AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 127


__ADS_3

Rena mengedipkan matanya beberapa kali.


"Kamu gak kan sayang..?" Itu yang terlintas di otak Rena.


"Ya enggaklah sayang.." Dengan sangat cepat Hery menjawab.


"Takutnya... Karna aku pernah dengar Eyang bilang gak percaya kalau kamu bisa cari Cewe juga untuk jadi istri kamu... Makanya aku tadi.." Hery sudah bisa menebak apa maksud Rena.


"Iya sayang.. Aku juga tahu itu, tapi kan itu dulu karna aku memang bukan tipe Cowo yang cari perhatian cewek, aku juga gak suka main cinta cinta monyet gitu..." Tambah Hery lagi.


"Ya sayang.. Ya aku percaya kok.." Rena mengelus elus tangan Hery.


"Ya dan kalau aku tu gak normal mana mungkin aku bisa puasin kamu tempat tidur sayang... Kamu kan tahu sendiri aku kayak apa di tempat tidur..." Tambah Hery menggoda lagi.


"Ya sayang aku tahu... Dan cuma aku yang tahu. Oh ya lanjut tadi ceritanya..!" Pinta Rena lagi.


"Ya.. Jadi itu kabar yang aku tahu tentang kak Bisma, dia memang ganteng, tahulah blasteran gitu. Tapi rupanya dia punya masalah rasa dan hasrat yang beda. Kalau orang yang pertama kali ketemu dia gak akan kira dia itu begitu, karna sikapnya masih kayak laki laki normal, dan kadang juga suka menggoda wanita, tapi itu cuma sekedar mengganggu dan gak ada niat lain. Gentelnya masih gentel laki laki normal, semuanya normal cuma ya itu tadi aja yang kurangnya." Jelas Hery lagi.


"Ooohhh.. Mama Marry tahu..?" Hery mengeleng menjawab pertanyaan Rena.


"Mama Marry gak tahu, aku gak sengaja ketemu Bisma sama pacarnya dan dia ngaku sama aku yang sebenarnya dia rasakan selama ini. Mama Marry juga sekarang semakin desak kak Bisma untuk berkeluarga, tapi Kak Bisma gak bisa, dia cuma bisa iya iyakan aja semua permintaan Mama." Tambahnya lagi.


"Ooohhh kalau Bisma Blasteran, kamu gak blasteran gitu...?" Rena menatap wajah tampan suaminya.


"Gak ah aku lokal." Keduanya tertawa bersama sama.


"Sayang, kamu ingat janji kamu tadi kan..." Rena mengingatkan Hery akan janjinya tadi tentang yang di bisik di telinga Hery.


"Ya sayang.. Aku siap kok.. Semuanya siap. Tinggal kita dua aja yang laksanakan." Hery sangat suka permintaan Rena ini.


Hery menggendong Rena ke tempat yang lebih luas, Hery membaringkan Rena dengan perlahan. Rena sangat senang permintaanya akan di laksanakan oleh sang suami tercinta.


"Sayang kamu yakin..?" Hery sebenarnya masih ragu ragu.


"Ya aku yakin sayang.." Rena mengangguk semangat.


"Haahh.. Baiklah ayo.."

__ADS_1


Hery mulai pemermainannya, permintaan Rena tadi adalah bermain di malam yang cerah ini di luar kamar tepatnya di ruang terbuka seperti ini. Semua pelayan dan pekerja di sana sudah pergi atas perintah Hery sendiri. Hanya tinggal mereka berdua dan siap memadu kasih mereka.


"Yaaahh sayang.. Aku mau seluruh semesta tahu kalau kamu itu punya aku.." Rena menikmati permainan Hery.


Hery yang awalnya ragu ragu juga ternyata menikmatinya dengan puas dan tanpa keraguannya lagi. Dia bahkan sudah melayang di kenikmatan yang Rena tawarkan padanya.


"Oohhh sayangku.." Hery beberapa kali mengerang memanggil Renanya.


"Ya sayang ya..."


Malam berlalu dengan nikmat untuk Rena dan Hery. Biarlah mereka berpacu dalam cintanya dan jadikan ini khayalan pribadi masing masing.


***


Sampai detik ini Roy dan Debora belum tidur, Debora masih gelisah dengan yang ia rasakan, dan Roy tidak bisa tidur membayangkan apa yang Debora rasakan. Apalagi Debora beberapa kali bergerak, itu membuat Roy kadang Was was kalau kalau Debora melakukannya sendiri.


Roy berbalik menghadap Debora. Roy pura pura terpejam dan bernafas pelan tapi teratur. Debora pun sama ia menutup matanya rapat rapat. Tapi lama kelamaan Debora mengintip Roy dengan sedikit membuka matanya.


ia kira Roy sudah terlelap, maka iam membuka matanya lebar. Debora pun terlentang menghadap langit langit kamar. Matanya terus berkedip, tidak ada tanda tanda ingin tidur yang Debora rasakan.


Tapi rasa jauh di sana sangat ingin, "Hahhh.. Bagaimana ini.. Aku mau tapi Roy.. Atau aku sendiri aja, kalau aku gak dapat mungkin sampai pagi nanti aku gak bisa tidur.." Debora berbicara dalam hatinya.


Debora sangat pelan dalam melangkah takut mengganggu Roy yang sudah tertidur, pikirnya. Padahal Roy melihat semuanya.


"Dia ke kamar mandi... Jangan jangan..?" Debora langsung masuk dalam kamar mandi dan menguncinya.


"Tuh kan..?!" Roy langsung turun dari tempat tidur dan menyusul Debora.


"Debora.. Buka pintunya..!" Roy langsung menggedor gedor pintu kamar mandi.


"Eh Roy.." Debora juga terkejut. "Kok dia bangun, padahal aku sudah hati hati tadi.." Debora tetap melanjutkan aktivitasnya di toilet.


"Debora kamu ngapain di dalam kok lama banget..?" Roy kehabisan kesabaran.


"Lama apanya, aku baru juga masuk toilet.." Gumam Debora di dalam " Ya aku lagi pipis Roy." Debora sedikit berteriak agar Roy di luar mendengarnya.


"Iiissshh pipis atau ngapain..?" Roy semakin menduga duga.

__ADS_1


"Iiihh aku tadi pipis Roy, kamu bilang aku lama di dalam padahal baru beberapa menit juga" Debora keluar dan protes juga pada Roy yang sangat aneh. Debora berbicara sambil memperbaikki bajunya.


Itu gerakan yang sangat mengganggu Roy. Apalagi dengan pikirannya tadi. Debora hanya menggunakan dress mini berwarna putih dan biru di sisinya. Sangat cantik tentunya di tubuh indah Debora yang sedari dulu memang indah.


Roy sudah gelap mata dan langsung menggendong Debora dan menuju tempat tidur.


"Roy..?" Debora tak percaya Roy menggendongnya.


"Diam dan jangan banyak tanya.." Roy membaringkan Debora dengan perlahan dan membuka kaki Debora.


"Roy..?" dada Debora kembang kempis menahan yang ia rasa semakin tinggi.


"Aku cuma mau cek.." Ucapnya dan melanjutkan aksinya.


"Aaahhh Roy..." Debora merasakan tangan Hangat Roy di kaki hingga pahanya.


Roy tak peduli dengan Debora yang mengerang dan tetap melakukan apa yang ia mau.


Setelah beberapa menit kemudian Roy menarik tanganya lagi, ia sudah selesai melakukan pemeriksaan. Debora mengigit jari telunjuknya dan menikmati apa saja yang Roy lakukan. Memang hanya singkat tapi Debora tetap menikmatinya.


"Sedikit basah..." Ucap Roy.


"Aahh..?" Debora tak mengerti yang Roy maksud.


"Gak apa apa.. Awas aja kamu, kalau kamu berani main di belakang aku.. Mau sendiri kah mau sama siapa kah.. Gak boleh." Tambah Roy lagi.


"Aku main..?" Debora sedikit bergetar karma ulah Roy barusan tapi berusaha menjawab semua ucapan Roy.


"Roy.." panggil Debora halus.


"Apa lagi..?" Roy masih sensitif.


"Aku.." Debora kembali ragu untuk mengatakannya.


"Gak apa apa Roy..." Debora memperbaikki bajunya lagi yang terbuka bawahnya. Setelah itu Debora menyelimuti tubuhnya yang masih sedikit bergetar.


Roy hanya melihat Debora yang berusaha pura pura tak merasakan apa pun dan tetap tenang, ada rasa kasian sebenarnya tapi ego Roy bertahan tak memperdulikan Debora lagi. Roy membaringkan tubuhnya, tapi kini ia menghadap Debora yang membelakanginya. Terlihat tubuh Debora kadang bergetar, sepertinya masig akibat aksi Roy tadi.

__ADS_1


Masih terus mengawasi Debora dan Debora masih merasakan hal yang sama apalagi tadi Roy benar benar menyentuh intinya tadi. Rasa ingin semakin jauh Debora rasakan tapi apalah dayanya.


Off dulu kawan.. Like dan koment ya..


__ADS_2