13 Pembunuh

13 Pembunuh
Pertarungan di lorong.


__ADS_3

Dua golok merah darah berkelebat cepat, gerakannya menyilang bagaikan gunting, menjepit sekaligus memotong. sasarannya adalah leher Ki Ageng Bronto alias Pendekar Golok Bayangan Setan. orang bertubuh tambun ini jelas tidak mau terpotong lehernya hingga buru- buru mundur setindak dan membacokan goloknya melintang ke depan untuk melindungi leher dan dadanya.


'Whuut., whuut.!'


'Chraak., traang.!'


Tiga senjata maut bertemu. dua golok kembar merah darah terlihat berusaha terus mendesak serta menggunting, sementara golok bergagang tulang manusia tetap menangkis dan bertahan, tapi kejab berikutnya ketiga golok itu sudah kembali saling membabat dan membacok dengan sengitnya hingga di sepanjang lorong rahasia itu diselimuti gulungan sinar biru kehitaman dan cahaya merah darah yang saling libas dengan ganasnya. dua belas jurus berlalu dengan cepat, hingga kemudian terdengar benturan senjata yang sangat nyaring diikuti terpisahnya dua sosok tubuh si pemilik golok.!


Ki Ageng Bronto berdiri sedikit terbungkuk. pakaiannya yang terbuat dari kain mahal berwarna gelap terlihat robek di bagian dada hingga ke perut dekat pusarnya. meskipun begitu luka yang dia terima tidaklah parah hanya tergores tipis agak panjang. darah sedikit merembes dari kulitnya yang terluka.


Dengan komat- kamit sebentar dia meludahi telapak tangan kirinya sendiri lalu diusapkan ke dada dan perutnya yang terluka. hebatnya luka itu berhenti mengalirkan darah. bahkan goresan lukanyapun seakan menutup.


Ki Ageng Bronto menatap dingin sosok berjubah merah yang berdiri sepuluh langkah di depannya. tubuh orang ini gemuk rada pendek, berkepala botak sebelah atas sementara bagian pinggir dan belakang berambut lurus tipis dan panjang sebahu. muka manusia ini putih pucat mengkilap dihiasi kumis dan alis panjang menjuntai. pada bahu kiri dan sudut bibirnya meneteskan darah. dalam bentrokan tadi meskipun dia sanggup menggores dada dan perut lawannya tapi sebuah bacokan golok dan tendangan keras juga harus dia terima dari lawannya.


Manusia berjubah merah itu rentangkan kedua tangannya yang memegang dua buah golok pendek bermata gergaji sebelah. golok kembar itu terlihat mengeluarkan cahaya dan asap merah lebih tajam saat terkena tetesan darah dari luka Ki Ageng Bronto.


''Rupanya kau ini si 'Golok Siluman Kembar Penghisap Darah.!'' geram Ki Ageng Bronto saat mengenali senjata lawannya. dalam hatinya orang ini sadar jika orang yang menjadi lawannya itu bukanlah pesilat sembarangan. orang ini sudah pernah bertarung dengannya kira- kira dua puluh tahun silam. waktu itu Ki Ageng Bronto baru sebulan dilepas oleh gurunya untuk mencari pengalaman.


Dalam pengembaraannya tanpa sengaja dia melihat seorang nenek tua sedang dikeroyok oleh tiga orang pendekar. meskipun sudah kewalahan dan luka- luka tapi orang tua itu tetap gigih bertarung hingga menimbulkan rasa simpati di hati Ki Ageng Bronto. tanpa perduli berhadapan dengan siapa dia nekat membantu nenek tua yang belum dikenalnya itu.


Dengan golok Bayangan Setannya dia berhasil membuntungi lengan kiri salah satu lawannya yang langsung kabur dengan membawa luka parah. satu orang lagi terbunuh oleh orang tua itu. sedang yang terakhir berhasil menyusul kabur setelah sempat kirimkan bacokan golok bergerigi kembarnya yang menebarkan cahaya merah darah secara beruntun, hingga sempat merobek bahu dan lengan si orang tua sekaligus membuat Ki Ageng Bronto tersurut mundur. meskipun sekilas, tapi dia sempat melihat kalau saat golok merah itu berhasil mengores lengan bahu orang tua itu, darah lawannya seakan terhisap golok dan cahaya merahnya menjadi semakin terang.


Dari keterangan nenek tua yang di tolongnya itulah Ki Ageng Bronto mengetahui kalau orang terakhir yang berhasil kabur tadi adalah seorang tokoh silat jahat berjulukan 'Golok Siluman Kembar Penghisap Darah.' tapi ada sebagian orang yang menyebutnya sebagai 'Siluman Berwajah Cermin.!' entah kenapa dia disebut seperti itu.


Nenek itu sepertinya seorang tabib karena luka sayatan golok di lengan bahunya yang terlihat parah dan mengandung racun ganas dengan mudah dapat di sembuhkan. sebagai balasan nenek tua itu memberinya dua buah pil ramuan obat yang dapat memunahkan racun dan menambah kekuatan tenaga sakti.

__ADS_1


''Untung saja aku memiliki dua buah pil obat pemberian nenek tua itu, hingga diriku masih bisa bertahan hidup meskipun sempat terluka akibat serangan gelap beberapa tahun silam..'' Ki Ageng Bronto mengenang masa lalu.


''Hak., ha., walaupun sudah lebih dari dua puluh tahun lamanya tidak bertemu, tapi rupanya kau masih bisa mengenaliku Ki Ageng Bronto. agaknya pertemuan pertama kita membawa kesan di dalam hatimu.!''


''Hmm., mungkin itu bisa melapangkan jalanmu menuju alam kematian. waktu para pentolan 13 Pembunuh menawariku untuk bergabung aku langsung menolak. tapi saat mereka bilang kalau dirikulah yang akan menggantikanmu, langsung saja aku setuju. karena terus terang saja selama ini aku tidak berani menantangmu karena ada kelompok 13 Pembunuh yang berada di belakangmu.!'' ujar Sepasang Golok Siluman Penghisap Darah dengan suara bengis.


Pendekar Golok Bayangan Setan Ki Ageng Bronto tercekat. ''Rupanya samaranku sudah di ketahui oleh kelompok 13 Pembunuh, dan orang ini diutus untuk membunuhku. aku harus secepatnya menghabisinya lalu kabur sejauh mungkin. sialan., padahal aku sudah bisa hidup dengan sangat nyaman di sini..''


Saat otaknya berpikir golok di tangannya sudah langsung bergerak kirimkan tiga tusukan yang diakhiri dengan empat buah bacokan golok bersilangan. gelombang angin cahaya biru kehitaman yang dibarengi suara jeritan seram dan bayangan tujuh wajah setan menggebrak dahsyat. jurus Bayangan Tujuh Setan Lapar Meraung langsung keluar memburu korbannya.!


Sepasang Golok Siluman Penghisap Darah Tersentak. untuk menghindar sangat sulit karena lorong itu agak sempit. maka secepat kilat dia memutar golok kembarnya untuk membendung serangan lawan. gerakan jurusnya tetap lebih banyak menjepit, merobek dan menggunting. dua larik sinar merah darah berkelebat membentuk perisai sekaligus memotong jurus serangan lawan. dua kekuatan golok sakti bentrok di udara.!


'Whuuut., bheet., beet.!'


Tujuh serangan maut dalam satu jurus. empat berhasil di tangkis dan satu bacokan dibuat mental. tapi dua tusukan golok Bayangan Setan mampu lolos membongkar perisai pertahanan Sepasang Golok Siluman Penghisap Darah. orang berjubah merah ini menggerung buas saat tusukan golok Ki Ageng Bronto menambah parah luka di bahu kirinya. dengan tumpuan kaki kiri dia berusaha untuk mencelat mundur ke belakang tapi ujung mata golok lawan terus memburunya.


''Setan jahanam .!'' rutuk si botak marah bercampur panik sambil menendang salah satu mayat berbaju hijau ke depan. tanpa ampun mayat itupun hancur menjadi tujuh potongan tubuh di makan keganasan Golok Bayangan Setan. darah mayat yang mulai mendingin dan menebar bau anyir seketika berhamburan membasahi dinding lorong.


''Hak., ha., ha., mampuslah kau keparat.!'' seru Ki Ageng Bronto terbahak. lawannya sudah terpojok, dua tiga jengkal lagi Golok Bayangan Setan bakal berhasil memenggal kepalanya yang saat itu seakan sudah menunduk pasrah. detik berikutnya wajah itu menyentak terangkat. selapis cahaya aneh berkilauan memancar. Pendekar Golok Bayangan Setan tersentak kaget bukan kepalang, karena seumur hidup dia belum pernah melihat kejadian di depannya.!


Dua orang yang berkelebat cepat menyusuri tepian sungai kecil itu hentikan laju larinya hampir bersamaan saat mereka tiba didepan sebuah gubuk reot. seorang diantaranya yang bertubuh kecil berbaju kuning ringkas jatuhkan sesosok tubuh manusia berkulit hitam dan berbaju tambalan compang- camping ke tanah. terdengar suara keluhan kesakitan dari mulut sosok berdandan pengemis itu.


''Huhm., kalau saja bukan karena perintah, aku tidak bakal sudi melakukan ini..!'' dengus orang berbaju kuning itu kesal. ujung kakinya sempat menyepak kepala si pengemis. dia sebenarnya seorang perempuan sangat cantik, hanya sayangnya di balik cadar kuning tembus pandangnya seakan terlihat ada titik- titik kemerahan berbentuk seekor laba- laba di pipi kirinya yang putih halus.


''Kau benar Putri Penjerat manisku., lagi pula apa hebatnya orang ini sampai atasan memerintah kita berdua untuk menolongnya. kurasa gembel jelek ini tidak pantas untuk menjadi anggota dari 13 Pembunuh.!'' ujar orang yang tinggi jangkung berjubah hitam dan memakai sejenis topi tinggi berwarna merah. ''Aku juga terpaksa menyalurkan tenaga dalamku untuk memberinya kekuatan agar dia tidak sampai mampus. Bah, sialan.!'' gerutunya.

__ADS_1


Kalau di lihat dari keadaannya bisa di pastikan kalau kedua orang ini adalah si Laba- Laba Kuning dan Datuk Tinggi Mayat Besi, pembunuh nomor empat dan nomor tujuh dalam perkumpulan 13 Pembunuh. juga sosok yang tergeletak di tanah itu pastinya adalah Pengemis Watu Item.


Kedua orang itu terdiam saat dari balik gubuk reot itu muncul seorang pria tampan berjubah hijau yang terlihat halus dan santun berjalan perlahan sambil mengukir boneka kayu. tangannya yang putih halus dan terawat terlihat begitu terampil memainkan pisau kecilnya.


Pria empat puluh lima tahunan ini tersenyum puas saat hasil ukirannya selesai. sebuah patung kayu kecil berbentuk tubuh telanjang dari seorang wanita cantik yang begitu hidup seakan bernyawa.!


Orang yang bukan lain adalah Kamajaya si Pendekar Romantis Pencabut Nyawa itu perlihatkan patung kayu di tangannya pada bawahannya. ''Banyak perempuan cantik yang aku kenal dalam kehidupanku tapi tidak ada satupun yang dapat menandinginya. padahal aku cuma pernah sekali saja bercinta dengannya..''


''Putri Penjerat, si Laba- Laba Kuning yang manis., apa menurutmu karyaku ini mirip dengan seseorang yang kau kenal.?'' tanya Kamajaya santun.


Tanpa sadar wanita pembunuh nomor empat itu tersurut mundur, meskipun hanya sebuah patung kayu, tapi semua yang terukir di sana sungguh sangat persis dengan seorang wanita cantik yang dia kenal sebagai si nomor dua belas dalam 13 Pembunuh., Dewi Malam Beracun.!


*****


Pengumuman., (dan pengakuan.,πŸ˜€πŸ˜“)


Asalamualaikum Wrb., Salam sejahtera buat kita semua.


Tanpa pernah saya sangka novel silat ( gaya jadul) 13 Pembunuh sudah lebih dari 100 episode., Terima kasih πŸ™ banyak atas semua kritik, saran, likeπŸ‘, komen, vote dan dukungan yang para Reader berikan kepada Kami., kenapa kami kok bukan saya.?


Karena awalnya novel ini dibuat oleh adik saya yang cowok sampai kira- kira episode 25 (atau 26, 27 yah?πŸ€” mboh lah.,) terus dia kerja ke LN jdi TKI konstruksi. nah iseng- iseng novelnya saya teruskan sampai sekarang. (tentunya di bantu dia yang chat lewat WA)


Pastinya masih sangat banyak kekurangan dalam penulisan novel ini, juga kalau ada kata yang kurang berkenan Author mohon maaf.., sejujurnya saya ngak nyangka bisa lebih 100K., perkiraan genre novel gaya jadul ini paling cuma 50K (gak nyampek.,) sekali lagi Terimakasih., Matur suwun., Thankyou.,πŸ™πŸ‘πŸ‘ŒπŸ€—.


Harapnya sih novel ini bisa cepet tamat., (Lha cuapek bos Qu.,) oke sekali lagi Terimakasih., Wasalamualaikum Wrb, Salam Sejahtera Selalu.,πŸ‘ΆπŸ˜˜πŸ£πŸ‘

__ADS_1


__ADS_2