
Suasana pagi hari yang awalnya cerah kini terasa suram. cahaya matahari yang tertutup awan gelap berseling gemuruh guntur dan kilat bersautan juga gulungan ombak badai dari tengah lautan yang terus menghantam pantai karang tanpa henti seakan membuat hawa kematian yang ada di pulau 'Seribu Bisa' itu menjadi semakin pekat.
Walaupun jumlah orang persilatan yang masih terlibat dengan pertarungan besar- besaran di markas rahasia dari 'Kelompok 13 Pembunuh' ini sudah berkurang lebih separuhnya dibandingkan pada saat awalnya, namun itu semua tidak dapat mengurangi ketegangan. bahkan mungkin., bagi para pesilat aliran putih justru dirasa semakin mencekam jiwa mereka.
Pemuda berbaju putih dengan ikat kepalanya yang terbuat dari potongan kulit ular hitam itu masih berdiri menunduk. meskipun sebagian helaian rambut gondrongnya menutupi raut mukanya hingga tidak dapat terlihat jelas tapi bagi sebagian tokoh persilatan yang berada di sana masih sama dapat mengenali siapa adanya pemuda itu.
Karena selain di lihat dari penampilannya, sebilah pedang hitam pekat dan menebar hawa memuakkan sebusuk bangkai dengan gagang berukiran kepala siluman, yang panjangnya cuma tiga jengkal ditangan si pemuda itulah yang membuatnya dijuluki sebagai si 'Ular Sakti Berpedang Iblis.!'
Meskipun semua orang jelas menyaksikan kalau pedang hitam pendek itu telah berhasil melenyapkan salah satu dari dua puluh empat mayat hidup telanjang yang semenjak kemunculannya membuat tidak seorang tokoh silatpun sanggup menghadapinya, tapi mereka masih saja merasa sulit untuk mempercayai penglihatannya.
Pihak yang paling tidak dapat menerima kejadian itu tentu saja sang ketua dari 13 Pembunuh dan semua pesilat aliran jahat yang bersekutu dengannya. untuk sesaat mereka semuanya diam seolah terkesima. ''Iii., iin., ini sang., sangat tii., tidak mung., mungkin terjadi. bag., bagai., maa., mana bisa an., anjing kep., keparat ini masih hii., hidup dan see., segar bugar.?'' gumam ketua 13 Pembunuh tergagap gemetaran.
Semuanya masih tertegun hingga saat tubuh pemilik senjata bernama 'Pedang Iblis Hitam' yang tergenggam ditangan pemuda bernama Respati ini kembali berkelebat dengan cara meliuk cepat seperti seekor ular. bersamaan pedangnya turut membabat dan menikam dua sosok mayat hidup telanjang sekaligus. kegemparanpun pecah seketika itu juga.!
Selama ini pasukan mayat yang semasa hidupnya juga merupakan orang- orang dari dunia persilatan ini cuma terus bergerak menyerang dan memburu mangsanya saja, tanpa ada gerakan untuk menghindar atau bertahan dari serangan balik lawan karena kekebalan tubuh mereka yang luar biasa.
__ADS_1
Maka ketika pedang Iblis Hitam datang menyambar, dua sosok mayat hidup itupun langsung menjadi korbannya tanpa sempat untuk menghindar. sama seperti kejadian yang pertama, kedua mayat hidup bugil ini juga menciut kering sebelum berubah menjadi gumpalan asap dan debu hitam yang akhirnya hilang dihempas angin.
''Serahkan saja mayat- mayat hidup telanjang ini kepadaku. kalian tinggal bereskan yang lainnya.!'' seruan Respati langsung saja menyadarkan semua orang. hampir serentak pihak Istana Angsa Emas dan para pesilat golongan putih yang tergabung berteriak keras menyambut kejadian ini. seakan telah mendapatkan kekuatan tenaga baru, mereka merangsek dengan buasnya untuk balas membantai lawan.
''Huhm., kalian cepat hentikan bocah keparat itu. jangan sampai dia bisa mendekati dan membunuh pasukan mayat hidupku. kalau memungkinkan rebut pedang ditangannya. sedang yang lainnya tetap habisi semua pesilat aliran putih dan orang Istana Angsa Emas.!'' dengus ketua 13 Pembunuh memberi perintah pada para pengikutnya.
Tidak tanggung- tanggung enam orang tokoh silat jahat golongan hitam yang termasuk juga si 'Datuk Cebol Naga Guling, Nyi Balung Geni dan Ki Kala Mayit hampir serentak berkelebat mengurung Respati sambil hantamkan ilmu kesaktian masing- masing. namun pesilat aliran putih yang sadar kalau hanya pemuda inilah yang sekarang mampu membunuh pasukan mayat hidup bugil jelas tidak tinggal diam.
Di pimpin oleh Kyai Jabar Seto dan 'Panglima Istana Kiri, empat orang pesilat lainnya cepat berkelebat menyusul termasuk si 'Kaki Besi Perak' dan 'Tangan Besi Perak'. dengan kerahkan jurus- jurus kesaktian dan senjata pusaka yang menjadi andalannya, mereka berniat beradu jiwa dengan lawan. Datuk Cebol Naga Guling menggembor marah saat serangannya dapat di tahan oleh tasbih sakti Kyai Jabar Seto. untuk kedua kalinya mereka harus saling baradu kekuatan.
''Bangsat. kurang ajar., aku akan buat sendiri kalian semuanya menjadi bangkai.!'' bentak ketua 13 Pembunuh kalap saat melihat satu lagi pasukan mayat hidupnya musnah di babat pedang Iblis Hitam ditangan Respati. meskipun luka sayatan pedang di perut mayat itu tidak begitu parah tapi dari mulut lukanya menyembur keluar kabut asap hitam berbau menyengat yang tanpa bisa ditahan. dalam hitungan detik mayat hidup itupun menyusut kering lalu lenyap menjadi gumpalan debu tersapu angin.
Dalam kemerahannya ketua 13 Pembunuh langsung gunakan dua jenis ilmu kesaktian sekaligus untuk menyapu habis semua lawannya. pertama dia menghantam dengan jurus 'Kepakan Angsa Emas Iblis' dan disusul dengan ilmu pukulan 'Selaksa Bulu Angsa Menebar Prahara' yang dimasa silam hanya dikuasai oleh salah satu bekas rekannya semasa dalam Istana Angsa Emas. si Tuan Sesepuh Istana Selatan'.
Gelombang cahaya kuning emas berwujud seekor angsa buas raksasa melabrak ganas. tiga orang pesilat aliran putih seketika menjadi korban. berikutnya sambaran sinar- sinar kuning berbentuk bulu- bulu angsa setajam pisau berhamburan bagaikan hujan merajam sasaran. puluhan anggota 'Pasukan Pedang Angsa Sakti' juga para wanita dari persekutuan 'Bulan Perak' turut terkapar tidak bernyawa.
__ADS_1
I Gede Kalacandra atau si 'Dewa Serba Putih' juga nyaris menjadi korban dari amukan sang ketua 13 Pembunuh. masih untung nyawanya selamat setelah Pranacitra melesat datang menghadang dengan lepaskan pukulan sakti yang dinamai 'Tapak Darah Meminta Sedekah' ajaran salah satu gurunya si 'Pengemis Tapak Darah'.
Dua orang bawahan tuan muda pemalas dari 'Kota Hantu Pagi' juga nyaris kehilangan nyawanya. meskipun keduanya punya ilmu kesaktian lumayan tinggi tapi berhadapan dengan ketua Kelompok 13 Pembunuh, semua kedigdayaan yang mereka miliki jelas tidak berguna. Pranacitra mendengus dingin. kepalan tangan kirinya menghantam dua kali secara beruntun.
Suara raungan binatang buas yang membuat pekak telinga disertai dua sambaran sinar hitam kuning berwujud kepala seekor naga menggebrak ke muka. pukulan 'Raungan Naga Kehancuran' beradu kekuatan dengan jurus 'Kepakan Angsa Emas Iblis'. tanpa bisa ditahan lagi dentuman menggelegar laksana gunung meletus terdengar beberapa kali. tanah bebatuan karang seketika hancur pecah berhamburan menutupi pandangan mata.
Bumi bergetar keras. belasan pesilat yang berada di sekitarnya menjerit ngeri saat tubuh mereka turut tersapu kekuatan dahsyat yang saling beradu. meskipun belum dapat diketahui hasilnya namun itu sudah cukup untuk menyelamatkan nyawa kedua pemuda anak buah majikan Kota Hantu Pagi.
''Uugh., ughk, urusan sudah jadi separah ini, apakah kau masih enggan untuk turun dari kursi malasmu.!'' seru Pranacitra setengah mendamprat kesal dari balik gulungan debu pasir panas yang menutupi pandangan, seakan dia merasa jengkel dengan seseorang yang entah siapa dan berada dimana.
Kalau di dengar dari suaranya yang terbatuk mungkin pemuda pincang itu mengalami sedikit luka dalam. beberapa tokoh silat sama berpikir, jika pesilat hebat sekelas si 'Setan Pincang Penyendiri' saja dapat tertahan oleh ketua 13 Pembunuh, maka bisa dibayangkan tingkat kekuatan sakti bekas salah satu dari empat sesepuh Istana Angsa Emas.
''Haa., ha., rupanya kau sudah menjadi gila sampai berteriak tidak karuan pada orang yang tidak jelas wujudnya. Huhm., tikus pincang keparat. walaupun kuakui ilmu kesaktian dan nama besarmu sangat menggemparkan orang persilatan, tapi jangan harap kau bisa lolos dari tangan mautku.!'' ancam ketua 13 Pembunuh mendengus dari balik gulungan debu pasir yang mulai hilang tersapu angin.
....................
__ADS_1
Silahkan tuliskan komentar Anda yah.,🙏😊 Trims.