
Bisma bergumam, "Besar.."
Adel menoleh. "Apanya..?"
"Hah..? Gak ada gak ada.." Bisma melambaikan tangan menyatakan tidak.
"Ya udah, kamu mandi aku mau masak dulu untuk makan malam kita.." Adel hendak berlalu.
"Apa gak langsung pesan online aja.. Kasian kamu kalau harus masak lagi.." Saran Bisma.
"Eemm iya juga ya.. Ya udah kamu mau makan apa... Yuuuk pesan.." Adel mengambil Ponselnya di tas.
"Eemm apa ya..?" Bisma duduk di sofa yang ada di kamar mereka.
Adel datang lagi dan duduk di samping Bisma. Bisma merasa risih melihat tubuh Adel yang terbentuk dengan pakaian yang ia kenakan ini.
"Aku mau soto deh.. Kamu.. Mau apa..? Adel memilih milih lagi.
"Aku mau susu.."
"Hah..?" Adel menoleh pada Bisma.
"Hah..?" Balas Bisma.
"Iisssh kamu itu mau apa.. Kok ah haaahh aah.." Ucap Adel.
"Ehehehehe.. Ya aku mau minumannya susu, terus makanannya seafood aja.." Bisma akhirnya fokus pada makan yang di maksud Adel sejak tadi.
"Ya.. Gitu donk.. Masa di tanya Ah ahaaah.." Ledek Adel
__ADS_1
"Iya.. Adel.." Bisma mengacak rambut Adel.
"Iiisss itu kan.. Ganggu rambut orang lain.." cicit Adel sambil memperbaiki rambutnya.
"Mandi sana.." Titah Bisma.
"Oke aku mandi kamu tunggu pesanannya ya.." Adel berlalu dengan semangat menjula.
"Pyuuuhhh astaga... Adel Adel.." Bisma menggeleng lagi.
***
Roy tertidur dengan nyaman, setelah di pijit Nur.
Nur berbaring di samping Roy dengan nyaman dan memainkan ponselnya.
"Aduh kasian sekali ya kamu Nur.. Malah nikah sama Roy yang sok kaya itu.. Aduh duh ternyata cuma tukang bohong aja.."
"Cari yang baru sayang.."
Ponsel Nur penuh dengan cacian dan ledekan karna terbongkarnya identitas Roy.
"Ck.." Nur melempar ponselnya.
"Aku gak peduli, yang penting Roy milik aku.." Nur memeluk tubuh Roy erat.
"Debora.." Panggil Roy dari tidurnya.
"Haaahh..?" Nur menganggkat kepalanya sedikit.
__ADS_1
Roy hanya mengigau dan memanggil nama Debora dari tidurnya.
***
"Sayang.. Kamu buat aku senang hari ini.." Rena memeluk Hery erat sekali.
"Apa yang buat kamu sesenang ini..? Bukanya selama ini itu yang aku lakukan..?" Hery mengusap perut Rena lembut.
"Aku senang aja.." Rena bermanja menja di lengan kekar Hery.
Flashback on..
Hery dan Rena berserta Alf dan Elf di luar kantor.
"Bi... Tolong bawa Alf dan Elf duluan ke mobil.." Pinta Hery pada pengasuh kedua anaknya.
Sebelum itu Hery menciumi kedua putra putrinya dengan penuh kasih sayang banyak yang melihatnya. Banyak juga yang tersentuh dengan kasih sayang seorang ayah pada Anak anaknya.
Setelah Alf dan Elf di bawa para pengasungnya itu, kini giliran Rena yang mendapatkan cinta dari Hery. Hery menarik Rena ke dalam pelukkannya.
Cup.. Cup.. Cup.. Cup.. Di kecupan yang keempat Hery melu**mat bibir manis Rena sedikit lebih lama tanpa ragu.
Banyak yang mengaku iri melihat betapa besar cinta Hery pada Rena. Tak peduli di depan orang orang itu, sopir taksi, satpam, dan masih banyak lagi yang melihatnya.
Lum**tan indah itu selesai "Aku cinta kamu.." ucap Tegas Hery pada Rena dan di dengar semua orang juga.
"Oowww..." Tak sengaja ada yang tak mampu menahan suaranya karna terhinotis dengan kisah cinta asli di depannya ini.
Hery menoleh dan tersenyum. "Selamat sore.. Permisi.." Hery membawa Rena dalam rangkulannya dan di bawanya masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Flashback off..
Maaf ya hari ini sinyal di tempat Author jelek banget. ya ampun.. pusing author.. padahal ada enam bab ini mau di update..