13 Pembunuh

13 Pembunuh
Kurungan dan Perangkap


__ADS_3

Perempuan itu hanya tertawa mengikik mirip kuntilanak, tapi itu sudah cukup sebagai jawaban untuk memberitahu siapa dia adanya. ketiga bersaudara itupun saling pandang dengan perasaan was- was. karena berbicara tentang wanita ini sama saja dengan menggabungkan seorang pelacur kelas atas dan binatang buas.


Kabarnya perempuan ini di masa kecilnya sudah menjadi seorang yatim piatu, karena itu paman dan bibinya yang tidak memiliki keturunan memungut dan merawatnya seperti anak sendiri. meskipun miskin tapi kehidupan keluarga mereka cukup bahagia.


Sayangnya di masa remaja semuanya jadi berubah. paman dan bibinya yang terbelit banyak hutang lalu menjualnya ke tempat hiburan. meskipun berusaha menolak bahkan kabur tetap saja dia gagal.


Di tempat hiburan kaum hidung belang itu dia langsung menjadi wanita penghibur nomor satu dan jadi rebutan para pelanggan. hal ini memicu rasa iri hati pelacur lainnya hingga diantara mereka bersekongkol untuk menjebaknya.


Seorang pelanggan yang masih kerabat pembesar istana di temukan mati keracunan di dalam kamar bersama gadis itu. ada orang yang bersaksi kalau dialah yang meracuni kerabat pembesar itu. saat di periksa sebuah bungkusan kecil berisi serbuk beracun juga di temukan dibawah tempat tidurnya.


Meskipun membantah tapi bukti sudah ada didepan mata. gadis cantik yang malang ini mendapat hukuman penggal kepalanya. sebelum itu dia sempat dipenjara dan dipaksa melayani para penjaga penjara itu. karena tidak tahan dengan penderitaannya gadis itupun nekat gantung diri dalam ruang tahanannya. dasar sial tali gantungannya terputus hingga gadis itu urung mampus.


Kejadian ini menarik perhatian seorang tokoh silat jahat setengah gila yang hidup sebagai seorang pengawal rahasia kaum pembesar istana, diam- diam orang itu menyusup ke dalam ruang tahanan, setelah melumpuhkan beberapa penjaga diapun membawa kabur wanita malang itu.


Dari orang jahat yang sinting inilah gadis itu mendapatkan semua ilmu silat dan kesaktiannya. meskipun sebagai gantinya setiap hari dia harus melayani hasrat lelaki itu. meskipun awalnya merasa terpaksa, tapi lama- lama justru dia menjadi ketagihan berhubungan dengan orang itu.


Dia tidak pernah menyadari kalau gurunya yang jahat dan gila itu memberinya suatu ilmu kesaktian hebat melalui persetubuhan. akibatnya setiap kali dia menggunakan ilmu kesaktiannya, hasrat untuk melakukan perbuatan mesum selalu muncul di dalam dirinya.


Setelah tamat berguru gadis itupun muncul membawa kegemparan dalam dunia persilatan. korban pertamanya seluruh perempuan penghibur dan para lelaki mesum yang ada di tempatnya dulu pernah bekerja. seluruhnya mati kering telanjang bulat setelah dicekoki obat perangsang yang membuat mereka harus bersenggama sampai kehabisan tenaga.


Sasaran dia berikutnya adalah para lelaki tampan yang diculik untuk dijadikan sebagai budak pemuas nafsunya. setelah bosan para pria itupun dihabisi dengan kejam. pada setiap korbannya selalu ditinggali tanda sekuntum bunga mawar merah.


Semakin lama korbannya semakin banyak, karenanya pihak kerajaan di barat dan timur bersama dengan para tokoh silat aliran putih bertekad melenyapkan perempuan ganas yang dijuluki Iblis Betina Mawar Jalang itu. meskipun berilmu lumayan tinggi, tapi tetap saja dia tidak akan sanggup menghadapi gabungan pesilat yang terus memburunya. karena terdesak akhirnya perempuan setan ini meminta perlindungan dan bergabung dalam kelompok 13 Pembunuh.!


Itulah sekelumit latar belakang perempuan ini. mungkinkah akibat penderitaan dan kepahitan dalam perjalanan hidup bisa merubah seseorang menjadi manusia buas.? entahlah., tapi semua itu kembali juga pada kekuatan iman dan kesabaran dihati masing- masing orang.


''Rupanya namaku terkenal juga., sayang sekali waktuku tidak banyak, tapi kurasa masih cukup kalau untuk sekedar mencari kepuasan bersama kalian bertiga. hik., hi, hii..'' gumamnya sembari tertawa genit.


''Perempuan sundal., jangan bicara ngaco. cepat katakan apa yang sudah kau perbuat kepada Nyai Sutra Malinda sekeluarga atau pedang kami merobek mulutmu.!'' gertak Arda Jaya. meskipun sadar sedang berhadapan dengan perempuan ganas tapi dia tidak mau terlihat lemah.


''Duh., kau ini lumayan gagah meskipun tidak seganteng saudaramu yang termuda. tapi sayangnya telingamu tuli dan otakmu totol., sudah kukatakan di rumah Nyai Sutra sudah tidak ada siapapun kecuali mayat. itu artinya mereka semuanya sudah mampus.!''

__ADS_1


''Wanita Jahanam., kau memang layak mati tercabik- cabik.!'' didahului suara bentakan murka Arda Jaya mendahului menerjang kedepan sambil babatkan pedang peraknya. hanya berselang sekedipan mata kedua orang saudaranya turut menyerbu. tanpa bersepakat terlebih dulu tiga bersaudara ini sengaja menyerang lawan dari tiga penjuru.


Tiga pedang perak membabat dan menusuk dengan gerakan yang sangat cepat. dibawah cahaya sinar bulan yang menimpa mata pedang membuatnya seakan tiga jalur kilat perak yang membelah angkasa.


Iblis Betina Mawar Jalang terkikik, tangannya yang halus dan berkuku merah melolos sebuah pedang tipis dan panjang bersinar kemerahan dari balik lingkaran pinggangnya yang ramping, langsung menangkis tiga tusukan pedang lawannya. pedang itu tipis, panjang juga lentur. hingga saat digunakan menyerang tak berbeda dengan sebuah sabetan cambuk.


Rupanya pedang itu disamarkan sebagai sabuk pengikat pinggang. bau harum bunga mawar disertai asap tipis kemerahan terpancar dari pedang itu.


'Whuut., traang., treeng.!'


Benturan senjata tajam terjadi hingga empat sampai lima kali. pedang panjang, tipis dan lentur milik wanita cabul itu diputar melindungi tubuhnya, kalau diamati hampir separuh gerakannya lebih mirip ilmu cambuk atau tarian selendang yang mengandalkan sabetan dan kibasan di bandingkan sebuah jurus pedang yang lebih banyak menusuk.


Serangan gabungan Tiga Bersaudara Berpedang Perak itu dibuat mental seketika, tapi mereka serentak kembali menggebrak. kali ini Soranata sebagai orang tertua ganti mendahului serangan dengan meloncat ke udara. dari atas sana dia meluruk deras ke bawah dengan tikaman pedangnya. yang diincar bagian kepala sampai pundak lawan.


Seakan sudah sehati kedua adiknya serentak membuat serangan susulan. bedanya Arda Jaya bergerak memutar sambil kirimkan tiga tusukan di dada, perut dan punggung wanita itu. sementara Jalawira membuat gerakan berguling di atas tanah beberapa kali sambil tusukkan pedang peraknya. sasarannya dari ujung kaki hingga pinggang musuhnya. inilah serangan gabungan yang di namai jurus 'Kurungan Pedang Tiga Serangkai.!' siapapun yang diserang dengan jurus ini seakan merasakan berada dalam kurungan sangkar besi yang terus menyempit dan tidak ada jalan untuk keluar. lawan akan kehabisan tenaga dan pada akhirnya mati dirajam tikaman tiga pedang perak.!


Meskipun sempat kaget dengan serangan ketiga lawannya, tapi wanita ini tidak menjadi gugup, seakan tidak perduli dengan jubah merah mudanya yang sempat robek di beberapa tempat akibat sambar angin dari tusukan pedang lawannya yang tajam, orang cabul ini tetap mampu bertahan bahkan sesekali pedang tipisnya yang panjang ganti balas mengancam lawannya. pertarungan sengit ini sebentar saja sudah berjalan hampir tiga puluh jurus.


Senjata berukuran pendek sangat cocok untuk pertarungan jarak dekat. ketiga lawan yang sudah begitu yakin jurus kurungan pedangnya bakal berhasil dan sudah terlanjur mendesak maju menjadi sangat terkejut. mereka baru menyadari kelicikan wanita jalang ini yang sengaja menjebak mereka untuk terus mendekat. bahkan membiarkan jubah merah mudanya robek- robek disambar pedang mereka.


Dan disaat ketiga orang bersaudara ini sudah terlanjur mendesak maju, maka semuanya jadi terlambat. pedang panjang lawan yang sudah berubah pendek itupun bergerak cepat membabat dan menikam dengan kejam tanpa kenal ampun.!


'Whet., Beet., bet'


'Aaaarhk., Aaak. aahk!'


Jeritan ngeri penuh kesakitan dan rasa penasaran terdengar. tiga sosok tubuh jatuh terkapar, jubah putih bersih ketiganya seakan berubah menjadi merah dibasuh darah yang menyembur dari tubuh mereka.


Bila kau tidak mampu memburu mangsamu, maka biarkan saja dia yang mendatangimu. tanpa perlu susah payah kau bisa dengan mudah menghabisinya., mungkin itulah Perangkap Maut yang sudah disiapkan oleh perempuan jalang ini untuk menghadapi jurus Kurungan Pedang Tiga Serangkai milik ketiga lawannya itu.


Pertarungan sengit sudah selesai, wanita cantik tapi bernafsu iblis itu tertawa mengikik lalu meletakkan tiga kuntum bunga mawar merah diatas tubuh tiga orang korbannya. tiba- tiba saja nafasnya mulai memburu, keringat membasahi tubuhnya. wanita ini menjadi sangat gelisah seakan sedang kepanasan.

__ADS_1


''Oohh., Haahh., haaeh., perasaan ini datang lagi, aku membutuhkan seseorang. Aaah tidak satu orang saja tidak cukup., Dua, yah., dua orang lelaki gagah. setidaknya harus dua.!" wanita berjuluk Iblis Betina Mawar Jalang ini meracau sendiri seperti orang gila.


"Tapi dimana aku bisa mendapatkannya., sial, ketiga orang ini cukup gagah, terutama yang paling muda, wajahnya lumayan tampan. tapi mereka semua sudah mampus., Ooh Aa., aku tidak tahan lagi.,!" rintih wanita jalang itu. disaat kebingungan terdengar suara langkah kaki kuda mendekat. seekor kuda putih berpenunggang lelaki tampan empat puluh tahunan muncul di antara gelapnya hutan.


Lelaki tampan yang terlihat lemah lembut seperti terpelajar itu turun dari punggung kudanya sambil tersenyum. ditangannya orang ini menggenggam sebilah pisau kecil dan sepotong kayu beraroma wangi.


Kayu itu seperti baru saja diukir, bentuknya menyerupai tubuh wanita cantik yang belum rampung. wanita genit itu sontak menjadi girang melihat kehadiran orang ini.


"Tu., tuan., tuanku datang., Ooh., tuan junjunganku, kekasihku, kau harus menolong aku., sekarang tubuhku sangat butuh itu.,!" rengek wanita itu dengan suara mendesis kepanasan. tanpa banyak bicara lagi dia melepas seluruh pakaiannya langsung menghambur kedepan. tanpa rada malu dia memeluk dan mencumbu lelaki tampan ini yang dengan tertawa sinis melayani nafsu cabul wanita itu.


Langit gelap dan bulan bintang yang tertutup awan seakan ikut malu dan jijik melihat perbuatan terkutuk kedua orang berhati iblis itu. nikmatnya yang sesaat tidak sebanding dengan dosa berkarat- karat. tapi orang yang diperbudak nafsu setan mana perduli dengan semua itu. maka berbahagialah orang yang mampu mengendalikan hawa nafsu duniawinya.


Saat semuanya usai lelaki itu cuma tersenyum sinis melihat tubuh wanita telanjang yang masih gemetaran bersimpuh di atas tanah. dengan gaya kemalasan perempuan cabul itu memakai kembali jubah merah mudanya. dengan tersenyum puas dia bangkit dan menjura hormat. "Terimakasih atas kehadiran tuan disini.," ucapnya pelan.


"Sudah cukup., Aku datang karena ada satu hal yang perlu ku sampaikan padamu.!" potong Lelaki tampan itu sambil mengukir boneka kayunya yang baru setengah jadi.


"Tapi sebelumnya aku ingin tahu dimana pembunuh nomor tiga si 'Kaki Tumbal' yang bertugas bersamamu.?" sambungnya sambil selintas memandang sekeliling.


Wanita itu terlihat gugup sesaat, baru menjawab ''Eehm., dengan sangat menyesal saya laporkan bahwa si Kaki Tumbal telah tewas dalam menjalankan tugas ini.!''


Sepasang mata lelaki tampan yang bukan lain adalah si Pendekar Romantis Pencabut Nyawa itu seakan menyorotkan sinar tajam menggidikkan. pisau kecil ditangannya bergetar lalu melesat secepat kilat menyambar ke muka.


Perempuan jalang itu memekik ngeri, dia tidak sempat menghindar, karena tahu- tahu pisau kecil itu sudah berada hanya seruas jari dari tenggorokannya. pisau itu berhenti dan terus melayang di depan lehernya. keringat dingin langsung membasahi dahi dan tengkuknya yang merinding. seumur hidup belum pernah dia melihat ilmu lempar pisau sehebat ini. dia bahkan tidak mampu melihat sedikitpun kapan lelaki tampan itu melemparkan pisau kecilnya. disaat dia tersadar pisau itu entah sejak kapan sudah kembali ketangan pemiliknya tanpa tahu kapan tangannya bergerak.!


"Hak., ha., kau tidak perlu takut., memang patut disayangkan si Kaki Tumbal menemui ajalnya. tapi yang terpenting tugas sudah berhasil terlaksana sesuai permintaan dari pelanggan kita. Hhm., jatah imbalan jasa untuk si Kaki Tumbal bisa kau ambil.!" jelas lelaki itu sambil pandangi boneka kayunya. wanita cabul itu tersenyum lega dan dengan gaya genit mengucapkan terimakasih.


"Ada tugas baru untukmu., mencari seorang wanita tua penjual bawang. bagaimanapun caranya kau harus bisa membujuknya datang ke pulau Seribu Bisa.!"


"Wanita tua penjual bawang,? Aah., jangan- jangan yang tuan maksudkan adalah Nyai Bawang bekas pembunuh nomor dua belas alias Nenek Bawang Beracun Belatung Darah.!" seru Iblis Wanita Mawar Jalang dengan muka berubah hebat.


Tidak ada suara jawaban apapun, saat dia mengangkat kepalanya sosok lelaki tampan itu sudah lenyap dari hadapannya.

__ADS_1


__ADS_2