13 Pembunuh

13 Pembunuh
Kunci Wasiat.


__ADS_3

Meja bundar dari batu pualam putih telah berganti baru, meja batu yang hancur juga sudah di singkirkan. tujuh orang duduk di atas kursi batu pualam putih mengelilingi meja bundar. diatas meja sudah terhidang banyak jenis makanan lezat dan berkendi- kendi arak yang menebarkan aroma tajam.


Seorang lelaki tinggi besar berjubah kuning keemasan terlihat duduk diatas kursi batu pualam putih yang bentuknya sedikit berbeda dan agak tinggi dibandingkan dua belas kursi batu lain yang ada di sekeliling meja bundar.


Meskipun wajahnya tidak terlihat karena tertutup sebuah topeng tengkorak menyeramkan yang terbuat dari lempengan perak, tapi orang yang bukan lain adalah pemimpin dari kelompok 13 Pembunuh ini tidak perlu melepas topengnya jika untuk sekedar makan dan minum saja. karena bagian bawah topeng itu bisa di lepaskan.


Kini terlihat bagian mulutnya yang terbuka sepintas terdapat ada bekas- bekas luka yang sudah lama. bersama dengan enam orang anak buahnya dia turut makan dan berpesta minuman keras.


''Aku tahu kalian berdua ingin mengatakan sesuatu., dihadapan kawan sendiri tidak perlu ada rahasia. meskipun belasan tahun kita tidak berjumpa tapi kurasa kalian tahu sifatku..'' tegur sang ketua 13 Pembunuh sambil meneguk minuman keras dari sebuah kendi berwarna hitam. saat bicara suaranya terdengar menggaung seram seakan berasal dari dunia lain.


Nyai Bawang terlebih dahulu mencomot sepotong daging yang dimasak pedas. daging itu bukan makanan biasa tapi berasal dari salah satu tubuh ular yang paling beracun. kalau lebih di perhatikan hampir semua makanan yang tersaji di atas meja bundar pualam putih berasal dari binatang beracun yang ada di pulau Seribu Bisa ini. orang biasa pasti muntah atau pingsan ketakutan sebelum sempat melahapnya.!


''Makanan di pulau ini membuatku terkenang dengan masa lalu., tapi aku memang tidak dapat membohongimu wahai ketua. aku inginkan penjelasan kenapa sampai diriku dan Nyi Sira diundang lagi datang kemari.?''

__ADS_1


''Aku tidak yakin ini bukan karena kau sudah kehabisan orang kuat yang bisa diandalkan., tapi kalau bukan begitu lalu alasan apalagi.?'' sambung Nyi Sira. saat bicara kepalanya selalu agak mendongak miring ke kiri. kalau di perhatikan dari tubuhnya samar terpancar aura membunuh yang kuat, seakan dia siap menggebrak siapapun kapan saja. dari 13 pembunuh angkatan lama, nenek buta ini yang paling mudah curiga dan selalu waspada sekalipun saat sedang bersama rekannya sendiri.


''Apa yang kalian ucapkan ada benarnya. meskipun banyak sekali orang berilmu hebat di luar sana, tapi cuma segelintir saja yang bisa dipercaya dan layak menjadi anggota kelompok 13 Pembunuh ini..''


''Soal kenapa dan apa saja yang akan kita kerjakan, biar rekan kita tuan Kamajaya yang tampan dan mengaku paling romantis ini yang menjelaskannya..'' ujar sang ketua 13 Pembunuh sambil usap mulutnya. secara aneh topeng tengkorak di bagian bawahnya kembali menutup.


Lelaki tampan berjubah hijau sejenak pandangi boneka kayu hasil ukirannya dengan senyuman puas. baru setelah itu dia berdiri dan menjura hormat di hadapan sang ketua dan semua kawannya.


''Waktu kita tidak banyak, jadi aku bicara langsung ke inti permasalahannya. sekarang dunia persilatan sedang dilanda kegegeran karena munculnya peta rahasia Istana Angsa Emas. yang menginginkan peta rahasia itu bukan saja kaum persilatan tapi juga para penguasa dan pembesar kerajaan baik di wilayah timur maupun barat. bahkan sampai jauh ke negeri seberang..''


''Tunggu sebentar., jadi semua berita tentang tentang peta rahasia, dan kotak kayu cendana hitam yang tersiar di luaran adalah hasil kerja kalian.?''


''Bagaimana dengan bayi ajaib yang katanya adalah keturunan terakhir dari penguasa istana keramat itu. apakah itu juga hanya berita bohong belaka.?'' seru Nyai Bawang dan Nyi Sira hampir bersautan dengan raut muka berubah hebat.

__ADS_1


''Hak., ha., tidak semuanya tipuan., ada beberapa yang memang benar adanya. seperti surat wasiat yang ada didalam kotak itu, sebagian memang tulisan asli, tapi lainnya adalah karanganku sendiri. juga kitab ilmu pedang yang aku masukkan dalam peti kayu cendana hitam juga benar adanya..'' kali ini sang ketua yang langsung menjawab pertanyaan kedua nenek itu.


''Lalu apa gunanya ketua bersusah payah membuat segala rencana ini., kalau cuma ingin dunia kacau bukankah lebih mudah untuk mengadu domba atau keluar pulau dan langsung membunuh siapapun yang menjadi penghalang kita.?'' potong Nyai Bawang sedikit kesal, karena sempat beradu nyawa dengan Ki Mijun alias Jagal Golok Buntung gara- gara peti kayu cendana hitam yang rupanya cuma peti palsu itu.


''Nyai Bawang., janganlah merasa tertipu lalu marah. semua ini hanyalah permainan siasat saja, karena yang kita buru sebenarnya adalah pemilik Darah Keabadian dari sang keturunan terakhir pewaris Istana Angsa Emas dan juga peti kayu cendana hitam asli yang telah hilang.!'' ujar si topeng tengkorak. meskipun sempat tertawa tapi dalam ucapannya seperti ada hawa amarah dan kegusaran. kecuali si lengan buntung, hampir serentak semua orang menoleh padannya seakan meminta penjelasan.


Ketua perkumpulan itu mendengus keras sebelum kembali bicara. ''Peti kayu cendana hitam adalah tempat penyimpanan kunci pintu gerbang rahasia dari Istana Angsa Emas, dimana dulu aku pernah berada dan hidup di dalamnya.!''


''Saat istana itu hancur dan aku mengira kalau semua keturunannya terbantai habis, diriku merasa yakin kalau akulah yang akan menguasai dunia ini. tapi sialnya tanpa setahuku masih ada juga yang lolos dan berhasil kabur.."


"Yang membuatku murka adalah mereka kabur dengan membawa peti kayu berisi kunci wasiat pembuka ruangan rahasia tempat penyimpanan harta pusaka Istana itu. beberapa tahun kemudian baru kusadari kalau Pangeran Kunta Angsana tidak mungkin bisa kabur sendiri tanpa bantuan orang lain., dan aku mencurigai ada kawan kita dalam kelompok ini yang diam- diam mengkhianatiku.!"


Seketika suasana di sekitar meja menjadi tegang dan curiga. terlebih lagi Nyi Sira, dia bahkan nyaris berdiri sambil mencabut pedang yang tersimpan di dalam tongkatnya jika saja sang ketua tidak melanjutkan ucapannya. "Kalian tidak usah merasa saling curiga. aku percaya dengan kesetaan kalian semua yang berada di depan meja ini..''

__ADS_1


''Anggota yang aku maksudkan adalah nomor delapan Jarot Winongko si Pedang Geledek, Ki Mijun nomor sembilan alias Jagal Golok Buntung dan yang terakhir si nomor tiga belas Maling Nyawa yang berturut- turut mundur dari kelompok ini dan menghilang tak karuan rimbanya.!'' pungkas sang ketua 13 Pembunuh.


__ADS_2