13 Pembunuh

13 Pembunuh
Bertahan hidup


__ADS_3

Manusia tinggi besar yang jadi pimpinan gerombolan itu mutar tombak besi kuningnya hingga menimbulkan suara deru angin keras, diakhir gerakannya dia gebrakkan tombak itu ketanah, sesaat bumi terasa bagai bergetar karenanya. ini seakan menunjukkan kalau tenaga dalam orang ini sudah sangat tinggi.


'Whuuuk., whuuk., Braaak.,!'


''Cepat katakan siapa kau, sebelum aku menghabisimu.,!'' bentak si pemimpin gerombolan rampok yang bernama Jalak Gandos itu.


Dengan menahan rasa sakit didadanya, Wirasaba lintangkan pedang besi putihnya didepan dada, sikapnya sangat gagah. rupanya orang ini sudah siap beradu nyawa dengan gerombolan begal rampok itu. ''Namaku Wirasaba., murid Ki Bayu Tirta dari perguruan silat 'Damar Sakti..'' jawab Wirasaba dengan suara lantang dan tenang, tanpa ada sedikitpun rasa gentar.


Jalak Gandos tercenung sesaat lalu bertanya, ''Kudengar di sebelah barat lereng bukit Damaraja ada sebuah perguruan silat yang baru berdiri beberapa bulan., apakah padepokan itu yang kau maksudkan.,?''


Wirasaba cuma mengangguk, dia tidak ingin membuang waktunya dengan bicara basa- basi yang tidak berguna, menyadari dengan siapa kini dia sedang berhadapan, Wirasaba langsung menggebrak ke depan, pedangnya yang tipis dan lentur digerakkan bagaikan aliran sungai yang deras, beberapa larik cahaya pedang menyambar disertai percikan air tajam, inilah jurus 'Aliran Sungai Pedang,!'


Walaupun sebenarnya kekuatan jurus ini masih dibawah jurus Cahaya Pedang Embun Pagi, tapi karena jurus ini sudah dikuasai Wirasaba dengan sempurna, maka kehebatannya menjadi jelas terlihat. sampai-sampai Jalak Gandos yang tidak menyangka bakal diserang menjadi kelabakan, meskipun dia mampu menghindar, tapi kedua orang anak buahnya yang menginjak Respati menjadi sasaran, dengan menjerit ngeri keduanya terjungkal roboh dengan tubuh bersimbah darah diterjang jurus pedang Wirasaba.!


''Kalian cincang habis orang ini, siapapun yang berhasil memenggal kepalanya dia akan mendapat imbalan besar.,!'' teriak Jalak Gandos murka, seketika hampir seluruh anak buahnya menerjang dengan ganas seolah berebut kepala Wirasaba terlebih dahulu. karuan pemuda ini menjadi kerepotan menghadapi serbuan para anggota begal Jalak Gandos yang sedang kalap, ditambah lagi luka didadanya terasa semakin parah, membuat gerakannya tidak leluasa. mungkin Wirasaba tidak akan sanggup bertahan lama.


Murid perguruan silat Damar Sakti ini harus terima beberapa pukulan dan tendangan dari para pengeroyoknya, bahkan dua kali babatan golok lawan sempat mampir di lengan dan paha kanannya. tidak ada kesempatan baginya untuk menyerang balik, tubuhnya juga semakin melemah, dan saat pedangnya terlepas dari genggaman, dia cuma bisa pasrah menerima belasan golok lawan yang merajam tubuhnya.!

__ADS_1


Wirasaba benar- benar ksatria sejati yang pemberani, biarpun dia mati bersimbah darah tapi tidak sedikitpun suara rintihan keluar dari mulutnya. bahkan saat kepalanya terpenggalpun, raut wajahnya juga tidak menyiratkan rasa ketakutan.


Para begal rampok itu meskipun sudah biasa melakukan pembunuhan kejam, tapi melihat mayat Wirasaba dihati mereka juga terbersit rasa ngeri sekaligus kagum pada korbannya.


Sarang gerombolan perampok Jalak Gandos seketika menjadi hening, bahkan Jalak Gandos juga terdiam sesaat lamanya. ''Kalian kuburkan mayat orang ini, satukan dengan kepalanya., dia musuh yang layak mendapat penghormatan. mayat lainnya buang saja ditengah dihutan, biar jadi makanan serigala liar.!'' ujar Jalak Gandos.


''Lalu bagaimana dengan bocah ini, sedari tadi dari mulutnya cuma keluar suara., Roro, Roro., Roro Wulandari.,!'' bertanya Gempal Codet yang dipapah dua orang rekannya, nampaknya luka orang ini lumayan parah akibat bertarung dengan Wirasaba.


Jalak Gandos menoleh, ''Kalian tahu siapa yang dia panggil Roro itu.,?'' anak buahnya saling pandang, lalu salah satunya menjawab, ''Kalau tidak salah bukankah Roro Wulandari itu nama gadis cantik anak semata wayang juragan Sindu Wijoyo.?''


''Aah benar., 'Kenapa aku bisa lupa, gadis itu memang cantik jelita, aku suka sekali dengannya, sayangnya kita sudah bersepakat dengan saudagar emas yang telah berani membayar kita sangat mahal.!'' seru Jalak Gandos sambil tepuk dahinya.


''Kalian harus bekerja cepat, jangan sampai meninggalkan jejak, kita harus segera pergi ke tempat persembunyian kita yang baru.!'' setelah memberi perintah Jalak Gandos dan Gempal Codet segera mendahului pergi.


Anggota gerombolan itu sepertinya sudah paham betul dengan apa yang harus mereka kerjakan, dalam waktu singkat daerah itu sudah bersih dari mayat, bahkan ceceran darahpun sudah menghilang, gubuk- gubuk persembunyian dirobohkan dan di bakar, ini untuk menghilangkan jejak apabila ada prajurit kerajaan yang mengejar mereka.


Para wanita culikan yang hendak mereka jual dimasukkan paksa kedalam kereta kuda.

__ADS_1


Salah satu gadis yang paling cantik berbaju hitam menjerit keras dan meronta saat melihat tubuh Respati yang berlumuran darah dilempar kedalam gerobak bersama mayat para pemuda desa, tapi satu gamparan ditengkuk membuatnya pingsan seketika.


Tiga orang anggota rampok langsung menaiki gerobak kuda berisi mayat, satu orang didepan mengendali tali kekang kuda, dua lainnya ada dibelakang. sekali sentak gerobak berkuda itu sudah berlalu cepat menembusi hutan, setelah dirasa cukup jauh, semua mayat mereka lemparkan begitu saja, salah satu diantara para begal itu tancapkan sebilah pisau ke dada Respati. tubuh pemuda itu meregang lalu terkapar diam tak bergerak. setelah dirasa beres mereka cepat tinggalkan tempat itu.


Malam semakin larut, mayat yang bergelimpangan menyebarkan bau banyir darah, suara lolongan serigala hutan yang bersautan seakan menyebar undangan bagi kawanannya untuk berpesta daging bangkai.


dalam waktu singkat kawanan serigala itu sudah muncul ditempat itu, ditengah kegelapan malam, diantara celah semak pepohonan, mata gerombolan serigala liar itu terlihat tajam memerah, mereka sudah mencium bau mangsanya.!


Seekor serigala yang paling besar terlihat bergerak maju mendahului, sepertinya dia pemimpin kawanan serigala itu, setelah sekali memutari tumpukan mayat, serigala besar itu melolong panjang lalu menerkam mayat yang paling dekat dengannya, menyusul kemudian puluhan serigala lain yang mengikuti pimpinannya, mereka sedang kelaparan berebut daging mayat yang berserakan dengan buasnya.!


Mendadak seekor serigala meraung kesakitan saat sebilah pisau menghunjam lehernya, salah satu dari sosok mayat yang tubuhnya paling kecil terlihat berusaha menggorok leher binatang yang hendak memangsanya dan dia berhasil melakukan itu, lalu dengan sisa tenaganya dia berguling menjauh, pisau belati yang baru dia cabut dari dadanya sendiri tergenggam erat ditangannya. darah bisa mengucur, tubuhnya boleh hancur, tetapi semangat untuk tetap hidup seakali- kali pantang mengendur.!


''Diriku sudah disiksa habis- habisan dan ditikam pisau oleh para bajingan itu, tapi aku belum mati., jadi jangan harap kawanan binatang liar seperti kalian dapat memangsaku.,!'' rutuk mayat yang tiba- tiba hidup itu, padahal tadi di dadanya sudah tertancap pisau belati, tapi kenapa pemuda tanggung ini masih mampu bertahan hidup.?


Serigala besar terlihat marah, dengan menyalak keras binatang buas itu menerjang si mayat hidup yang bukan lain Respati, pemuda itu bukannya menghindar tapi malah maju saat jarak keduanya tinggal selangkah, tubuhnya merosot cepat kebawah, pisau ditangannya menusuk keatas merobek dada dan perut serigala yang menerjang lewat di atas tubuhnya.!'


'Whuut., Breet.!'

__ADS_1


Serigala besar meraung bergulingan, Respati tidak tahu lagi apa yang ada disekitarnya, kegelapan malam dan lemahnya tubuh membuatnya tidak berdaya, dia hanya sempat mendengar raungan kawanan serigala liar yang kelaparan itu mendekat padanya, sebelum akhirnya dia benar- benar tidak tahu apapun.


__ADS_2