
Debora turun dari mobil Wigara. Tak lupa lagi ia berterimakasih pada Wigara.
Wigara menatap sekilas rumah yang akan di masukki Debora. Senang rasanya mengetahui salah satu orang kenalannya memiliki rumah tangga yang bahagia seperti Rena dan Hery.
Mungkin banyak yang lupa tapi, Wigara pernah dekat dengan mereka. Bahkan pernah bertemu walaupun tak di sengajai.
..
..
..
..
Hery dan Rena akan pulang, dan perpamitan dengan Bisma dan Adel.
"Jaga diri kamu baik baik, jangan buat Adel susah lagi kasian dia nanti makin kurus.." Cicit Hery.
"Nanti aku bikin dia gemuk.." Sahut Bisam yang membuatnya mendapat tepukkan pipi dari Adel.
"Aah ya udah kami pulang dulu.."
Hery dan Rena masuk dalam mobil, Bisma dan Adel melambaikan tangannya ketika mobil itu menjauh.
"Heeemm dasar adik nakal.." Cicit Bisma.
"Hihhh kamu juga kok.." Adel masuk mendahului Bisma.
"Apa aku lagi?" Tak merasa berdosa.
"Ya gak apa apa kok, gak nyadar aja mungkin.." Sindir Adel lagi.
"Maksud kamu aku nakal juga hah..?" Bisma mengejar Adel dan merangkulnya.
"Iiissshhh merasa kah..?" Adel meledek Bisma lagi meski ia sudah di rangkulan erat Bisma.
__ADS_1
"Ya kamu juga nakal.. Sama aja.."
Bila di lihat mereka seperti pasangan yang romantis saja, Bisma yang selalu jahil pada Adel dan di sambut kenakalan Adel lagi membuat mereka serasi saja. Tapi menurut Bisma itu sama halnya seperti seorang teman.
.
.
.
.
"Debora pasti sudah sampai di rumah.." Ucao Rena di tengah perjalan.
"Ya mungkin...." Mata Hery fokus pada Mobil hitam yang berpapasan dengan mereka saat di persimpangan.
"Itu..??" Hery mengenalnya.
"Siapa itu tadi..?" Rena tak mengenalinya.
"Hah..?" Ren Menggaruk tengkuknya.
"Ya.. Sudahlah.. Mending nanti kamu liat liat belanjaan Denora deh sayang.. Liatin punya dia apa ada yang kurang.. Kalau ada bisa nanti kamu beli buat dia.." Saran Hery seklian mengalihkan pembicaraan.
"Iya sayang pasti." untunglah Rena tak bertanya lagi mobil yang di perhatikan Hery.
"Kenapa dia ke daerah ini.. Bukankah rumahnya di tengah kota.. Apa keperluannya ke sini.. Jangan jangan.." Hery menoleh ke arah Rena yang menikmati sekotak susu di tangannya.
.
.
.
.
__ADS_1
"Wah banyak yang kamu beli ya.." Rena bersama Debora di kamar Debora.
"Ya.. Tadi ada laki laki baik yang meneraktir aku.. Aku sudah tolak tapi dia sampai memohon supaya aku mau terima traktiran dia.. Memang siihh aku bantuin dia pilihkan baju untuk calon keponakkannya juga, tapi gaknya harus traktir aku sebanyak ini kan.." Debora mulai menceritakan kisahnya hari ini.
"Ooohh ya..? Baik sekali dia.."
"Sayang...???" Hery berteriak memanggil Rena.
"Tuh. Suami kamu sudah kangen.." Ledek Debora pada Rena yang berdecak karna Hery berteriak seperti itu.
.
.
.
.
"Apa sayang..? Aku gak nya hilang di tengah hutan.." Rena masuk ke kamarnya dan Hery. Ia sudah melihat Hery di atas tempat tidur.
Rena merangkak naik ke tempat tidur bersama Hery.
Tanpa menunggu Hery langsung menarik Rena dalam peluknya.
"Aku kangen kamu sayang.."
"Hah.. Aku gak kemana juga.." Rena tak percaya yang ia dengar ini.
"Betulan sayang aku kangen kamu.." Rena terkekeh dan memeluk balik Hery.
Rena menduduki tubuh Hery dan setelah itu ia memeluk tubuh Hery. Hery tentu tak menolaknya. Satu, dua ciuman yang di dapatkan Hery dari Rena. Bukan hanya ciuman, tapi gigitan pun di dapatkan Hery.
"Aaww sayang.." Hery tak bisa menahan tawanya dengan tingkah manis istrinya.
Tiba tiba..
__ADS_1