarnya Rena tak ingin sendiri di apartemennya tapi ia pikir juga bagaimana susahnya Hery, ia harus Kerja dan juga harus mengurusnya dengan masalah cintanya. Dan bahkan Hery yang menjadi terdakwa atas kehamilan Rena.


Untuk menghibur dirinya yang kesepian Rena mengelus perutnya yang sudah mulai bulat berisi kehidupan.


Rena juga berbicara sepatah dua patah pada kandungannya, melatih anaknya untuk berkomunikasi dengannya walau hanya dari gerak kecilnya.


"Makasih ya nak.. Udah mau temani Mama... Tumbuh sehat ya.. Mama usahakan, Mama gak akan nangis lagi nak.. Kita mulai hidup baru ya..." Rena mulai mengembangkan senyumnya setelah sekian lama ia terpuruk.


Off dulu ya say.. Like like donk..

__ADS_1


__ADS_2