
Di serang secara bersamaan oleh dua orang bekas anggota kelompok 13 Pembunuh membuat si 'Kapak Jagal' maupun 'Datuk Tinggi Mayat Besi' sama terperanjat. mereka keluarkan makian dan sumpah serapah kotor sambil balas menghantam.
Perempuan bertubuh kekar dan bermata sebelah kiri picak itu memutar kapak besar di tangannya hingga keluarkan gulungan cahaya dan kabut awan kehitaman dan suara bergemuruh. sekali kapaknya terayun menebas, dari balik gulungan cahaya awan hitam itu melesat bayangan mata kapak hitam yang menebar berhawa panas.
''Ki Ageng Bronto., terimalah kematianmu. Haa., ha.!'' bentak si Kapak Jagal tergelak sadis. dalam serangan ini dia telah lepaskan jurus 'Tebasan Kapak Guntur Hitam.!'' meskipun kehebatan jurus ini masih di bawah jurus 'Jalur Hitam Selusin Jagal Kegelapan' tapi justru punya daya bunuh yang lebih kuat.
''Huhm., kalau mau membunuhku belajarlah dulu pada para setan di neraka.!'' Ki Ageng Bronto alias si 'Pendekar Golok Bayangan Setan' balas menghardik. jurus golok 'Tujuh Bayangan Setan Lapar Meraung' seketika bertemu dan saling tebas dengan jurus kapak lawannya yang ganas.
Berulang kali terjadi bentrokan senjata sakti yang di lambari ilmu kedigjayaan tingkat tinggi. hempasan angin keras disertai pijaran bunga api cahaya hitam dan suara raungan buas dari wajah- wajah setan yang saling berkelebatan di udara memburu mangsanya, membuat susana malam itu semakin terasa mencekam.
Dua tokoh silat ini terus saling babat dan tikam bacok hingga melewati sepuluh jurus. mendekati jurus ke dua puluh, mendadak tubuh keduanya terpisah. percikan darah terlihat menghiasi baju dan wajah mereka. jika di lihat sepintas sepertinya keduanya sama terluka parah. bisa di katakan ilmu mereka hampir seimbang. hanya sesaat saja kedua orang itu berhenti. di dahului suara bentakan buas mereka sudah kembali lagi beradu jiwa.!
Di lain jurusan juga terjadi pertarungan yang tidak kalah sengitnya, Roro Wulandari sang 'Dewi Malam Beracun' harus saling bunuh dengan Datuk Tinggi Mayat Besi. pembunuh nomor tujuh dari kelompok 13 Pembunuh ini mesti mengeluarkan semua ilmu silat dan kesaktiannya untuk menghadapi wanita cantik bekas rekannya yang terkenal pandai mengatur siasat dan tipu muslihat itu.
Menghadapi dua jurus kesaktian 'Kipas Penggulung Awan' dan 'Cakar Tengkorak Darah' yang mengancamnya, Datuk Tinggi Mayat Besi buru- buru hantamkan pukulan sakti 'Gelombang Mayat' dan lemparan senjata rahasia 'Pahat Mayat Membatu.!'
Bedanya senjata rahasia yang dia lepaskan tidak sebanyak biasanya melainkan hanya tiga buah saja. karena untuk menggunakan ilmu 'Tiga Pahat Pemecah Mayat' ini hanya butuh tiga pahat terbang saja. seperti nama jurusnya, orang yang terkena ilmu itu tubuhnya akan berubah kaku membatu seperti patung lalu hancur terpecah.!'
Jurus pukulan 'Gelombang Mayat' saling hantam dengan Ilmu 'Cakar Tengkorak Darah'. jurus 'Kipas Penggulung Awan' terus menggebrak dan menyapu apapun yang menghalang di depannya. gelombang hawa hitam busuk seakan tercabik oleh lima larik cakar merah berapi yang menebar bau anyir.!
'Sheeet., sheet.!'
'Whuuuss., wheees., blass.!'
__ADS_1
''Setan betina keparat., aku belum kalah.!'' umpat Datuk Tinggi Mayat Besi penuh kegusaran karena tidak menyangka ilmu pukulan sakti Gelombang Mayat yang dia andalkan di buat buyar oleh cakar berapi lawannya. senjata Tiga Pahat Pemecah Mayat juga tertahan di udara saat berusaha menembus jurus Kipas Penggulung Awan.
''Huhh., jangan pernah bermimpi kau bisa mengalahkan aku.!'' gertak Roro sengit. tiga kali kipas peraknya kembali mengibas, pusaran angin panas laksana terjangan punting beliung menghempas berkali lipat. dua pahat terpental menyasar dua orang anak buah Datuk Tinggi Mayat Besi yang berniat membokong Roro Wulandari.
''Aagkh., ughkh.!''
Jeritan kedua orang itu terdengar seperti tercekat di tenggorokan. pahat yang menembus dada kiri dan di pangkal leher membuat tubuh mereka keburu kaku tanpa mampu berteriak parau. mata keduanya mendelik dengan darah yang menggumpal keras saat keluar dari mulut luka.
Tubuh mereka mengejang kaku lalu tumbang terpecah menjadi beberapa potongan. semua anggota 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis' sama berseru tertahan dan bergidik ngeri melihat kematian kedua kawannya. sesaat lamanya mereka tertegun sampai terlupa kalau sedang menghadapi musuh.
''Dasar goblok., apalagi yang kalian tunggu. jangan hanya diam saja, cepat bantu kami menghabisi para pengkhianat itu..!''
''Huh., siapapun yang berhasil membunuh mereka, akan mendapat imbalan besar dari yang mulia ketua.!'' seru Kapak Jagal dan Datuk Tinggi Mayat Besi bersautan. rupanya mereka merasa rada kesulitan menghadapi Dewi Malam Beracun dan Pendekar Golok Bayangan Setan alias Ki Ageng Bronto.
Mendengar seruan itu semua anggota bawahan dari kelompok 13 Pembunuh sama tersadar. dengan keluarkan bentakan keras yang bersautan, mereka sama menyerbu dengan buasnya.
Selain itu masih ada enam orang lainnya yang rupanya punya rencana sendiri, karena diam- diam mereka berkelebat menyusup ke balik kereta kuda hitam dimana Respati sedang berusaha mengobati si 'Laba- Laba Kuning' atau sang 'Putri Penjerat'. sebuah rencana yang cukup licik. dalam pandangan mereka kedua orang itu juga pengkhianat dari kelompok 13 Pembunuh.
Satu orang sedang terluka dalam, seorang lagi sibuk mengobatinya. tentu akan lebih mudah menghabisi keduanya dari pada harus berjibaku melawan dua orang lainnya yang terlihat masih terlalu kuat untuk di buat roboh dalam waktu singkat.
Enam orang ini bergerak cepat mengepung, tiga dari sisi kiri yang lain mendatangi dari sebelah kanan kereta. semuanya tertegun saling pandang saat tidak melihat siapapun di balik kereta kuda itu. sempat mereka berpikir kalau dua orang buruannya sudah masuk ke dalam rumah besar. jika masuk ke dalam kereta kuda itu jelas tidak mungkin karena di saat mereka bergerak masuk kereta pasti akan terlihat oleh banyak orang.
'Sheerrt., sheeert., seeet.!'
__ADS_1
''Aargh., hergh., ughrhh.!''
Tiga orang yang berada di sebelah kiri hanya sempat keluarkan suara tercekik saat tiga utas benang baja berwarna keperakan menjerat leher mereka sebelum kepalanya terkulai putus menggelinding ke tanah. tubuh tiga orang itu masih mampu tegak sesaat sebelum ambruk semburkan darah segar.
Saat Putri Penjerat turun dari atas kereta kuda. tiga orang lainnya cuma sempat menggeram marah tanpa mampu bergerak menyerang. tombak gergaji di tangan sama berjatuhan seiring dada mereka yang tertembus pedang hitam dari belakang. tiga orang itupun tersungkur roboh bersimbah darah tanpa tahu siapa pembunuhnya.
Cara membunuh yang cepat, keji tanpa jejak dan suara dari tempat yang tidak pernah di sangka seperti itu, hanya dapat di lakukan oleh para pembunuh yang sudah kawakan. si 'Ular Sakti Berpedang Iblis' bergerak selicin ular berbisa dari bawah kereta kuda, sekali pedang 'Iblis Hitam' bergerak, punggung tiga sasarannya tembus tertikam.
Biarpun Putri Penjerat belum sembuh betul dari luka dalamnya, tapi dia masih sanggup untuk melenyapkan nyawa tiga cecunguk rendahan. seekor laba- laba seringkali berada di atas. dari sana dia diam mengintai lantas menjerat mangsanya.!
Hampir bersamaan waktunya di tengah pelataran rumah besar Ki Ageng Bronto juga terjadi perubahan besar yang di luar dugaan siapapun. terdengar seruan kaget dari mulut semua orang. Respati yang mengintai dari balik kereta juga turut terkesiap hingga raut mukanya berubah hebat.
''Sialan., bagaimana mungkin semuanya datang kemari. Aah persetan., rencana akhir harus tetap di lakukan..'' pikir Respati sambil memberi isyarat pada Putri Penjerat. wanita bertangan kiri buntung itu sempat merasa ragu, tapi akhirnya tangannyapun mulai bergerak memutar dan mengibas. dari balik lengan baju kuningnya terjulur gulungan benang baja perak yang menyusup masuk ke bawah kereta kuda. jemari tangannya yang lentik dan kuat memilin, menyentil sekaligus memutar benang bajanya hingga terasa mengait pada suatu benda di bawah kereta.
Sekarang di tengah halaman rumah yang luasnya lebih dari seratus tombak keliling itu telah bertambah puluhan orang yang terdiri dari tiga kelompok. satu adalah kelompok 13 Pembunuh. bahkan sekilas Respati dapat melihat kehadiran 'Setan Arak'., 'Penjudi Dari Akhirat' dan si 'Naga Urat Hijau'. bahkan di belakangnya juga terlihat seorang lelaki tua berjubah putih yang punya janggut panjang keperakan bersama dengan ratusan 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis'. meskipun belum pernah bertemu sebelumnya tapi Respati yakin kalau orang tua itu adalah 'Iblis Tua Janggut Perak' anggota baru kelompok 13 Pembunuh.!
Kelompok kedua adalah golongan orang persilatan yang lolos dari ledakan di gerbang timur tadi siang, meskipun jumlahnya hanya tersisa tidak sampai sepuluh orang dan rada terlihat kelelahan, tapi mereka adalah para pesilat kelas satu yang ternama.
Respati dapat mengenali 'Pengemis Tua Mata Setan'., si 'Sukma Tertawa' dan 'Raja Celurit Emas' Ki Lembu Singkil. selain itu terlihat juga Nyi Wisa Geni juga Ki Maruta si 'Pendekar Belibis Putih' berada dalam kelompok itu.
Kelompok yang terakhir adalah orang- orang berpakaian seragam kuning celana hitam dan menggembol pedang di punggung. dengan sulaman seekor angsa emas di dadanya. di depan mereka memimpin tiga orang berjubah kuning. dua lelaki dan satu wanita. 'Tiga Panglima Istana Angsa Emas' juga turut hadir di sana.
Dalam suasana mencekam dan terkepung seperti itu Ki Ageng Bronto jelas merasa khawatir juga. apalagi melihat bekas para atasannya seperti si Setan Arak dan Penjudi Dari Akhirat terus memelototinya dengan beringas penuh hawa amarah, seakan hendak menguliti tubuhnya. tapi saat dia melirik Roro Wulandari, wanita cantik ini malah sedang tersenyum sinis seakan semua orang yang berada dihadapannya itu hanyalah seonggokan mayat belaka.!
__ADS_1
*****
Asalamualaikum., salam sejahtera dan sehat selalu bagi kita semua., mohon anda tulis komentar, kritik dan sarannya. juga like๐ vote jika berkenan. tolong juga anda share novel 13 Pembunuh dan Pendekar Tanpa Kawan ke teman" yang lainnya.๐ ๐๐๐Terima kasih. Wasalamualaikum.