
Satu jam sudah berlalu, barulah dokter yang menagani Bisma keluar dari ruangan itu.
"Dokter bagaimana kondisi Kakak saya..?" Hery segera bangkit dan bertanya pada Dokter.
"Kami belum pasti pak tapi sepertinya yang saudara bapak alami itu seperti gangguan mental. Meski dengan suara yang lirih dia terus mengigau dan berkata 'jangan ganggu dia jangan buka.." Dokter menirukan yang di katakan Bisma di dalam tadi saat bersamanya.
"Gangguan mental..?" Hery mengulangi.
"Ya pak. Saya sarankan setelah ini coba bawa saudara tuan pada psikiater.." Saran sang Dokter.
"Baik dok.."
"Tadi saya sudah beri pasein obat penenang sementara. Dia akan tertidur selama beberapa jam setelah itu pasein pasti sadar." Tambah dokter itu.
"Terima kasih Dok.." Hery sangat bersyukur Bisma baik baik saja.
"Gangguan mental..?" Adel berpikir keras.
"Ayo kita temani Bisma di dalam.." Ajak Hery.
"Eeemmm" Adel menggangguk dan segera ia masuk ke ruangan itu.
Bisma masih terbaring lemas di brankar. Tangannya juga di infus, wajahnya masih pucat. Adel duduk di samping Bisma.
"Bisma.. Kamu bikin aku takut.." Lirih Adel.
"Gangguan mental, sama seperti yang di katakan dokter di Jerman.. Ada yang salah dengan mental Bisma.. Dia bukannya tidak normal tapi punya gangguan mental." Gumam Hery, Hery menatap Adel yang setia di samping Bisma.
__ADS_1
"Halo.." Hery berinisiatif menghubungi Stuart.
"Ya.. Ada apa..?" Terdengar sahutan suara Stuart darj sebrang telpon.
"Stu.. Kemarin kamu dan Adel berhasil menipu Albert dan Bisma.. Apa ada tingkah Aneh Bisma di sana..?"
Jauh di kantor kedutaan Stuart memutar pulpennya.
"Aneh.. Tingkah..? Kenapa..?" Stuart merasa janggal.
"Begini.."
Hery menceritakan keadaan Bisma pada Stuart juga. Stuart membasahi bibirnya sambil mendengarkan cerita Hery.
"Eeemm menurut aku gak ada yang salah, Bisma cuma marah dan dia pukul aku di bantu Albert." Sahut Stuart setelah cerita Hery selesai.
"Eeemmm.. Kata dokter.. Bisma punya gangguan mental yang buat dia kayak gini Stu.." Stuart mengangguk paham.
"Ya itu yang mereka sarankan. Aku sudah pernah bawa Stuart ke psikiater tapi gak ada gunanya. Bisma gak mau jujur dan tetap menutupi.. Banyak psikiater yang pernah aku coba. Semuanya gak ada yang berhasil bongkar masalah Bisma." Keluh Hery. Adel medengarkan juga dengan jelasy yang di ceritakan Hery pada Stuart dari telpon.
"Bisma.." Adel mengusap kening Bisma.
Beberapa jam setelahnya bahkan hari akan sore, barulah Bisma sadar dan membuka matanya.
"Bisma.." Pekik Adel. Mata Adel tak terasa menitikkan airmata karna senang melihat Bisma sudah siuman.
"Hery.. Bisma sudah sadar.." Adel memanggil Hery yang terlelap tidur.
__ADS_1
"Hah..?" Hery langsung bangun juga dari tempatnya dan menghampiri Bisma dan Adel.
"Bisma kamu bikin aku takut.." Tangis Adel di samping Bisma. Bisma menatap Adel matanya bisa melihat dengan jelas air mata Adel yang terus mengalir.
"Maaf.." Hanya satu kata itu yang terucap dari mulut Bisma pada Adel.
"Kak Bisma.." Hery juga ada di samping Bisma.
"Hely.." Senyum Bisma timbul dengan indah.
"Kamu bodoh..." Rasa kesal rasanya melihat saudaranya seperti ini.
"Janji setelah ini kamu mau berobat...!" Hery menunjuk nunjuk wajah Bisma.
"Hehehehe.. Iya.." Bisma senang melihat betapa khawatirnya sauadaranya itu.
Ponsel Hery tiba tiba berdering lagi. Hery menerimanya ternyata dari Rena yang juga mengkhawatirkan keadaan Bisma.
"Ya halo sayang. Ya Bisma sudah siuman.. Dia sudah baik baik aja, mungkin besok pagi juga sudah bisa pulang.. Ini sudah sore jadi tunggu dokter nanti pagi lagi.." Jelas Hery pada Rena yang juga membuat lega Rena dan Debora di rumah..
"Baguslah.." jawab Rena. Setelah itu panggilan pun berakhir. Rena lega kakak iparnya itu baik baik saja.
"Gangguan mental apa ya...?" Debora juga penasaran.
"Aku juga gak tahu, Hery juga sudah coba cari tahu tapi hasilnya tetap sama, Bismanya yang gak mau jujur sama Psikiaternya.." Ucap Rena.
Ini adalah rahasia yang tersembunyi dengan rapi oleh Bisma sehingga Hery pun tak bisa membongkarnya. Tapi biasanya sepandai pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga.. Walaupun Bisma bisa menyembunyikannya belum tentu bisa selamanya.
__ADS_1
Off dulu gusy
Ayo jawab donk mana nih gk ada komenannya.. Mau yang mana, di tamatkan atau di lanjut..