
Sinar mentari pagi baru saja muncul di pinggiran kadipaten Wonokerto. di saat para penduduknya mulai melakukan kegiatannya sehari- hari, agak jauh di luar gapura sebelah timur kadipaten Wonokerto juga terjadi suatu peristiwa yang menggegerkan. disana sudah sejak hari masih di liputi kegelapan telah muncul beberapa orang aneh dan seram. kalau dilihat mereka ini berasal dari kalangan rimba persilatan.
Semakin mendekati pagi hari, jumlah mereka yang datang semakin bertambah banyak hingga saat pagi tiba sudah lebih ratusan orang yang tiba di sana. mereka ada yang datang seorang diri, berdua atau lebih. tapi beberapa ada pula yang muncul dalam suatu kelompok.
Di lihat dari lambang bendera yang mereka bawa, beberapa kelompok itu ada yang berasal dari suatu aliran padepokan silat, perkumpulan- perkumpulan kaum persilatan, para bangsawan dan prajurit kerajaan, bahkan sampai gerombolan begal rampok.
Saat ini hampir semua orang yang hadir di sana sama mengelilingi empat sosok kurus seperti mayat berjubah hijau yang sedang berhadapan dengan dua orang pria setengah umur yang bertubuh sangat pendek. satu berambut jabrik sedangkan seorang lagi kepalanya plontos.
Semua orang yang melihat enam orang yang saling berhadapan itu sama mengharapkan keenam orang itu cepat saling bunuh lalu sama- sama tewas. karena makin berkurang orang, semakin sedikit pula saingan yang harus di hadapi untuk mendapatkan peti kayu cendana hitam, tempat tersimpannya peta rahasia istana Angsa Emas.!
Ratusan orang yang hadir seakan membuat lingkaran besar. mereka semua sengaja berdiam diri menjaga jarak, saling curiga dan menunggu kelengahan para pesaingnya. begitu ada kesempatan nyawa lawan langsung tercabut.
Semua bisa dibuktikan dengan terkaparnya tubuh beberapa orang di dekat lingkaran besar manusia itu. padahal enam orang yang sedang berhadapan malah belum saling baku hantam untuk beradu ilmu kesaktian.
Di tengah gelanggang itu dua nama pesilat ternama dari golongan hitam sudah saling berhadapan. 'Empat Mayat Hijau' bakalan bentrok dengan 'Sepasang Iblis Cebol.' kedua pihak sudah terlibat keributan sejak awal pagi. kedua orang pendek ini sudah tidak sabaran ingin menggebrak, tapi kehadiran demikian banyak orang persilatan yang di luar perhitungan membuat Sepasang Iblis Cebol mesti berpikir ulang.
''Di hadapan banyak kaum persilatan begini, kurasa terlalu berbahaya jika merebut peta wasiat itu secara langsung., apa tidak sebaiknya kita berdua menyingkir dulu..'' bisik 'Iblis Cebol Rambut Jabrik' kepada rekannya sambil melirik sekeliling tempat.
''Kau benar., tapi kita sudah kepalang basah. lebih baik kita merebut peta wasiat istana Angsa Emas itu sekarang juga dari tangan Empat Mayat Hijau..''
''Soal Kabur., kita bisa perintahkan banyak anak buah kita untuk menghabisi mereka yang berani mencoba menghalangi jalan mundur kita setelah berhasil merebut peta itu.!'' balas 'Iblis Cebol Kepala Plontos' pada kawannya.
Meskipun rada ragu tapi Iblis Cebol Rambut Jabrik juga tidak membantah, bahkan orang ini yang lebih dulu berkoar- koar menantang Empat Mayat Hijau.
__ADS_1
''Sudah cukup basa- basinya., sekarang juga berikan peta rahasia istana Angsa Emas itu pada kami atau kami buat kalian berempat jadi mayat tanpa kuburan di tempat ini.!''
''Tidak perlu lagi banyak bicara., secepatnya kita habisi saja mereka..'' potong Iblis Cebol Kepala Plontos sambil genjot tubuhnya mencelat dua tombak ke udara di susul kawannya yang berambut jabrik. disini dapat di ketahui ilmu meringankan tubuh kedua manusia bertubuh kate ini lumayan tinggi. beberapa tokoh silat yang hadir sempat berdecak kagum melihat gerakan keduanya yang sangat enteng.
Dari atas sana keduanya membuat tiga kali putaran salto lantas dua pasang kepalan tangan mereka mengepruk seiring tubuhnya yang meluruk deras ke bawah. terasa gumpalan arus tenaga seberat ratusan kati yang di sertai suara menghentak keras datang menindih kepala Empat Mayat Hijau. gulungan angin dan asap panas turut juga menyambar.!
''Jurus 'Tumbukan Kembar Palu Geledek.!' seru Empat Mayat Hijau hampir bersamaan. tanpa bersepakat mereka cepat melompat turun dari atas kudanya sambil balas hantamkan telapak tangan yang membawa gelombang angin serta cairan hijau kental di penuhi racun.
'Whuuuk., Wheees., Bhuuuk.!'
'Dheees., Braaak., Praaaak.!'
Batok kepala dari Empat Mayat Hijau lolos dari hantaman kepalan lawan, tapi sebagai gantinya kepala empat ekor kudanya hancur rengkah dengan darah otak berhamburan. keempat binatang tunggangan itu langsung roboh tanpa sempat meringkik.
''Bangsat sial., Keparat.!'' maki Sepasang Iblis Cebol gusar. ini bukan saja karena serangan pertamanya gagal membunuh Empat Mayat Hijau, tapi juga mesti berkelit saat masih berada di tengah udara untuk menghindari serangan balasan lawan berupa pukulan lendir hijau yang mengandung racun ganas.
Empat Mayat Hijau menggembor buas. tidak mau kehilangan kesempatan tubuh mereka berkekebat menggempur lawannya. dua orang mengeroyok si jabrik, dua sisanya mengurung si plontos dengan pukulan lendir hijau beracun yang di namai 'Tapak Lendir Mayat Hijau' itu. siapapun yang terkena ilmu pukulan ini akan mati dengan raga seperti busuk meleleh berlendir hijau.
Korban pertama dari ilmu jahat itu justru menimpa tiga orang yang tanpa sadar berdiri agak dekat dengan pertarungan. saat ilmu 'Tapak Lendir Mayat Hijau' bentrok dengan jurus 'Tumbukan Kembar Palu Geledek' gumpalan lendir hijau beracun itu terpecah semburat ke beberapa arah. ketiga orang itu tidak sempat menghindar hingga terkena percikan lendir beracun.
Akibatnya mereka meraung kesakitan. satu orang yang terkena di bagian leher langsung berkelojotan dan mati dengan lubang di leher mengeluarkan cairan hijau busuk. satu lagi terkena bagian pergelangan tangan kirinya, tapi orang ini bertindak cukup cepat dengan langsung memotong putus tangan kirinya menggunakan sebatang golok.!
Orang terakhir yang terkena di bagian bahu rupanya punya bekal ilmu lebih tinggi. dengan gerakan cepat dia menotok beberapa urat besar di lengan bahu kirinya untuk mencegah racun menjalar. dengan sebatang pisau dia mengiris kulit bahu yang terkena cipratan lendir beracun lalu di buangnya.
__ADS_1
Manusia tinggi kekar berambut pendek yang hanya memakai celana hitam sebatas lutut dan ikat pinggang besar dari kulit buaya ini menelan beberapa butir obat penangkal racun, sisanya di balurkan pada mulut lukanya lalu menjauh dan duduk bersemedi. hebatnya semua gerakan ini dilakukan hanya dalam waktu beberapa kejap mata saja.
Dalam kalangan enam sosok tubuh masih terlibat pertarungan yang sengit. tapi korban malah mulai berjatuhan dari kaum persilatan yang menontonnya. orang tinggi kekar telanjang dada yang sedang duduk bersila mengatur pernafasan untuk kesembuhan diri dari racun itu di hampiri secara senyap oleh dua orang pria wanita muda.
Tanpa banyak bicara keduanya langsung menikam punggung dan leher si tinggi kekar. meskipun sudah berusaha menghindar dan menghantam balik tapi serangan pedang dua orang ini begitu cepat dan kejam. hanya dua jurus lewat si tinggi kekar sudah jatuh terkapar bersimbah darah.
''Pem., bokong., li., licik., kep., pa, rat.!'' maki orang itu gusar sebelum dia mati mendelik penasaran.
''Hii., hi., hi., dalam persaingan siapa cepat dia yang dapat. salah sendiri kau lengah..''
''Huhm., orang bilang Ki Cula Bajul adalah gembong perampok yang sulit dikalahkan, tapi sekarang dia sudah menjadi bangkai.!'' dua orang yang masih berumur tiga puluhan tahun itu tertawa mengejek. tapi kejap berikutnya tawa mereka terhenti berganti suara tercekik dan mengorok semburkan darah segar sebelum tewas dengan leher nyaris putus setelah terbelit dua buah cambuk besi berduri. semua orang menjadi geger melihat siapa yang berbuat.
''Mereka orang- orang dari pulau 'Gagak Hantu'. anak buah 'Ratu Siluman Gagak' sudah mulai bergerak.!'' seru seseorang panik.
''Jangan sampai kita ketinggalan., lebih baik sekarang juga ikut mendahului menyerang Empat Mayat Hijau.!'' perintah seorang tua yang menjadi ketua salah satu perguruan silat yang hadir di sana. tapi belum sempat dia dan para muridnya maju menyerbu, sudah ada perkumpulan lain yang datang menghadangnya.
''Haa., ha., ha., padepokan silat 'Pangrango Sakti' jauh- jauh datang kemari cuma untuk dimusnahkan., anak- anak habisi mereka.!'' teriak seorang perempuan setengah tua berkepala botak kemerahan bertubuh kecil, yang membekal tombak trisula kuning.
Serentak belasan orang menyerbu anggota perguruan silat Pangrango Sakti yang datang dari tanah pasundan itu. yang langsung meladeni serangan lawan.
''Kemamang Trisula Kuning'., hari ini aku bersumpah akan melenyapkanmu.!'' teriak ketua padepokan Pangrango Sakti itu sambil menerjang dengan pedang di tangannya. korban mulai berjatuhan. darah menggenang di pedataran luar Wonokerto. pertikaian dengan cepat semakin menyebar dan tidak terkendali. saling hantam bacok, tikam bunuh tanpa ampun.
Suasana semakin kacau saat seorang tokoh silat bertubuh gemuk putih, berblangkon dan menghisap pipa cangklong emas mendadak semburkan tawanya yang menggoncangkan seantero tempat.
__ADS_1
Puluhan orang yang berilmu rendah seketika terjungkal roboh dengan gendang telinga, aliran darah dan jantung pecah. karena siapa yang sanggup menghadapi gelombang suara tawa maut dari si 'Sukma Tertawa?'
Rupanya tokoh silat yang punya kemampuan membunuh dengan gelombang suara tawa iblisnya juga sudah mulai turun tangan. suara tawa itu juga seakan menjadi tiupan sangkakala maut penanda banjir darah yang terjadi di Wonokerto.!