
Kedua orang bekas anggota 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis' itu merasa punya hutang nyawa pada wanita cantik dan kakek tua di depannya. karena jika saja malam ini tidak datang pertolongan, sebenarnya dalam beberapa hari kedepan mereka berdua sudah pasti dihukum mati oleh atasannya.
Sebab itulah tanpa perduli tugas seberat apapun yang akan diperintahkan, mereka bertekad untuk melaksanakannya sebaik mungkin. meskipun tidak mengenal orang tua berjari buntung yang memanggul si 'Ular Sakti Berpedang Iblis' tapi keduanya tahu betul siapa wanita secantik bidadari disebelahnya karena mereka juga pernah berada dibawah perintah perempuan itu.
''Kalian berdua ikutlah kami.!'' ucap 'Maling Nyawa' mendahului berkelebat disusul Roro Wulandari si 'Dewi Malam Beracun' yang memandang Satriyana. walaupun belum pulih benar dari luka- luka akibat siksaan selama dalam penjara tapi dua orang bawahan itu berusaha sekuat tenaga mengikuti mereka.
Untungnya mereka tidak berlarian terlalu lama karena sepeminum teh kemudian mereka berempat sudah sampai ke sebuah goa batu yang berada dekat pantai karang di sebelah tenggara pulau 'Seribu Bisa'. dua orang bawahan ini sempat terkejut karena selama ini mereka tidak pernah tahu kalau di balik tebing batuan karang itu terdapat sebuah celah mulut goa rahasia.
Bahkan untuk masuk ke dalam goa yang sempit itu mereka mesti terlebih dulu menggeser sebuah tonjolan batu penghalang yang ada di depannya. cara masuknyapun juga harus memiringkan tubuh. jangankan di waktu gelap malam seperti sekarang, saat terang hari sekalipun goa sempit itu juga tidak akan gampang ditemukan.
Dari bentuknya jelas sebagian dari goa itu adalah tambahan buatan tangan manusia. Dewi Malam Beracun yakin kalau semua ini adalah hasil kerja guru Respati yang berada didepannya. ruangan goa itu tidak begitu dalam namun cukup nyaman. dan bersih. keduanya lantas membaringkan tubuh Respati dan Satriyana diatas lantai goa batu.
Di dalam sudut ruangan goa itu Roro melihat ada beberapa lembar pakaian berwarna putih dan sebuah ikat kepala dari kulit ular hitam yang masih baru. yang mengejutkan di tumpukan baju putih itu terlihat sebilah pedang pendek bersarung hitam dengan ukiran kepala iblis pada gagangnya. ''Kenapa 'Pedang Iblis Hitam' milik Respati ada di sini.?'' batin Roro kaget.
__ADS_1
''Saat aku sedang dalam perjalanan mencari Respati dan Satriyana, diriku sempat berpikir kalau senjata sakti bocah ini pasti sudah diambil oleh para bedebah itu. karenanya sekalian saja aku menyusup lebih dulu ke tempat penyimpanan senjata. seperti yang kuduga pedang itu berada di sana. sedangkan pakaian putih itu sengaja aku bawa dari luar kupikir anak ini akan membutuhkannya..'' jawab Maling Nyawa seakan tahu apa yang ada dipikiran si Dewi Malam Beracun.
''Kalian berdua berjaga saja di depan goa. ada baiknya sembunyikan diri dibalik bebatuan. jika ada yang memergoki, kalian bilang saja sedang mendapatkan perintah dari pimpinan si 'Lengan Tunggal Pengejar Roh' untuk menjaga daerah ini. kalau ada orang yang merasa curiga boleh bunuh secepatnya.!'' perintah Maling Nyawa sambil lemparkan dua buah topeng tengkorak putih juga sepasang senjata tombak pendek bermata gergaji pada kedua bekas tahanan itu.
Rupanya dalam perjalanan keluar dari lorong goa penjara, orang tua ini sempat mengambil barang- barang itu dari mayat para anggota Pasukan Tombak Gergaji Iblis yang sudah terbunuh. meskipun merasa heran dengan kelakuan pencuri tua yang sakti ini tapi saat itu Roro tidak mau bertanya apapun karena dia yakin pasti si Maling Nyawa punya alasan sendiri.
Setelah menerimanya kedua bawahan itu mengangguk hormat dan bergegas keluar untuk berjaga. kini tinggal Roro dan Maling Nyawa yang berada di dalam goa merawat luka Respati juga Satriyana. meskipun sedari tadi hanya terlihat diam tanpa bicara seolah tidak terjadi apapun namun Maling Nyawa paham betul jika dalam hati wanita cantik itu sedang dilanda kegundahan.
Tubuh Satriyana dia dudukkan di depannya. dengan kedua telapak tangan yang dilambari hawa murni Roro salurkan tenaga saktinya ke punggung gadis itu. perlu waktu cukup lama dan kesabaran untuk membuatnya tersadar kembali. sebenarnya dalam hatinya Roro merasa ada keanehan dalam tubuh Satriyana karena dia tidak merasakan adanya tenaga kesaktian gaib yang sebelumnya tersimpan dalam tubuh gadis itu.
Selintas pikiran muncul di kepala wanita cantik yang punya seribu akal itu. batinnya sedikit terguncang hingga penyaluran tenaga saktinya jadi turut tersendat dan hampir saja berbalik menghantam dirinya sendiri. cepat dia kembali pusatkan perhatiannya pada pemulihan luka dalam gadis di depannya ini.
Maling Nyawa juga melakukan pengobatan yang sama pada Respati muridnya. bedanya luka dalam pemuda ini meskipun tidak separah Satriyana namun justru terasa lebih sulit membuatnya tersadar kembali. pencuri sakti itu sempat terperanjat saat merasakan adanya hawa kesaktian yang luar biasa besar sedang bergulung- gulung liar di dalam tubuh Respati.
__ADS_1
Jika dirasakan lebih jauh, tingkatan tenaga sakti yang tersimpan dalam diri muridnya sekarang ini bahkan berada di atas tenaga dalamnya sendiri. padahal orang tua itu tahu kalau tingkat kesaktian muridnya tidaklah setinggi ini. ''Darimana Respati mendapatkan tenaga kesaktian yang demikian hebatnya.?'' batin Maling Nyawa sambil terus berusaha untuk menyalurkan tenaganya.
Kembali kakek tua itu terkesiap karena hawa kesaktian dalam tubuh muridnya yang terus bergolak bagai gulungan ombak lautan yang tidak kunjung habis itu seakan menolak keluar tenaga sakti darinya. hampir saja dia terpental akibat tenaga tolakan yang sekuat bongkahan bukit karang runtuh itu. dari mata batinnya Maling Nyawa dapat melihat secara samar ada bayangan lima ekor ular kobra hitam yang bergulung menyelimuti tubuh pemuda itu.
''Edan., rupanya bocah ini sudah mengalami peningkatan kesaktian dari kitab ilmu 'Kobra Iblis'. tapi meskipun ini sangat luar biasa, aku masih tidak mengerti cara bagaimana Respati bisa meningkatkan kesaktian dirinya. karena butuh tenaga yang sangat besar agar dapat menguasai kitab pusaka Kobra Iblis..'' batin Maling Nyawa heran, bangga bercampur tidak percaya.
"Tapi jika kulihat lebih jauh, sepertinya tenaga sakti yang sangat hebat ini belum begitu lama dia dapatkan. terbukti hawa kesaktian dalam tubuhnya masih bergejolak dengan liar hingga Respati sendiri tidak sanggup untuk mengendalikannya. perlu kesabaran tinggi agar dapat menyelaraskan kesaktian baru ini dengan tenaga aliran tenaga dalamnya yang dia miliki sebelumnya.."
"Akan kucoba lagi untuk membimbing aliran tenaga kesaktian baru ini agar dapat melebur menjadi satu dengan yang bocah ini miliki sebelumnya. sialan betul., bagaimana dalam tubuh Respati bisa terdapat kekuatan yang menyeramkan seperti ini. Huhm., kurang ajar. apakah tanpa ijin dariku dia telah berani berguru pada orang sakti lainnya, ataukah sebab lain.?" dengus Maling Nyawa gusar sekaligus bingung.
Wajah pencuri tua yang nampak sangat lugu itu berubah pucat sekaligus prihatin saat terlintas kembali kejadian di dalam ruang penjara tempat Respati dan Satriyana disekap oleh ketua 13 Pembunuh. ''Aah., atau jangan- jangan karena itulah..'' desis Maling Nyawa tercekat. dia tidak berani lagi untuk berpikir lebih jauh. tanpa sadar orang ini melirik Roro Wulandari dengan pandangan simpati.
Dalam hatinya pencuri tua itu terselip rasa kagum atas kebesaran jiwa wanita cantik itu hingga masih sanggup mengendalikan diri bahkan melakukan pengobatan pada gadis yang secara tidak langsung telah menikam hatinya dari belakang. ''Aish., masalah asmara anak muda memang rumit, ruwet dan cuma bikin pusing saja. aku jadi teringat dengan sebuah bait puisi, 'Sejak dulu beginilah cinta., penderitaannya tidak akan pernah bisa berakhir..'' (Cu Pat Kai. film kera saktiππ).
__ADS_1
.....
Sejujurnya sudah dapat kiriman cerita 13 Pembunuh ini sejak kemarin. tapi saya lagi seneng"nya baca salah satu novel translate di NT. jadi maaf kalau telat update ππ .