13 Pembunuh

13 Pembunuh
Di pelataran luar.


__ADS_3

Kereta Kuda Maut masih berada di tengah pelataran luas yang ada di depan rumah besar milik Ki Ageng Bronto. waktu sudah melewati tengah malam. sesuai dengan yang di rencanakan sebelumnya, kereta kuda itu harus di letakkan sedekat mungkin dengan rumah besar juragan kuda itu.


Mungkin karena sedikit panik mencari Roro Wulandari, Respati tidak sempat membawa kereta kuda itu di tempat yang seharusnya. meskipun tidak mengerti kenapa, tapi akhirnya Putri Penjerat mengarahkan kereta kuda itu sedekat mungkin dengan rumah besar itu dan melepaskan kedua ekor kuda penariknya lalu dia berjaga di luar.


Sementara itu dalam kereta duduk bersila sesosok wanita cantik yang mengenakan jubah gaun berwarna hitam. rambutnya yang hitam lebat terurai hingga ke pinggangnya yang ramping. kedua matanya terpejam dengan wajah pucat berkeringat.


Dari ubun- ubun kepala dan kedua telapak tangannya yang dia letakkan di atas pangkuan lututnya yang bersila, muncul selapis uap putih tipis. pada puncak waktu semedinya tubuh wanita itu sampai naik hampir sejengkal dari lantai kereta kuda. rupanya wanita cantik yang memang si 'Dewi Malam Beracun' itu sedang berusaha untuk mengobati luka dalam di tubuhnya.


Sementara itu di luar kereta terlihat 'Putri Penjerat' yang biasa di juluki pula sebagai 'Laba- Laba Kuning' sedang berjaga di luar kereta. sudah lebih dua kali peminum teh berlalu sejak Respati alias si 'Ular Sakti Berpedang Iblis' menyusup ke dalam rumah besar, namun hingga kini belum juga keluar. sedangkan Roro Wulandari juga belum selesai bersemedi pulihkan tenaganya yang terkuras akibat bertarung sengit dengan Nyai Bawang.


Sang Putri Penjerat menjadi makin gelisah. dia merasa musuh yang lebih tangguh bakal datang ke tempat ini. kini perempuan berbaju kuning yang bertubuh agak kecil itu tidak lagi memakai kain cadar, hingga wajahnya yang juga cantik berhias bintik- bintik kemerahan di pipi kiri menyerupai rajahan laba- laba itu terlihat jelas.


''Kenapa si Ular Sakti Berpedang Iblis belum juga kembali, seharusnya jika dia hanya berniat memeriksa bagian dalam rumah itu, tentunya juga tidak perlu selama ini. atau jangan- jangan., telah terjadi sesuatu yang buruk kepadanya..''


''Tetapi itu juga tidak mungkin., kepandaian ilmu kesaktian si nomor tiga belas itu lebih hebat di bandingkan diriku dan si nomor dua belas..'' batin Putri Penjerat. wanita bekas pembunuh nomor empat dalam kelompok '13 Pembunuh' itu berjalan mondar- mandir mengelilingi kereta kuda sambil pegangi pangkal lengan kanannya yang buntung. jelas dia merasa kebingungan.


Di saat dia hendak kembali masuk ke dalam kereta kuda, ajak jauh dari arah luar rumah sayup terdengar suara- suara jeritan orang. beberapa saat kemudian dari luar pintu gerbang rumah yang sudah jebol muncul tiga sosok tubuh. satu diantaranya sudah keburu tersungkur roboh saat baru memasuki halaman rumah.


Kalau di lihat sepintas orang itu telah terluka sangat parah di beberapa bagian tubuhnya. si Laba- Laba Kuning semakin terkejut saat mrngenali ketiga orang yang berlarian masuk itu bukan lain adalah bekas para anggota 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis' yang sudah berlalu pergi dari tempat ini setelah mereka kalah dalam pertarungan. dari raut wajahnya yang ketakutan dan beberapa luka di tubuhnya, jelas mereka sedang melarikan diri dari bahaya.

__ADS_1


Putri Penjerat ysng mencium suatu ancaman segera siapkan senjata benang- benang bajanya. ''Huhm., kenapa kalian malah kembali lagi kemari. apakah lupa kalau aku sudah tidak ingin bertemu tampang kalian untuk selamanya.!''


''Dasar para jongos keparat., apakah kalian memang sudah bosan hidup.!'' damprat si Putri Penjerat gusar.


''Me., mere., ka. me., reka su., sudah da., tang kes., kesini. jadi ka., kami., ter., paksa., lari kem., kembali., ke., mari..''


''Se., semua ka., kawan kami., tel., telah mati., ter., terbu., nuh. tol., tolong., lah kami..'' ucap dua orang bekas anggota bawahan dari kelompok 13 Pembunuh itu dengan suara tergagap gemetaran. jelas mereka sedang di landa ketakutan.


''Kalau bicara yang jelas., siapa yang kalian maksudkan dengan mereka dan sudah datang membunuh semua kawan kalian itu.!'' bentak Putri Penjerat tegang. tapi rupanya dia tidak bisa lagi menunggu lagi jawaban ke dua orang itu karena bersamaan dari luar tembok rumah telah berhamburan beberapa buah senjata rahasia berupa pahat atau pasak- pasak kecil yang terbuat dari batu.


''Bangsat sialan., 'Pahat Mayat Membatu'. cepat menyingkir.!'' seru Putri Penjerat. sambil berkelebat menjauh perempuan itu memutar cepat gulungan benang- benang bajanya untuk menggebut mental senjata rahasia yang datang mengancam.


Walaupun keduanya sempat bergulingan dan menangkis dengan senjata tombaknya, tapi tetap saja ada yang menyusup tembus ke dalam punggung mereka. dua orang berpakaian seragam hijau itu menjerit keras. tubuh mereka bergetar lalu tumbang dalam keadaan kaku dan mengeras seperti batu. bahkan darah merekapun juga menggumpal kehitaman seakan tanah liat kering.


Putri Penjerat mengeluh merutuk dalam hati. bukan saja karena khawatir tetapi juga rasa dendam amarah yang melanda jiwanya saat melihat sesosok lelaki tinggi jangkung berjubah hitam dan memakai topi tinggi berwarna merah. wajahnya terlihat keras dan jahat. di kedua tangannya tergenggam pahat batu berwarna kehitaman. siapa lagi orang ini kalau bukan si 'Datuk Tinggi Mayat Besi' alias pembunuh nomor tujuh dari kelompok 13 Pembunuh.!


Manusia licik dan kejam dari pulau besar Andalas itu tidak datang sendirian. karena di sampingnya juga berdiri seorang wanita bertubuh besar gemuk padat. tapi memiliki tampang yang cukup menarik. kalau tidak melihat tonjolan dua buah dadanya yang besar, mungkin orang akan mengira kalau dia seorang laki- laki. wanita bermata kiri picak ini terlihat memanggul sebuah senjata berupa sebilah kapak berukuran besar dengan tangkai gagang yang panjang.


''Wanita berbadan aneh ini., dia pasti si 'Kapak Jagal'., anggota baru di kelompok 13 Pembunuh.!'' desis Putri Penjerat tanpa dapat tutupi kegelisahannya. melawan Datuk Tinggi Mayat Besi yang telah membuat sebelah tangannya buntung saja dia bakal kesulitan, apalagi jika harus melawan dua orang ini sekaligus.

__ADS_1


Putri Penjerat edarkan pandangannya, dia terkesiap saat sadar sekeliling halaman sudah di kepung puluhan anggota bawahan kelompok 13 Pembunuh, termasuk juga dari 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis.!


''Haa., ha., jadi inilah buronan bekas nomor empat sang Putri Penjerat atau si Laba- Laba Kuning., sayangnya bagiku sebutan itu tidak cocok untuknya. karena dia lebih pantas jika di panggil sang putri cacat, atau si laba- laba buntung..'' si Kapak Jagal tertawa mengejek. suaranya besar dan kasar seperti lelaki.


''Kau benar sobat Kapak Jagal., tapi biarpun sudah bertangan buntung, kurasa dia tetap perempuan yang menarik hati laki- laki. akupun masih berminat memilikinya. Hee., he..'' timpal Datuk Tinggi Mayat Besi terkekeh mesum.


Suara tawa kedua orang ini mendadak putus berganti makian marah dan seruan tertahan, saat lima buah jalur panjang bersilangan membentuk jaring yang bersinar perak kekuningan menyambar secepat kilat. jalur- jalur benang baja bergerak bagaikan cambuk sekaligus hendak membelit putus tubuh sasarannya.


''Kalian berdua akan kuantarkan ke neraka untuk menyusul kawanmu Nyai Bawang.!'' damprat Putri Penjerat penuh hawa dendam. sadar kedua lawannya berilmu sangat tinggi, dia langsung gunakan jurus 'Jaring Kilat Elmaut Kuning.!'


Jika dua orang lawannya masih mampu lolos, tapi tidak demikian dengan beberapa orang berbaju hijau yang bercaping serta memakai topeng tengkorak putih. beberapa anggota bawahan 13 Pembunuh itu seketika mati tersambar saat jaring benang baja Putri Penjerat menarik sekaligus memotong tubuh mereka. darah kembali tersembur bersama potongan tulang daging yang bertebaran.


Si Kapak Jagal membentak keras, sembari bergerak menghindar senjata kapaknya bergerak mengayun membentuk tanda silang. selarik bayangan sinar kehitaman yang tipis bersilangan namun terasa sangat tajam merobek kulit menyambar ke depan.


Datuk Tinggi Mayat Besi tentunya juga tidak tinggal diam. melihat beberapa orang anak buahnya sudah ada yang menjadi korban, dia hamburkan senjata 'Pahat Mayat Membatu' yang menjadi andalannya. sementara dari mulutnya turut memberikan perintah. ''Serang dan habisi pengkhianat itu. siapapun yang berhasil membunuhnya akan mendapat hadiah besar.!''


Bersamaan dengan itupun pertarungan sengit kembali pecah. kalau di lihat mungkin ada lebih dari dua puluhan orang dewasa yang tanpa malu mengeroyok wanita cantik bergelar sang Putri Penjerat itu.!


Sebenarnya kedua orang anggota kelompok 13 Pembunuh ini masih terkejut dan tidak percaya mendengar Nyai Bawang telah tewas. karena mereka tahu kalau nenek tua itu punya ilmu kesaktian yang sangat tinggi. jika di bandingkan dengan Putri Penjerat, dia jelas bukan tandingannya.

__ADS_1


Yang mengherankan di sini tidak terlihat si nomor dua belas dan tiga belas. lalu di mana mereka, siapa juga orang yang telah berhasil menghabisi Nyai Bawang. dua orang itu hanya dapat memendam rasa penasarannya karena lawan sudah berniat adu jiwa, terbukti dengan amukan jurus- jurus benang bajanya yang terus menyambar ganas mencari korban.


__ADS_2