AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 173


__ADS_3

Roy menggelengkan kepalanya.


Nur mengambil ponselnya, lalu dia menghidupkan fyp salah satu aplikasi yang tadi di dengarkan Roy.


"Oohh ya ampun.." Roy sudah mengelus melihat Nur membuka baju tidur bergaya dresnya itu.


Ia rupanya mengenakan baju tipis dan tembus pandang. Sering di gunakan para wanita untuk dinas malam.


Lagu Fyp itu di putar.. Judulnya DJ A nice taste. Tadi Roy mendengarkan lagu itu dan menonton videonya juga. Kali ini Nur langsung memperlihatkannya pada Roy.


Nur mengerakkan tubuhnya mengikuti musik itu. Turun naik, getar sana dan getar sini yang Roy lihat. Roy sangat malu melihatnya. Tak seperti saat ia melihat video video di aplikasi tadi.


"Roy ayo.. Temani aku.." Nur menarik tangan Roy agar ikut ia berjoget.


"Kenapa aku harus ikutan..?" Roy menolak.


"Biar tahu rasanya.. Bukanya cuma nonton dan nikmati pake mata aja.. Sini" Mau tak mau Roy bangkit dan berdiri di belakang Nur.


Tangan Nur membawa tangan Roy berkelana. "Kamu pegang di sini dan satunya di sini.." Menyentuhkan semua asetnya di tangan Roy.


"Nur.. Apa harus gini..?" Roy ragu.


"Ya haruslah.. Kita mulai ya.." musik di putar lagi.


Nur dan Roy mencobanya. Awalnya Roy sangat kaku. Tak berani mengikuti gerakan Nur. Tapi perlaha dan sudah beberapa menit berlalu dari gerakan itu. Roy mencoba untuk pasrah dan menerimanya. Tiba tiba ada kabangkitan dari sana. Rasa yang berbeda Roy rasa.


"Ini seru juga.." Entah Roy terbuai atau memang menyukainya.


"Nur..." Panggil Roy.


"Ya..?" Nur dengan suara menggodanya.


"Aku.." Roy ragu mengatakannya.


"Roy lakukan apa aja yang kamu mau, aku gak akan larang kok.." Nur mendekatkan bahunya ke dagu Roy agar Roy mengadahkan dagu di bahunya.


Roy tak menolak, ia meletakan dagunya di bahu Nur. Nur mulai menggapai bibir Roy dari samping. Roy juga tak menolaknya dan merai bibir Nur juga.


Mungkin inilah tanda rumah tangga Roy dan Debora akan pecah semakin besar. Roy mulai terbuai dengan istri keduanya ini. Mulai tergoda dengan kenikmatan Nur.


Satu jari Roy mulai memasuki goa sempit. Tubuh Nur juga tidak bisa diam. Menahan rasa yang ia rasa. Musik yang menghasut Roy melakukan ini terus terputar.


Tak lama kemudian dua jari pun di coba. Nur mulai meleguh. Roy kesenangan.


"Ayo Nur.. Lanjutkan.. Katana mau Live.." Roy meladeni Nur sepenuhnya malam ini.


"Ooohh Roy ku.." Nur hanyut juga dalam pelayanan Roy.


"Aaaaaaa.."


Suara suara misterius yang terdengar. Panggilan dengan desa**an bercampur menjadi satu.


***


Debora juga sama, ia menghabiskan waktu siangnya ini dengan menonton video di ponselnya. Berbagai macam video juga ia tonton.


Tapi lebih banyak Debora mencari toturial mengabadikan foto yang aestentik.

__ADS_1


"Aku memerlukannya nanti untuk mengabadikan foto Baby ini.." Pikiran Debora hanya satu, yaitu bayi kesayangannya.


"Debora.." Rena datang dengan semangatnya. Ia juga datang membawa sesuatu di tangannya.


"Akan kita coba.." Rena mengedipkan matanya.


Debora setuju.


Entah apa yang di lakukan kedua wanita ini. Sepertinya rencana yang besar sekali sehingga membutuhkan langkah langkah yang perlahan dan berhati hati sekali.


Hery juga menyusul berserta baby Alf dab Elf di kereta dorong mereka.


"Haahh kalian berdua yakin..?" Hery bertanya.


"Ya tentu saja sayang.. Kamu temani aja Alf dan Elf main.." Titah Rena.


"Eeemm.." Hery mengangguk pasrah saja.


***


"Nur.. Kamu.. Aaahh.." Roy pasrah dan sangat kelelahan malam ini.


"Apa yang gak untuk kamu Roy... Aku ini milik kamu sepenuhnya. Kapan pun kamu mau aku siap kok.." Nur mengelus pipi Roy yang sedang memeluknya.


"Eeemm ya.. Aku menyukainya.." Roy terlelap dalam tidurnya dan terus memeluk Nur.


"Kamu milikku Roy.." Nur sangat suka malam ini. Tentu ia akan mengenang malam ini selamanya.


***


"Oohh jadi kamu pulang hari ini..? Nanti malam sampai di sini..?" Roy mendapat kabar dari Debora kalau ia akan segera pulang ke tanah Air.


"Ya aku juga gak sabar ni sayang.." Roy merasa senang juga. Tapi seperti ada yang kurang di hatinya.


"Oke aku lanjut siap siap lagi ya.." pamit Debora.


"Eeem ya sayang.."


Panggilan pun terputus.


"Jadi Debora akan pulang dan sampai malam ini.. Yaaahhh.. Gak bisa lagi deh kita main joget bareng.." Nur bermain main dengan dada Roy.


"Ya gak apa apa kok" Roy pura pura jual mahal.


"Heeemm padahal baru malam tadi seru banget.. Tapi malam selanjutnya..." Nur memasang wajah sedih.


"Heeemm, mana ada tadi malam yang seru.. Kalau menurut kamu itu, tiap malam seru seru aja kok.." Roy tak peduli dengan Nur yang menggaggunya.


"Ya tapi baru semalam kamu nikmati aku.." Roy memutar matanya jengah.


"Sudah sana aku mau balik ke kamar.." Roy bangkit meninggalkan Nur.


"Liat aja nanti, kamu pasti rindu goyangan aku.." Nur sangat percaya diri.


***


Rena juga sedang bersiap siap. Ia juga di bantu Hery.

__ADS_1


"Sayang, aku ada hadiah untuk kamu.." Hery menyerahkan paperbag pada Rena.


"Apa ini sayang..?" Rena membukanya dan ternyata baju dinas malam yang Hery bilang hadiah untuk Rena.


Dan ternyata bukan hanya satu baju tapi melainkan beberapa baju yang Hery suka gayanya, motifnya, dan juga warnanya.


"Astaga sayang ini terlalu terbuka.. Kenapa gak usah pake baju aja.." Hery langsung menyipitkan mata mendengarnya.


"Jadi langsung aja gitu ya...?" Hery menarik Rena dalam peluknya.


"Hery kita mau siap, bukan mau yang lain looo.." Rena mengingatkan.


"Ayo sayang ini masih siang kok.. Kan barangkat Sore.." Hery langsung membawa Rena ke tempat tidur mereka.


"Rena sayang.. Kamu makin berisi.. Aku suka..." Hery sangat mengagumi tubuh istrinya yang tak kalah indah.


Apalagi tubuh terjaga Rena yang selalu membuat Hery candu sekali.


"Ya.. Aku juga suka yang sekarang.. Sering buat suami aku gak bisa jauh dari aku.." Rena menerima apa pun yang Hery lakukan pada tubuhnya.


"Aku cinta kamu Hery.." Dari balik desa**an Rena.


"Ya aku lebih mencintai kamu sayang.."


***


Roy bersiap untuk kedatangan Debora. Rasa senang dan rindunya bersatu padu.


"Akhirnya aku akan bebas dari Nur.." gumam Roy.


"Ya.. Tapi walau pun begitu.. Aku tetap pasang dinding kedap suara di kamar kita sayang.." Nur tiba tiba muncuk seperti hantu.


"Dinding kedap suara..?" Roy menyerngitkan alisnya.


"Ya.. Aku baru beli tadi.."


"Tapi untuk apa..?" Roy tak mengerti.


"Takut takut aku akan Live Streaming lagi dan buat orang orang terpana dengan kacantikan aku.." Nur tersenyum penuh arti.


"Hah..?" Roy berpikir sejenak.


"Kamu..." Roy akhirnya mengerti.


"Ya sayang.. Kamu kan tau kalau aku ini seleb.. Aku bisa aja kan melakukan yang aku mau di dalam kamar aku.. Putar musik misalnya, aku gak mau kalian yang lain terganggu sama kebisingan yang aku buat nanti.." Roy berkacak pinggang.


"Nur.. Jangan macam macam ya.. Awas kamu..." Roy mengancam.


"Ya aku gak akan ngapa ngapain kok, tapi kayaknya ada yang akan tergoda nanti looo.." Setelah mengatakan itu Nur pergi dari kamar Roy dan Debora.


"Wanita ini..." Roy mengenggamkan tangannya


Penerbangan Debora dan lainnya sudah mengudara, Debora senang sekali ia akan segera pulang dan memeluk Roy.


Sedangkan di kamar Nur...


__ADS_1



Off dulu..


__ADS_2