AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 344


__ADS_3

Rena tersenyum jahil, "Ada di dompet Bibi.."


"Hah... Kok di dompet bibi sih..?"


"Maaf ya sayang aku sogok Bibi, untuk tahu kisah masa muda kamu.."


Hery menepuk keningnya, ia lupa istrinya akan mengerahkan segala caranya untuk mengtahui yang ia inginkan.


"Berapa kamu sogok Bibi?" Hery memencet hidung Rena pelan.


"Satu juta.." Rena cengengesan.


Hery bisa memaklumi istri tercintanya "Lalu kam sudah tahu apa aja?"


"Aku sudah tahu kamu dulu sama wanita yang kamu ceritakan tadi..." Terlihat enteng dikatakan Rena.

__ADS_1


"Okeeeeee..." Hery tetap stay tenang.


"Coba kamu lagi yang ceritakan yang kamu tahu, aku lagi yang jadi pendengarnya." Hery memeluk dadanya.


Rena menarik nafasnya terlebih dahulu, "Aku dengar dari Bibi tadi, kamu dulu sama itu cewek dekat banget, kamu akur banget sama dia, mana ada segala gak peduli...." cicit Rena seakan tahu segalanya.


Wajah Hery trlihat pucat, "Tapi kan gak setiap masa.. Aku cuma..."


"Kamu cuma temani dia duduk di bus dan antar dia pulang sampai pintu rumahnya."


Hery tersenyum ragu, "Sayang itu kan cuma dulu ya.." Hery segera menccoba memberi penjelasan.


"Ck sayang gak gitulah.."


"Terus gimanalah..? Paling juga masih teringat ingat, terus malu deh kasih tahu aku.." Rena merajuk.

__ADS_1


"Oke oke.. Gini sayang, aku gak kasih tahu kamu yang sebenarnya karena aku tahu, masa lalu aku itu agak memalukan, aku juga kan bisa malu sayang... Aku dulu sama dia cuma sekedar teman sekampng, namanya juga teman sepermainan ya dekart sekedar dekat aja." Jelas Hery.


"Tapi kata bibi cewek itu pernah nyataan cinta sama kamu, cuma kamunya yang gak terima cintanya... Betul gak itu?" Rena makin menyudutkan Hery.


"Aduh apa aja yang udah bibi bialng sama kamu ini..?" Hery menggaruk kepala yang seperti kutuan saja.


"Semua yang dia tahu donk.." sahut Rena pula.


"Ampun aku.." Hery pasrah.


"Sayang jawab jujur, kamu pernah dekat sama cewek itu, dekat banget sampai dia punya rasa sama kamu...?" Satu pertanyaan mulai di lontarkan oleh Rena pda Hery.


"Aku gak tahu apa yang dia rasa sama aku, tapi yang pasti aku dulu gak punya rasa apa apa sama dia, mungkin dia aja yang baper.." sergah Hery.


"Fitnah atau fakta, dia pernah nyatakan cintanya sama kamu, tapi kamu bilang tunggu kamu balik dari kota baru kamu jawab pertanyaan dia hari itu dan ternyata kamu gak balik balik kampung ini, balik ke sini bawa Olin..?" pertanyaan nomer dua Rena.

__ADS_1


"Iya.. Mungkin memang salah aku yang menunda nunda jawab pertanyaan dia, dia juga jadi penasaran Olin itu dlu anak siapa, dia kira aku duda dan Olin itu anak aku. Iya aku lanngsung aja iya kan pendapat dia, ternyata dia tahu yang sebenarnya tentang Olin dari Bibi ini juga ya auto minta maaf dan minta jawaban pertanyaannya dulu, dan alasaannya dia, dia bisa jaga Olin untuk aku.. Tapi dengan cacatan dia kekasih aku.. Aku tetap dengan jawaban yang sama, aku cuma nganggap dia sekedar teman sekampung, gak lebih.. Dia maklum kok dan terima keputusan aku.. Habis itu aku gak pernah ketemu lagi sama dia.. sampai detik ini.. Aku betul betul gak ada perasaan apa apa sama dia.." jelas Hery panjang lebar.


Rena..


__ADS_2