
Di bawah serangan pedang si 'Iblis Betina Mawar Jalang' yang datang bagaikan hujan petir membuat Roro Wulandari tidak mau ayal. kipas perak ditangan kanannya diputar secepat kilat, gerakan kipas yang terpentang menangkis dan membabat, tertutup menotok dan menusuk seakan dia lakukan dalam waktu yang hampir bersamaan hingga berkali- kali terdengar suara bentrokan senjata tajam.
'Whuut., Bheet.!'
'Traaang., traang., triing.!'
'Breet., Craass.,!'
''Aakh., anjing sundal.!'' rutuk Roro geram dan marah. jubah gaun hitamnya tertusuk robek beberapa bagian, meskipun tidak parah tapi lengan kanannya sempat tersayat pedang wanita jalang yang juga pembunuh nomor delapan dalam kelompok 13 Pembunuh itu.
''Hik., hi., hii., hari ini adalah hari kematian bagimu wanita keparat nomor dua belas..!'' maki Iblis Betina Mawar Jalang. mulut bicara pedang terus bergerak mengurung dan mengancam lawannya.
Meskipun sudah cukup lama berada di dalam satu kelompok pembunuh bayaran yang sama dan saling membenci, namun baru kali ini kedua wanita cantik ini bertarung saling bunuh. dalam hatinya Roro mengakui kalau ilmu pedang panjang dan lentur yang dipadukan gerakan jurus cambuk wanita jalang ini sungguh luar biasa ganas dan susah di duga arahnya. seakan tidak ada kesempatan bagi Roro Wulandari si Dewi Malam Beracun untuk melepaskan serangan jarum terbang beracun yang tergenggam ditangan kirinya.
Tidak butuh waktu lama bagi kedua wanita jelita itu untuk melewati tiga puluh jurus pertarungan. sambil terus memutar kipas peraknya untuk menangkis serangan pedang lawan Roro berpikir bagaimana caranya untuk bisa secepatnya keluar dari kepungan pedang yang mengancamnya.
__ADS_1
Sebenarnya Roro bisa saja membuat satu gerakan berputar untuk menghindar sekaligus melepaskan jarum beracunnya. tapi dia khawatir dengan buntelan kulit yang tergembol di punggungnya. buntelan itu cukup besar dan isinya yang berupa bubuk tidak boleh sedikitpun tercecer apalagi terkena panas. karena itulah gerakan jurus kipas Roro yang biasanya luwes, lincah dan cepat menjadi kurang leluasa. apalagi sekarang lengannya yang tersayat pedang lawan mulai terasa panas dan membengkak kaku pertanda luka itu mengandung racun.!
''Sialan., pedang perempuan jalang itu selain susah diduga arahnya juga beracun. lengan kananku mulai kaku dan perih, mungkin dalam sepuluh jurus kedepan bakal lumpuh jika tidak cepat kuobati.,''
''Turut yang kudengar dia biasa memakai campuran racun bunga mawar darah yang langka untuk senjatanya. tapi aku tidak yakin punya obat penawarnya.,'' pikir Roro gelisah.
Ini adalah pantangan besar bagi seorang pesilat yang sedang bertarung adu nyawa, selain pantang meremehkan musuh, juga tidak boleh ada sedikit saja pikiran dan hati yang bercabang, karena lawan bakal mampu menghabisinya. dan Roro harus menerima akibat dari kesalahannya itu.
''Mampuslah kau perempuan bangsat.,!'' bentak Iblis Betina Mawar Jalang. dengan bengis dia sabetkan pedangnya seraya melepaskan tusukan pedang yang menggulung bagai cambuk mengarah ke leher hendak memotong lepas kepala Dewi Malam Beracun. bau harum bunga mawar bercampur amis memuakkan terpancar dari gulungan pedangnya. dalam serangan ini si wanita pembunuh nomor delapan telah mainkan jurus 'Pedang Cambuk Mawar Iblis.'
Roro Wulandari menjerit tertahan. kipas peraknya di putar secepat yang dia bisa untuk melindungi lehernya. kembali dia teluka, kali ini pergelangan tangannya yang tersayat pedang, kipas perak terlepas dan mental tinggi di udara. dalam ancaman kematian tiba- tiba saja selintas pikiran muncul di kepalanya. wanita itu menyeringai buas, dia tidak berusaha mundur seperti sebelumnya malah maju merunduk secepat yang dia mampu. apalah wanita ini sudah bosan hidup.? bahkan lawannyapun sampai mengumpat tindakannya yang sangat bodoh.!
Gantian si Iblis Betina Mawar Jalang yang menjerit ngeri, buru- buru tubuhnya berkelit mundur sambil menyumpah kotor karena tadi hampir saja dia dapat memenggal kepala wanita saingannya. rupanya Roro sengaja membiarkan pundaknya tersabet pedang lawan agar dia punya kesempatan untuk maju dan balas menyerang.!
Mengorbankan satu untuk mendapatkan dua. melepaskan anak ayam agar dapat mengambil induknya. itulah yang ada di otak Roro Wulandari. dari terancam kini dia balik mengancam lawan.!
__ADS_1
'Aaargkh., setan alas.,!' rutuk Iblis Betina Mawar Jalang panik. dia belum pernah mendengar kalau perempuan saingannya itu memiliki ilmu simpanan yang menakutkan seperti ini.
Cakar Tengkorak Darah menghantam, lima larik sinar merah panas berbau anyir darah melabrak. dalam jarak begitu dekat tidak ada celah untuk menghindar. tapi wanita cabul pembunuh nomor delapan ini bukan orang yang gampang menyerah. pedang tipisnya yang panjang dan lentur mendadak jadi menyusut pendek dan langsung menikam. Roro Wulandari sempat terkesiap tapi terus menghantamkan cakarnya ke pedang lawan.
'Bheeet., Craang., Craask!'
'Uuhts., Aaarkh.,!'
Iblis Betina Mawar Jalang kembali menjerit ngeri. meskipun pedang pendeknya mampu menusuk siku Roro tapi cakar maut lawan juga sanggup mencabik sekaligus meremas hancur lengan kanannya. masih untung pundak dan pergelangan tangan Roro sudah terluka hingga daya hancur ilmu Cakar Tengkorak Darah menjadi jauh berkurang. kalau tidak bukan saja tangan malah tubuh lawan bakal dapat tercabik hancur.!
Pedang terlepas, pemiliknya melompat mudur menjauh hendak kabur. anehnya Roro tidak mengejarnya dia malah melompat tinggi ke atas menyambut kipas peraknya yang terpental di udara. selusin jarum perak beracun yang sedari awal berada di tangan kirinya dilemparkan. tangan kanan yang kembali menggenggam kipas perak mengibas. puluhan jarum melesat cepat diiringi hempasan angin sekencang topan. inilah jurus 'Angin Hujan Jarum Perak.!'
''Matilah kau perempuan jalang.!'' damprat Roro dari atas udara. dibawah sana terdengar jeritan parau menyayat hati saat belasan jarum perak beracun Roro menghunjam punggung Iblis Betina Mawar Jalang. tubuh wanita itu terus terhempas keras sampai menabrak sebatang pohon hingga berderak patah dihantam angin keras dari kipas perak Roro Wulandari. perempuan jalang yang punya masa lalu kelam itu mati tanpa sempat berkelojotan.
Roro kembali jejakkan kakinya ke bumi dengan limbung, wajah cantiknya memucat beberapa bagian tubuhnya di basahi oleh darah. walaupun bukan pertarungan terberat yang pernah dia alami, tapi ini adalah pertarungan yang paling mengancam jiwanya. dengan gontai dia mendekati mayat lawannya. meskipun benci dengan wanita itu tapi dalam hatinya Roro juga bersimpati karena dia tahu latar belakang Iblis betina ini.
__ADS_1
''Kuharap dalam sisa hidupku tidak akan bertemu lawan sepertimu lagi..!'' batin Dewi Malam Beracun. sekuntum bunga mawar merah yang terselip di gelungan rambut wanita itu mendadak layu dan rontok tersapu angin seakan turut menghantar kepergian pemiliknya.
Setelah memeriksa mayat wanita itu, barulah Roro menemukan obat penawar racun pedang mawar darah yang tersimpan di dalam sebuah tabung bambu kecil. setelah menaburkan obat itu di mulut lukanya Roro kembali memacu kudanya menuju ke bukit Lading. sementara itu mentari mulai condong ke barat pertanda hari sudah beranjak senja.