
Tak lama kemudian Hery datang entah dari mana yang pasti Hery sudah terlebih dahulu datang dari pada Roy.
"Tuan Roy selamat pagi ini ahli keuangan tuan. Nyonya Kalista." Hery memperkenalakan wanita yang ada di depannnya.
"Oohh iya. Kalau saya memang tidak pernah bertemu dengan anda tapi dulu istri saya pernah bertemu dengan anda juga untuk masalah keuangan bukan?" Roy mengingat dulu yang pernah bertemu dengan ahli keuangan Roy hanyalah Debora. Debora meminta sejumblah uang yang cukup pantastis untuk Debora membuka dan membangun usahanya yang saat ini Debora dan John kerjakan walaupun sambil bercinta sedikit atau banyaknya kita tidak tahu.
Debora yang melihat siapa yang Roy temui dari balik panggilan videonya dan John. Debora ingat akan wanita itu. Wanita yang sudah berumur 38 tahun dan sudah memiliki tiga anak.
"Aku tahu perempuan itu. Itu adalah ahli keuangan keluarga Filip." Kata Debora dari panggilannya.
John kaget mendengar itu adalah ahli keungan. "Sayang apa kamu tidak ingin ke sini dan minta sedikit pembagian uang pada Roy?" Mata John seolah berubah hujau mendengar kata uang.
"Iis kamu ini tadi dia sudah bilang ingin membagi uangnya dengan Hery yang sudah berkerja keras untuknnya selama ini. Aku yakin, oleh sebab itu Roy bertemu dengan Ahli keuangan Filip." Kata Debora lagi karna tadi dia sudah mendengar dari mulut Roy sendiri jika Roy akan membagikan sedikit kekayaannya pada Hery.
"Selamat pagi tuan Roy Filip. Iya saya pernah bertemu dengan Nyonya Debora. Ini kesempat yang tidak akan saya lewatkan tuan. Bisa bertemu anda sudah luar biasa tuan." Basa basi Kalista yang bisa di bilang seumuran dengan Roy mungkin hanya berbeda beberapa tahun saja.
"Iya jadi kita mulai saja ya nyonya Kalista. Hari ini saya ingin membagi harta keungan saya pada teman sekaligus asisten saya yang sudah berkerja dengan baik selama ini. Ini bukan suatu penghargaan tapi tanda terima kasih dari saya dan keluarga kepada Hery yang selalu siap entah itu siang atau malam setiap saya memanggilnya kapan saja dia konsisten untuk tetap datang tidak kenal waktu. Dan semua pekerjaannya juga ia lakukan dan selesaikan dengan sempurna. Oleh karna itu saya membagikan keuangan saya kepada Hery Marrino." Kata Roy dengan tegas dan yakin atas keputusannya.
"Tuh kan... benar.." Debora mendengus dengan apa yang ia dengar. "Kini dia sudah membagi keuangannya dengan Hery. Sedangkan aku tidak ia berikan lagi. Yang kemarin masih kurang." Gumam Debora seorang diri di dalam kamarnya sambil terus memperhatikan apa saja yang Roy lakukan dari balik layar ponselnya.
__ADS_1
John hanya bisa membuang nafas kasar mendengar nominal nominal yang mereka sebutkan, yang untuk di sumbangkan juga di bahas kali ini.
Banyak nominal yang di sebutkan Debora dan John hanya jadi pendengar setia. Mereka berharap ada nama wanita lain yang akan Roy sebutkan untuk masalah keuangannya ini. Tapi selama ini tidak ada satupun nama wanita yang di sebutkan Roy dalam penjelasannya. Paling paling hanya nama tempat ibadah, sekolah, dan lain lainnya lagi yang lebih bersifat kemanusiaan.
Debora mendengus kesal ketika nominal akhir di sebutkan nyonya Kalista "Jadi tuan Roy Filip, anda akan mengeluarkan uang sebesar 3,5 miliar. Itu sudah termasuk uang untuk tuan Hery." Kalista menyatakan nominalnya dan Roy hanya menganggukan sekali kepalanya dan yakin akan pilihannya melakukan ini semua.
"Sudahlah John keluar dari situ. Lelah aku terus mendengar nominal nominal yang jelas jelas bukan untukku. Sudah tidak ada gunanya lagi. Lebih baik kamu pulang dan kita bertemu di mall aku ingin menghabiskan uangku banyak banyak. Aku sedang bersiap siap kini. Aku tunggu oke." Debora mematikan panggilan Videonya dan John. Dan memilih untuk bersiap siap untuk pergi berbelanja untuk memperbaiki moodnya yang rusak karna nominal yang Roy berikan pada orang lain bukan padanya.
John pun bangkit dari duduknya. John melihat jam tangannya dan menghitung berapa jam ia duduk tak di upah seribu pun. Dan ternyata sudah 3 jam John duduk dan menunggu sesuatu yang tidak patut di tunggu.
John melajukan mobilnya ke tempat yang Debora maksud. Ya mungkin ini bisa mengembalikan 3 jam ia duduk tidak ada hasilnya.
"Akhirnya pergi juga dia. Maaf nyonya. Bisa kita teruskan sebentar. Ada nama yang lupa aku sebutkan. Aku juga ingin membagi keunganku sebesar 1 miliar." Ucap Roy setelah melihat John pergi dari cafe tempat pertemuan Roy dan ahli keuangannya. Rupanya Roy sudah tahu akan rencana Debora dan John tentunya dari kamera kamera yang Roy pasang.
"Baiklah tuan siapa penerima uang tersebut?" Kalista siap siap menulis nama yang akan di sebutkan Roy kali ini.
"Namanya Rena Giren. Ini data dirinya yang bisa kamu pergunakan jika kamu mencarinya." Roy menyerahkan biodata terlengkap Rena pada Kalista.
"Baiklah tuan. Semua namanya silahkan anda baca sendiri dan jika ada yang kurang katakan saja." Kalista meminta Roy untuk kembali mengoreksi pekerjaannya.
__ADS_1
Sejenak Roy membaca dengan seksama. Setelah selesai membaca pekerjaan Kalista Roy kembali menyerahkan buku besar itu pada Kalista.
"Sudah pas semua. Kamu boleh membawanya dan simpan catatan itu baik baik. Pergunakan dengan pada waktunya. Untuk uang yang tertuju pada tempat ibadah dan sekolah dan lainnya kamu bisa proses secepatnya, dan jangan lupa milik Hery juga. Tapi yang untuk Rena nanti saja oke. Kamu simpan saja data Rena baik baik. Suatu hari nanti kamu akan memerlukannya. Baiklah selamt siang Nyonya Kalista." Roy selesai dengan pekerjaannya yang satu ini. Saat ini Roy tidak bisa meniggalkan pekerjaan kantornya maka ia memilih untuk mengerjakan tugasnya dan untuk Rena ia bisa kabari dari ponsel dan beruntungnya ia Rena itu sangat memahami keadaan Roy. Rena tidak akan memaksa Roy untuk datang padanya atau apapun. Malah Rena akan menyemangatinya.
Sayang maaf ya aku tidak bisa datang padamu hari ini lagi. Aku ada pekerjaan di kantor. Apa tidak apa apa sayang?
Pesan yang di kirim oleh Roy pada Rena, dan langsung dibaca dengan cepat oleh Rena karna saat ini Rena memang sedang menuggu kabar dari Roy sambil nonton televisi di apartemennya.
Oohh iya tidak apa apa Roy. Ingat makan ya. Jangan terlalu fokus berkerja tapi ingat makan juga perlu sayang, setelah makan baru lanjut kerja lagu. Jaga kesehatanmu itu penting untukku. Dan kamu paham itu.
Pesan dari Rena untuk Roy. Dan Roy membacanya dengan seulas senyum di bibirnya. "Her.. Ayo kita berangkat." Hery menganguk dan keduanya meniggalkan Cafe tersebut dan kini menuju kantor.
Saat di perjalanan Roy mendapat chat dari Rena lagi.
Suamiku... Bolehkah aku pergi berbelanja, aku bosan di apartemen terus kalau ada kamu tidak apa apa di apartemen terus tapi kalau gak ada kamu aku bosan. Bolehkah?
Pesan permintaan Rena kirimkan pada Roy. Dan dengan segera Roy membalasnya karna Roy terbuai oleh kata manis yang Rena kirimkan dengan menggunakan kata suami. Itu cukup membuat hati Roy berbunga bunga.
Iya istriku sayang... Boleh kok siapa yang larang. Dengar ini sayang, di kota ini ada mall yang sangat terkenal, pergilah ke sana dan belilah apa pun yang kamu inginkan. Pakialah kartu yang aku berikan padamu waktu itu. Dan ingat ini baik baik. Jangan terlalu cantik pergi ke sana. Aku akan segera mengirimkan taksi khusus untuk menjemputmu dan menunggumu sampai kamu selesai berbelanja.
__ADS_1
Hayo donk Readers komentnya mna ini Author tunggu tunggu ne yang minta bocoran.. Ayo... mari sini mari...