13 Pembunuh

13 Pembunuh
Perjumpaan nomor dua belas.


__ADS_3

Sekilas Roro Wulandari mendongak ke atas. terlihat olehnya langit semakin gelap. bulan dan bintang tertutup awan tebal, hawa udara malam ini sedikit naik, mungkin sebentar lagi akan turun hujan.


Wanita bekas pembunuh nomor dua belas dari kelompok 13 Pembunuh dan di sebut- sebut sebagai salah satu yang paling cantik di dunia persilatan itu bentangkan kipasnya lalu mengibas tiga kali ke udara. gerakan ini di akhiri dengan menggebut keras ke depan. segulung angin sekeras dinding baja melabrak ke depan. inilah jurus 'Kipas Penggulung Awan.!'


Serangan Dewi Malam Beracun tidak berhenti di situ saja, tangan kirinya meraup sesuatu dari kantung jubah gaun hitamnya. lantas tangannya yang sudah menggenggam sesuatu di hantamkan ke muka. berpuluh- puluh jarum beracun terbang berhamburan menembus kegelapan.


Terdengar jeritan ngeri hingga berulang kali saat dua jurus serangan Roro melabrak sasarannya. belasan orang terjungkal roboh di hempas gelombang angin sekeras badai topan. sementara yang lainnya tewas berkelojotan akibat tertembus jarum beracun terbang.


Roro Wulandari mendengus sinis, dia tidak suka membuang- buang waktu dan tenaganya hanya untuk menghadapi kaum cecunguk. baginya siapapun yang berani menyerangnya berarti dia sudah siap pula untuk terbunuh.


Tapi rupanya Roro terlalu cepat puas, meski sudah banyak kawannya yang mati, sisa para penyerbu itu justru semakin beringas. dengan tombak pendek di tangan mereka terus nekat menyerbu. jumlahnya semakin bertambah banyak saat dari dalam rumah muncul puluhan orang berbaju hijau dengan topeng tengkorak putih yang juga langsung turut mengeroyok Dewi Malam Beracun.


Yang mengejutkan Roro, orang- orang berseragam hijau dan memakai topeng penutup wajah berbentuk tengkorak putih itu walaupun sama membekal senjata tombak pendek, namun mata tombaknya terlihat bergerigi tajam dan memancarkan cahaya hitam kemerahan.


''Pasukan Tombak Gergaji Iblis.!'' desis Roro saat mengenali senjata para penyerangnya. dia tahu betul inilah pasukan kelas atas dan rahasia dari kelompok 13 Pembunuh yang berada di pulau Seribu Bisa. pasukan rahasia yang sangat tangguh ini di persiapkan khusus untuk penyerbuan terhadap partai- partai persilatan yang berani menghalangi Kelompok 13 Pembunuh.


Kabarnya setiap anggota dari kelompok pembunuh bayaran itu di beri kekuasaan atas 'Pasukan Tombak Gergaji' Iblis itu, jumlahnya berkisar dua sampai tiga puluhan orang. jangan dikira jumlahnya cuma sedikit, kemampuan setiap orang anggotanya sudah setara dengan pesilat terbaik kelas dua rimba persilatan.


Demikian juga dengan Dewi Malam Beracun, sewaktu masih menjadi anggota kelompok 13 Pembunuh dia juga di berikan Pasukan Tombak Gergaji Iblis itu sebanyak dua puluh orang yang selalu siap dia perintah untuk membantunya dalam menyelesaikan tugas. tapi hingga keluar pekumpulan belum pernah sekalipun Roro menggunakan pasukannya.

__ADS_1


Tanpa dapat di hindari lagi Roro Wulandari harus menghadapi serbuan hampir lima puluhan orang. pertarungan sengitpun terjadi. sehebat- hebatnya Roro dia pasti kewalahan juga. dia merutuk kesal karena jubah hitamnya beberapa kali robek- robek tersambar senjata lawannya. meskipun dia juga tidak mungkin kalah, tapi butuh waktu lama untuk dapat menghabisi mereka semua.


Beberapa saat kemudian dari luar pagar rumah Ki Ageng Bronto melesat sesosok bayangan kuning yang di sertai bertaburnya jalur- jalur cahaya kuning keemasan yang menyambar para pengeroyok Dewi Malam Beracun.


Terdengar jeritan tercekik yang di sertai dengan menggelindingnya beberapa batok kepala orang penyerbu yang terpotong oleh jerat benang baja emas.


Roro Wulandari tertawa terkekeh. ''Hee., he., kau akhirnya gatal untuk turun tangan juga..''


''Jangan banyak bicara., aku cuma tidak ingin wanita sombong sepertimu mati secara menyedihkan di tempat ini. kalau itu sampai terjadi, mungkin kawanmu si 'Ular Sakti Berpedang Iblis' bakalan merana seumur hidup.!''


''Apa katamu., dasar kurang ajar. kau pikir aku tidak mampu lolos dari kepungan sialan ini. baiklah mari kita berlomba siapa yang lebih banyak menghabisi lawannya.!'' tantang Roro sewot sambil kibaskan kipas peraknya, membabat dan menotok keras. dua orang pengeroyok tumbang seketika dengan leher robek dan dada berlubang.!


Darah membanjiri dan mayat- mayat yang bergelimpangan di pelataran rumah besar Ki Ageng Bronto membuat suasana makin mencekam. dua wanita cantik ini seakan sudah kerasukan setan. naluri pembunuh yang tertanam dalam jiwa mereka sudah keluar dan menggila.


Dengan bibir tersenyum manis mereka berdua dengan seenaknya mencabut nyawa para pengeroyoknya. sepertinya setiap senjata mereka bergerak ada saja orang yang terjungkal menjadi mayat. yang lebih gila mulut mereka berdua tidak berhenti menghitung.


''Huhm., apa kau tidak melihat kalau aku sudah membunuh tujuh orang..'' ujar si Laba- Laba Kuning mengolok Roro Wulandari.


''Chuih., apa hebatnya. kau sangat lambat, lihat delapan orang sudah mati di tanganku..'' ejek Dewi Malam Beracun tidak mau kalah.

__ADS_1


Dalam waktu sepeminum teh saja dari lima puluhan orang pengeroyok kini sudah tinggal separuhnya saja. meskipun demikian mereka tetap beringas mengepung kedua orang wanita itu.


Dari atas langit yang berawan gelap mulai meneteskan air. dalam waktu singkat hujan turun dengan lebatnya. mayat mulai dingin, air hujan yang bening berubah merah dan anyir saat tiba di atas tanah.


''Hek., hee., he., sungguh dua orang wanita cantik yang punya bakat pembunuh. sayangnya mereka harus mati muda..'' seru seorang nenek tua berjubah dan berkerudung putih yang berdiri terbungkuk di depan pintu rumah besar Ki Ageng Bronto.


Dewi Malam Beracun dan Putri Penjerat cepat melirik ke asal suara. di tengah hujan badai yang lebat begini rupa, namun suara si nenek mampu menembusnya. bahkan gema suaranya sampai menggetarkan gendang telinga dan jantung. ini menandakan orang yang punya suara memiliki tingkat tenaga dalam sangat tinggi.


Roro seketika berdesir darahnya saat melihat siapa yang muncul. meskipun si nenek tua bungkuk berjubah putih tidak jelas rupanya karena gelap dan hujan lebat, tapi dari keranjang rotan bertutup kain hitam yang berada di tangan kiri si nenek itu, Roro dapat memastikan siapa adanya dia.


''Celaka., bagaimana bisa nenek tua sialan itu berada di sini. haruskah aku beradu jiwa dengannya malam ini juga..'' batin Roro Wulandari tercekat. entah kenapa dia seperti gentar saat bertemu dengan nenek tua itu. rekannya si Laba- Laba Kuning jadi merasa keheranan melihatnya.


''Apa yang terjadi denganmu., kau kenal siapa nenek tua bungkuk itu.?''


Yang di tanya mengangguk, dengan sedikit bergetar dia menjawab, ''Orang itu adalah Nyai Bawang., bekas pembunuh nomor dua belas dari Kelompok 13 Pembunuh angkatan lama. si 'Nenek Bawang Beracun Belatung Darah.!'


*****


Asalamualaikum, salam sejahtera.

__ADS_1


Mohon sertakan komentar, kritik saran, dan Like👍, vote jika anda suka. maaf jika kami sering terlambat up date. Terima kasih. Wasalamualaikum.🙏


__ADS_2