AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 68


__ADS_3

BUGH...


Hery memeluk Rena dengan eratnya karna sangkin khawatirnya.


"Rena aku sangat mengkhawatirkan kamu... Kenapa kamu selalu tidak menjawab telpon dari aku... Aku sangat mengkhawatirkan kamu dan anakmu Rena..." Ucap Hery dari balik peluknya pada Rena.


Rena hanya bisa mendengarkan ucapan ucapan dari Hery itu.


"Hery...?" Terdengar suara Rena dari pelukan Hery ang berlangsugn beberapa menit ini.


"Aah maaf aku hanya..." Hery melepas peluknya dan mengelap keringatnya di keningnya.


"Apa kamu sudah makan...?" Alih Hery langsung setelah ia merasa baik baik saja.


"Iya aku sudah makan... Walau cuma donat aja..." Ucap Rena lagi seperti biasa layaknya tidak ada masalah sama sekali yang menerpanya.


"Ooohh gitu ya... Apa aku terlambat ya..?" Tanya Hery tampak sedih karna keterlambatannya.


"Aahh tidak kok..." Ucap Rena menyadari ekspresi Hery yabg kecewa pada dirinya sendiri.


"Tapi apa kamu benar benar baik baik saja...?" Tanya Ulang Hery.


"Iya aku baik baik saja Her... Kamu gak perlu khawatir..." Ucap Rena lagi kali ini ja tersenyum seperti biasa.


"Bagaimana aku bisa gak khawatir sama kamu... Kamu lagi mengandung dan perlu banyak perhatian Re..." Ucal Hery posesif dengan kandungan Rena.


"Hehehee... Iya iya... Kamu tenang aja Hery..." Rena memegangi bahu Hery.


"Aku bisa jagi diri aku sendiri kok... Makasih ya udah ada selalu buat ku sama Baby... Aku yakin nanti kalau di udah besar di pasti minta perlindungn dari kamu juga..." ucap Rena menenangnkan Hery yang masih tampak sngat khawatir.


Detak jantung Hery serasa terhenti sejenak mendengarkan ucapan Rena barusan.


"Rena... Aku punya satu permintaan Aneh yang mungkin kamu gak mau..." Ucap Hery tiba tiba.


***

__ADS_1


Roy kini melamun di taman belakang rumahnya, ia duduk seorang diri tanpa ada yang menemani.


Setelah beberapa saat kemudian Eyang datang dengan syal di lehernya "Roy... Kok di luar malam malam gini... Gak baikl lo..." Ucap Eyang dan duduk di samping Roy.


"Eh Eyang... Gak kok Roy cuma lagi cari angin segar..." Ucap Roy


"Roy Eyang lihat kamu sangat aneh... kamu kenapa... Apa yang mengganggu pikiran kamu... Eyang sangat tahu kamu Roy.. Kamu itu kalau begini pasti lagi ada yang kamu pikirkan.. Coba cerita sama Eyang..." Bujuk Eyang yang menyadari tingkah laku Roy belakangan ini.


"Eyang... Bagaimana menurut Eyang tentang wanita yang mennghianati pasangannya Eyang...?" Tanya Roy langsung tanpa basa basi.


"Hah... Apa apaan pertanyaan kamu itu..? Eyang gak sukalah.. Mana ada seorang pun yang mau di hianati pasangannya..." Uca Eyang.


"Tapi Eyang... Bagaimana kalau..."


"Eyang... Roy... Kalian di sini..." Debora juga datang di saat yang tidak tepat.


Kerdatangan Debora ini tentu saja merusak mood Roy lagi yang tadinya ingin mengatakan semuanya pada sang Eyang tapi malah di ganggu oleh Debora.


"Ya Bora.. Sini gabung sama Eyang dan Roy... Anak kamu juga pasti mau sama sama keluarganya juga kan... Ada buyutnya ada Ayahnya dan ibunya juga pasti di senang..." Eyang menarik tangan Debora dengan lembut dan mengelus elus perut Debora juga.


"Iya Eyang... Anakku sangat merindukan Ayahnya..." Bisik Debora dengan Sang Eyang.


Sudah beberapa Menut Debora bersama dengan Eyang dan juga Roy. Roy semakin tidak betah karna pembicaraan antara Debora dan Sang Eyang tidaklah penting untuknya.


"Eyang... Anak ini pasti akan sangat mirip dengan Roy kan... Eeemmm.. Aku paling suka bibirnya, semoga saja baby nanti mengambil bentuk Bibir Roy..." Ucal Debora Riang.


"Coh Coba saja kalau anakmu itu bisa mirip dengan aku... Paling paling juga ambil muka jelek si John..." Maki maki Roy dalam hatinya tak di dengar di telinga Eyang dan juga Debora.


"Pastilah... Ini kan anak Roy... " Ucap Eyang bagaikan menghina Debora tanpa sengaja. Tapi itukan yang benar benar Eyanh pikirkan.


Sejenak Debora pangling dengan ucapan Dari Eyang itu yang sepertu sedang menghinanya, padahal tadikan Debora datang tepat Waktu sebelum Roy mengatakan yang sebenarnya Pada Eyang.


"Hehehe.. Iya Eyang..." Ucap Singkat Debora.


"Eyang ini sudah malam, Kalau Eyang dan Debora masih mau mengobrol maka aku akan duluan ke dalam..." Ucal Roy permisi.

__ADS_1


"Kamu gak bawa istri kamu Roy...?" Tanya Eyang.


"Aku lihat tadi Eyang dan Debora asik sekali ngobrolnya jadi ya aku biarin ajalah..." Ucap Roy acuh dan langsung saja meninggalkan Eyang dan Debora dari Taman itu.


"Ya ampun Roy gak ada pekanya apa.. Debora mau di sayang sayang kok.." Ucap Eyang jengkel dengan perangai Roy sekarang.


"Gak papa Eyang kan Debora udah bilang anak ini nantinya mirip banget Roy, liat aja perilaku Roy yang sekarang Eyang... Mungkin aja itu bawaan baby ini..." Ucap Debora sok tahu.


"Aahh iya ya. Terserahlah... Ayo kita juga masuk dan istirahat. Eyang yakin Roy pasti tungguin kamu di kamar. Tapi ingat ya Debora... Kalau sayang sayangan sama Roy jangan kasar kasar... Ingat itu ada babymu.." Ucap Eyang dan mengelus elus punggung Debora sambil keduanya masuk ke dalam rumah.


Roy sudah di dalam kamarnya dan sudah di balik selimutnya, Debora masuk dan merasa senang karna pintunya tidak di kunci lagi oleh Roy.


Debora menengok dan melihat Roy benar benar ada di balik selimut itu. Debora pun berlalu menuju kamar mandi, entah apa yang ia lakukan Roy pun tidak tahu jelasnya.


Roy kini tak peduli dengan apa yang Debora lakukan. Kini Roy hanya mengingat ingat momen momen romantisnya dan hotnya bersama Rena. Roy sangat merindukannya malam ini yang mungkin menandakan baby yang di kandung Rena merindukan ayahnya juga.


Tak kama kemudian ponsel Roy bebunyi, Roy kira itu dari Hery ternyata bukan, itu nomer Debora yang mengirimnya pesan singkat.


Hei... Lihat ini.."


Isi pesan singkat itu. Tak lama kemudian Debora keluar dari kamar mandi dengan langkah percaya diri.


Mata Roy membulat melihat Debora entah apa yang si pikirkan Roy ketika melihat Debora setelah ia membayangkan Rena.


Debora pun senant ia bisa mengambil perhatian Roy. Senyum nakal pun ia keluarkan demi menggoda suaminya itu. Roy ingin menghentikan tatapannya itu tapi entah mengapa ia terus ingin memandangnya. Pemandangan yang belakangan ini jarang ia lihat.


***


Masih di apartemen Rena, Hery masih menunggu jawaban dari Rena.


"Rena... Aku ada satu permintaan yang mungkin kamu gak mau..." Ucap Hery dengan lantang pada Rena dan Rena pun menjadi tegang dengan ucapan Hery itu.


Rena...


***

__ADS_1


Roy....


Hayoooo... like looo kalau suka... jangan berbohong... Satu like kalian sngat berarti..


__ADS_2