
Pertarungan yang jelas tidak seimbang itu masih terus berlangsung. dalam dua puluh jurus yang sudah terlewati dengan cepatnya, si 'Putri Penjerat' atau 'Laba- Laba Kuning' sudah mampu menghabisi tiga orang dan membuat cacat buntung serta luka- luka empat anggota 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis' yang mengeroyoknya.
Dengan masih mengandalkan jurus 'Jaring Kilat Elmaut Kuning' perempuan cantik bertubuh kecil itu seperti sengaja terus menyerang lawan dengan sangat rapat tanpa memberikan kesempatan sedikitpun bagi para penyerangnya untuk balik menggempur.
Cara bertarung mengadu jiwa seakan tanpa perduli pertahanan diri begini memang dahsyat jika di gunakan menghadapi banyak musuh. tapi akibatnya tenaga dalam akan lebih cepat terkuras habis. lewat dua puluh jurus terlihat keadaan jadi berubah, luka- luka dan darah mulai menghiasi baju kuning sang Putri Penjerat.
''Haa., ha., akhirnya kau mulai kepayahan. tidak lama lagi kepala dan lima bagian tubuhmu yang lainnya akan terpisah oleh kapakku..'' seru si 'Kapak Jagal tertawa mengejek. kapaknya yang besar kembali terayun menciptakan cahaya hitam tajam yang bersilangan menggidikkan.
''Tapi sebelumnya dia bisa melayaniku lebih dulu. biarpun tangannya tinggal sebelah, dia tetap wanita yang menarik Hek., he.!'' timpal 'Datuk Tinggi Mayat Besi' sambil lepaskan satu pukulan tangan kosong dan dua sapuan kaki yang menimbulkan angin keras berhawa kehitaman.
Di ancam dua serangan maut dari lawannya membuat Putri Penjerat kepayahan. jurus 'Jaring Kilat Elmaut Kuning' nya seakan tidak lagi banyak membantu. bukan karena kalah hebat, tapi tenaga kesaktiannya sudah terkuras. belum lagi luka- luka yang semakin banyak akibat sabetan dan tusukan tombak dari anggota bawahan 13 Pembunuh yang terus mengurungnya dari delapan penjuru. membuat wanita ini semakin terpuruk. bayangan kematian sudah muncul di pikirannya.
Satu pukulan dapat dia hindari tapi dua tendangan Datuk Tinggi Mayat Besi hanya satu yang dapat dia tahan, lainnya telak menghajar perutnya hingga dia terjungkal bergulingan dan muntah darah.
''Mampus kau laba- laba betina buntung.!'' bentak si Kapak Jagal bengis. selarik cahaya hitam tipis namun lebar dan setajam pedang menyambar bersilangan. dengan jurus 'Jalur Hitam Selusin Jagal Kegelapan' perempuan bermata kiri picak itu bermaksud mencacah tubuh si Putir Penjerat jadi selusin potongan.
''Huhm., di kasih hati tetap saja minta kau mati, akan aku turuti kemauanmu.!'' Datuk Tinggi tak mau ketinggalan. tangan kiri lepaskan senjata rahasia 'Pahat Mayat Membatu' sementara tangan kanannya turut menghantam dengan pukulan 'Gelombang Mayat'. gulungan angin keras berhawa hitam busuk menggebrak.!
Putri Penjerat mengumpat dalam hati. dia sudah benar- benar terjepit dan luka parah. hanya dua kali saja wanita itu dapat lepaskan ilmu 'Jaring Kilat Elmaut Kuning' untuk menghadang dua jurus kesaktian lawannya, dan juga senjata Pahat Mayat Membatu. tapi semua itu tersapu musnah begitu saja.
__ADS_1
Selanjutnya wanita itu jatuh tersungkur lemas seperti pasrah dengan nasibnya. dia masih sempat melirik kearah kereta kuda maut yang ada disebelah kanannya, dalam hatinya membatin. biarpun dia sudah mengenal si pembunuh nomor dua belas cukup lama, tapi baru beberapa hari dalam kereta kuda itulah mereka berdua menjadi benar- benar sangat akrab.
Dalam kelompok 13 Pembunuh seperti sengaja di ciptakan suatu dinding batasan yang tidak nampak di antara anggotanya, tapi sangat jelas terasa. karena mereka selalu merasa saling curiga dan bersaing keras. bahkan berharap agar rekannya cepat mati terbunuh. baik itu dalam tugas ataupun karena tipu muslihat.
Kalau mau jujur, sebenarnya hari paling bahagia di dalam kehidupnya justru saat dia berada bersama 'Dewi Malam Beracun' dan si 'Ular Sakti Berpedang Iblis'. juga dua orang lainnya yang bernama Sabarewang dan Satriyana. tingkah laku mereka berempat kadang membuatnya tersenyum sendiri.
Dalam waktu singkat menjelang ajalnya tiba, Putri Penjerat terbayang kembali masa lalunya. sejak kecil dia selalu sendirian tanpa teman atau saudara. bahkan tidak tahu siapa orang tua yang melahirkannya. seakan semua orang menjauhi dan merendahkan dirinya. lelaki tua yang menemukannya juga tidak bisa di sebut sebagai guru yang baik dan menyayangi sang murid, karena kerap kali menyiksanya.
Bahkan saat beranjak dewasa dia sudah di nodai gurunya sendiri. padahal di dunia luar sang guru dikenal sebagai tokoh silat yang luhur budi. untung saja kejadian itu tidak berlangsung lama, karena dengan sebuah tipuan dia berhasil kabur dengan membawa kitab ilmu silat bernama kitab 'Laba- Laba Penjerat Sukma.!'
Dengan berbekal ilmu itu dia berhasil balas dendam kepada semua orang yang pernah menyakitinya di masa kecil, termasuk pada bekas gurunya. celakanya beberapa pesilat tua teman sang guru mengetahuinya dan mengatakan kalau dia murid murtad dan durhaka karena sudah membunuh gurunya sendiri. maka diapun menjadi musuh orang- orang persilatan.
Dari dinding kayu hitam 'Kereta Kuda Maut' terdengar suara banyak benda berderak dan bergeser. secara aneh muncul puluhan lubang dari dua dinding kereta kuda. ratusan paku, pisau juga panah beracun terbang yang memancarkan cahaya api merah dan berbau anyir darah terlihat berhamburan melesat menghadang ilmu kesaktian yang mengancam Putri Penjerat.
''Kalian benar- benar membuatku merasa muak., beraninya mengganggu waktu istirahatku. tidak ada ampunan bagi kalian semua.!'' bentakan gusar seorang wanita terdengar bersamaan dengan hujan senjata rahasia yang melesat dari lubang- lubang rahasia yang muncul di dinding kereta kuda.
Sepuluh larik cahaya merah berbentuk cakar iblis yang lebih panas bara api dan berbau anyir busuk menyambar ganas dari balik pintu belakang kereta kuda. inilah ilmu pukulan 'Cakar Tengkorak Darah' andalan Roro Wulandari.!'
Terdengar ledakan tenaga kesaktian yang saling berbenturan berulang kali. jeritan dan teriakan parau yang menyayat hati di barengi dengan tumbangnya belasan tubuh anggota bawahan dari kelompok 13 Pembunuh yang tersambar ratusan senjata rahasia berapi. mereka tidak sempat menghindar dari hujan senjata itu. bagian tubuh yang tertembus senjata beracun itu meletus seketika dan hangus.!
__ADS_1
''Wanita jahanam., bagaimana kau bisa berada di sini. keparat., anjing betina sialan.!'' maki Datuk Tinggi Mayat Besi gusar. sudah dua kali ini dia gagal menghabisi nyawa Putri Penjerat hanya gara- gara perempuan bekas pembunuh nomor dua belas ini. wanita secantik bidadari yang ada di hadapannya bukan saja mampu menghantam buyar ilmu kesaktiannya tapi juga membuat jubah hitamnya robek besar.
Biarpun orang dari tanah seberang itu punya dasar ilmu kebal, tapi kulit bagian paha kanannya yang tertutupi jubah hitam itu juga turut tercabik dan gosong. darah yang keluar terlihat kehitaman berbau daging hangus.
''Siapa perempuan sombong itu.?'' tanya si Kapak Jagal geram dan penasaran. maklum saja dia baru bergabung dengan kelompok 13 Pembunuh, sehingga tidak mengenal Roro Wulandari si Dewi Malam Beracun.
''Huhm., dia bekas pembunuh nomor dua belas, Dewi Malam Beracun..'' desis Datuk Tinggi. jawaban ini seketika membuat Kapak Jagal terkesiap kaget. dari bentrokan ilmu kesaktian tadi, terasa benar kalau tingkat tenaga dalam wanita cantik itu sangat tinggi. meskipun begitu baik Datuk Tinggi Mayat Besi dan si Kapak Jagal tidak menjadi jeri. bahakan mereka berdua berani berkoar.
''Hek., he., Dewi Malam Beracun. salah satu wanita tercantik di rimba persilatan., kuakui kau memang sangat jelita luar biasa..''
''Meskipun aku sangat berhasrat denganmu, tapi sayangnya tuan Kamajaya juga menginginkan dirimu. dari pada cuma bisa melihatmu di miliki Kamajaya, lebih baik kau kami habisi saja sekarang..'' ucap Datuk Tinggi sambil menjilati bibirnya sendiri yang berkumis hitam tebal. Roro meludah jijik.
''Biarpun ilmu kesaktianmu sangat tinggi, tapi sekarang kau cuma seorang diri saja. Putri Penjerat sudah sekarat., tidak ada orang yang bisa membantumu.!'' gertak Kapak Jagal.
''Siapa yang bilang dia cuma seorang diri., wanita cantik genit yang pintar seperti dia tidak akan pernah kekurangan teman. setidaknya., ada dua orang di sini.!'' tegur seseorang dari dalam rumah. suara orang ini bukan saja membuat Datuk Tinggi dan Kapak Jagal terkejut, tapi Roro Wulandari juga terkesima.
Dari balik pintu rumah besar, muncul dua orang lelaki. yang berjalan paling depan berkumis tebal memakai baju dan blangkon hitam serta membekal sebilah golok besar dengan gagang dari tulang manusia. orang inilah yang tadi berbicara.
Di belakangnya berdiri seorang pemuda gagah berpakaian putih dengan ikat kepala kulit ular hitam melilit kening dan rambutnya yang gondrong. sekali berkelebat dia sudah tiba di samping si Putri Penjerat. tubuh perempuan itu langsung di obati di teras yang dekat dengan pintu rumah besar itu.
__ADS_1
Ini sebenarnya agak aneh, kenapa pemuda yang bukan lain Respati itu tidak membawa masuk Putri Penjerat ke dalam kereta kuda. cuma dia dan Roro saja yang tahu alasannya.