AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 226


__ADS_3

Bisma belum di periksa apa apa, hanya menunggu namanya untuk di panggil dari dalam ruangan. Seperti itu saja sudah membuatnya ketakutan.


"Bisma.." Adel melirik Bisma yang sudah berkeringan dingin.


"Ya..?" Bisma mengelap keringatnya di keningnya.


"Kamu bisa, kamu tinggal jawan pertanyaan psikiater nanti.." Ucap Adel menguatkan.


"Ya.. Tapi aku.. Aahh kuat Bisma.." Bisma memukuli dadanya sendiri.


"Bisma.." Adel menarik tangan Bisma yang memukuli dadanya itu. "Jangan gitu.." Adel menggenggam tangan yang sudah mendingin itu.


"Bisama Jaya... Silahkan.." Akhirnya tiba saatnya Bisma masuk.


Adel membawa Bisma meski itu juga tangan Adel di remas kuat Bisma. Meski hanya bertemu dengan psikiater membuat Bisma ketakutan.


"Selamat sore.." Sapa Psikiater itu. Psikiater wanita di hadapan Bisma dan Adel.


"Selamat sore.." Sapa balik Adel.


"Jadi ini Bisma yang beberapa kali batalkan pertemuan ya..?" Sangat ramah psikiater itu.

__ADS_1


"Ya.." Bisma malu malu.


"Oke kalau gitu kita kenalan dulu ya.. Aku Dona.. Senang ketemu sama kamu.." Dona yang berprofesi menjadi psikiater itu mengulurkan tangan untuk perkenalan.


"Bi.. Bisma.." Bisma ragu ragu menerima jawabatan tangan itu.


Dona wanita yang cantik, ramah juga apalagi dengan profesinya ini. Bisma dan Adel duduk berhadapan dengan Dona. Banyak yang mereka bicarakan. Hari ini Dona belum menanyakan masalah utama Bisma, ia berusaha berteman dulu dengan Bisma yang adalah pasiennya itu.


Lambat laun pun Bisma bisa tenang dan tak canggung lagi. Adel juga selalu di sampingnya dan menggenggam tangan Bisma. Karna itu juga Bisma kiat dan berani melawati tahap awal di pengobatannya ini.


***


"Pengobatan pertama Bisma sudah di mulai Al.. Ada Adel juga yang temani Bisma.." Stuart mendapat kabar dari orang orangnya.


"Mana bisa.. Aku bukan laki laki pengecut kayak gitu yang langsung ajak tusuk aja.. Aku akan bawa Adel pulang ke Jerman dengan terhormat sebagai Nyonya Stuart. Mari kamu harus perawatan buat besok.. Sana.." Stuart langsung menendang Albert dengan kakinya.


"Ck aku tahu lah.." Albert masih kesal dengan info yang baru ia dengar itu.


"Bisma itu milik aku.. Adel.. Dan Adel kamu akan jadi milik Stuart nanti.. Lebih baik kalau kamu jadi milik Stuart. Dia lebih Laki...." Ucap Albert sambil berendam di dalam bathtube yang berisikan wangi wangian khusus.


***

__ADS_1


"Gak apa apa kan.. Baik baik aja kan.. Gak ada yang sakit.." Adel dan Bisma dalam perjalanan pulang. Bisma yang mengendarai mobil dengan santai.


"Ya.. Untuk hari ini baik baik aja.." Bisma membenarkan yang Adel katakan.


"Bisma.. Kenapa kamu takut banget cerita masa lalu kamu itu.. Parah bengetkah..?" Adel berusaha menanyakan langsung pada Bisma.


Tadi sebelum benar benar pergi dari tempat Psikiater, Dona meminta agar Adel juga membantu mencari tahu penyebab utama Bisma seperti ini dan memiliki rasa trauma pada hubungan dengan wanita separah ini, hingga membuatnya malah menyukai sesama jenisnya.


Oleh karna itu Adel ingin mencobanya.


"Itu.. Ya aku juga kadang gak tahu Del.. Alu rasa tiba tiba takut aja.. Entah.." Bisma menjawabnya sepatah patah juga.


"Ya.. Gak apa apa. Aku janji temani kamu sampai kamu sembuh total.." Adel rasa cukup dulu bertanya, jangan terlalu dalam dan terlalu sering.


"Makasih Del.. Maaf ya kalau aku aneh.." Bisma sedikit terkekeh.


"Apanya.. Iissshh.. Eehh Bisma.. Singgah di situ donk.. Aku mau beli itu.." Adel menunjuk gerobak es potong.


"Hah..? Di sini..?" Bisma bingung.


"Ayo turun.. Kita jajan dulu.." Ajak Adel bersemangat sekali.

__ADS_1


"Ya ya.. Ayokk." Bisma menurut dengan baik. Senang bisa melihat Adel sebahagia ini.


***


__ADS_2