13 Pembunuh

13 Pembunuh
Dalam Goa Rahasia.


__ADS_3

Malam yang sunyi mencekam seketika terpecah oleh suara gelak tawa yang menggaung seram seakan berasal dari dunia lain, masih terdengar keras mengguncang sekeliling pulau itu. padahal orang berjubah kuning keemasan dan memakai topeng tengkorak yang memang sang Ketua perkumpulan 13 Pembunuh itu sudah berhenti semburkan tawanya beberapa saat yang lalu.


Gema suara tawa iblis yang mengguncang pulau menandakan tingkat kesaktian orang misterius ini sungguh tidak dapat diukur. sampai- sampai si 'Lengan Tunggal Pengejar Roh' juga harus kerahkan tenaga dalam yang cukup besar untuk membentengi dirinya dari hantaman suara tawa sang Ketua.


Saat semuanya sirap barulah orang tinggi besar bertopeng tengkorak yang masih duduk diatas kursi batu pualam itu bicara, ''Bagaimana dengan semua persiapannya. apa ada masalah.?''


Si lengan buntung cuma diam seakan tidak perduli, tapi dari balik salah satu sudut kegelapan muncul seorang lelaki empat puluh lima tahunan berjubah hijau. orang berwajah tampan ini berjalan sambil mengkukir sebuah boneka kayu.


''Hampir semuanya sudah kami atur sebaik mungkin. begitu kau turunkan perintah, kita semua akan langsung bergerak sesuai dengan yang telah direncanakan..'' lelaki pengukir boneka itu menjawab, lalu duduk di salah satu kursi yang mengelilingi meja bundar pualam putih.


''Hanya saja., ada sedikit masalah karena kita belum mendapatkan berita tentang bayi yang di rebut oleh 'Kuntilanak Hitam Penculik Bayi.' juga dimana si nomor delapan saat ini berada..'' sambung orang yang punya julukan 'Pendekar Romantis Pencabut Nyawa' bernama Kamajaya itu sambil mendengus gusar.


''Waktu yang kita punya semakin sempit, kau mesti pastikan semuanya berjalam sesuai dengan rencana. jika si nomor delapan tidak terlihat batang hidungnya, anggap saja dia sudah mampus atau ganti saja dengan orang lain yang lebih pantas..''


''Juga bayi itu., perintahkan orang- orang kita agar terus menyelidiki keberadaannya.!'' ujar si topeng tengkorak. Kamajaya mengangguk hormat.


''Lantas bagaimana dengan si nomor dua belas dan tiga belas. aku merasa mereka berdua sedang merencanakan sesuatu di luar sepengetahuan kita..''


''Huhm., jika keduanya sampai berani berbuat sesuatu yang diluar perintah, kita mesti memberi mereka hukuman berat.!'' dengus seorang lelaki berperut buncit berkepala gundul yang datang dengan terhuyung seperti orang mabuk. sebuah kendi besar berisi arak tergenggam di tangannya. siapa lagi orang ini kalau bukan si 'Setan Arak.' sementara di sebelahnya juga telah datang 'Penjudi Dari Akhirat.!


''Dimana Nyi Sira dan Nyai Bawang saat ini.?'' bertanya sang Ketua pada Setan Arak.


''Sejak kemarin malam keduanya masih berada di dalam goa tempat tinggal lama mereka masing- masing. Nyi Bawang sedang meracik senjata bawang beracunnya. kalau Nyi Sira terus melatih ilmu pedangnya..''

__ADS_1


''Seperti masa lalu., kedua nenek tua itu membutuh orang untuk dijadikan sasaran percobaan ilmunya. jadi aku beri mereka tiga orang pesakitan yang sedang menjalani hukuman karena berani menentang kelompok kita..''


''Meraka berdua juga sempat berpesan agar jangan ada yang berani mengganggunya., tapi kedua nenek tua itu selalu siap jika Ketua memberi perintah..'' tambah Penjudi dari Akhirat yang matanya setipis garis itu.


''Bagus., terus laporkan setiap peristiwa yang terjadi di luar sana karena tidak boleh ada sedikitpun salah perhitungan dalam rencana besar kita untuk menguasai dunia persilatan. tapi kenapa sampai sekarang belum ada tanda- tanda keberadaan anak yang membawa Darah Keabadian.?'' gumam Ketua 13 Pembunuh itu. meskipun dia hanya bertanya sambil lalu, tapi Kamajaya merasa tidak enak hati.


''Harap maafkan kebodohanku Ketua., karena sampai saat ini bocah sasaran kita belum juga dapat tercium keberadaannya. soal si nomor dua belas dan tiga belas, aku juga sependapat dengan Penjudi Dari Akhirat., mungkinkah mereka berdua sebenarnya tahu sesuatu tentang keberadaan bocah itu.?'' gumam Kamajaya sambil berdiri memutar pisau diantara jemarinya.


''Kalau semuanya dikaitkan dengan cerita Nyai Bawang, mungkinkah bocah yang jadi cucu Ki Jarot Winongko itu adalah pemilik darah Keabadian., aku juga penasaran karena menurut mata- mata kita masih ada dua orang lainnya yang menjadi kawan seperjalanan si nomor dua belas dan tiga belas..''


''Seorang diantaranya adalah bekas anggota kelompok pengawalan barang Garuda Merah yang kita libatkan dalam rencana ini. dan seorang lagi adalah bocah perempuan yang umurnya lima belasan tahun., siapa bocah ini, apa latar belakangnya dan bagaimana mereka bisa bersama. mungkinkah bocah ini sebenarnya adalah..''


Kamajaya tidak melanjutkan ucapannya karena sang Ketua keburu memotong. ''Kita tidak boleh kalah cepat. siapapun bocah itu harus kita dapatkan. soal nomor dua belas dan tiga belas, anggap saja mereka sudah menjadi mayat. habisi saja keduanya dan gantikan dengan orang lain.!''


Sang ketua cuma melirik sambil kibaskan tangannya ''Terserah., aku tidak perduli, asal kau bisa menjamin semuanya pasti berjalan sesuai dengan rencana sehingga dunia persilatan secepatnya dapat jatuh ke tangan kita., Ha., ha.!''


Sementara itu di dalam salah satu goa rahasia yang berada di pulau, terlihat seorang nenek tua ringkih yang berjubah dan berkerudung kain putih sedang duduk bersila pejamkan mata di atas sebuah lempengan batu yang ada di ujung ruangan goa batu. dari ubun- ubun kepala serta kedua telapak tangannya keluar uap panas beewarna kebiruan pertanda orang ini sedang berada dalam puncak semedinya.


Nenek itu tidak sendirian disana, beberapa langkah di depannya ada tiga orang bermuka kusut serta luka- luka tubuhnya. mungkin mereka pernah mendapat siksaan. di tangan ketiganya membekal sebilah golok. goa itu dingin lembab juga berbau apek, kotor dan berlumut. tapi perlahan berubah menjadi hangat dan semakin memanas seiring banyaknya uap kabut kebiruan yang keluar dari tubuh si nenek tua.


Saat kedua mata cekungnya yang terpejam dibuka, terlihat kilatan cahaya menggidikkan di sana. seiring itu kedua tangan kurus keriput terangkat lalu mengibas ke lantai goa seakan menyebar sesuatu. entah bagaimana terlihat ratusan butiran bawang busuk telah muncul di sana.


Si nenek komat kamit mulut peotnya seperti membaca suatu mantra. butiran bawang busuk terkelupas secara aneh, seakan telur yang menetaskan isinya dari dalam butiran bawang itu keluar ratusan ulat belataung berwarna biru dan terus membesar hingga seukuran jari kelingking.

__ADS_1


Si nenek tua kembali mengangkat kedua tangannya ke atas, ratusan ulat belatung biru yang merayap keluar turut teranngkat mengambang di udara. angin disertai kabut panas kebiruan berputaran kesekeliling ruangan goa hingga menimbulkan suara meraung seram. tiga orang di depan si nenek tua tersurut ngeri, setah saling pandang mereka cepat menerjang maju babatkan goloknya.


Mulut si nenek menyeringai buas, sekali dia membentak kedua kepalan tangannya turut menghantam. ratusan belatung biru melesat secepat kilat menembus tubuh tiga orang penyerangnya. meskipun sudah berusaha memutar goloknya untuk membendung serangan belatung itu tapi tetap saja tidak mampu bertahan.


Tiga sosok terjungkal roboh dengan tubuh menggembung bengkak lantas keluarkan suara letusan. ketiganya tewas mengerikan dengan tubuh hancur meleleh seperti seonggok lumpur busuk berwarna biru.!


Nenek tua peot yang bukan lain Nyai Bawang itu terkekeh keras. tawanya seperti setan yang keluar dari liang kuburan. ''Hek., he., he., ilmu 'Letusan Seribu Belatung Biru Kematian' sudah sempurna., aku ingin lihat siapa yang bakal sanggup lolos dari tangan mautku, saat kami 13 Pembunuh keluar sarang untuk mengobrak- abrik seluruh dunia persilatan.!''


Sementara di goa rahasia lainnya., tiga orang yang tubuhnya terikat rantai dan terluka bekas siksaan terlihat diseret masuk kedalam ruangan goa batu oleh beberapa orang berseragam hijau yang memakai topeng tengkorak putih sebagai penutup wajah. setelah melewati beberapa lorong dan tikungan sampailah mereka di sebuah ruangan yang cukup luas. disana telah menunggu seorang nenek berjubah hitam dengan sebatang tongkat berwarna merah tergenggam di tangannya. satu goresan melintang dari ujung mata kiri ke kanan menyebabkan nenek tua itu mengalami kebutaan.


Ketiga orang pesakitan itu dilepaskan rantai yang membelenggunya. setelah memberikan tiga buah golok kepada mereka bertiga, para penjaga berseragam hijau itupun bergegas keluar goa batu. tiga orang ini saling lirik lantas mengepung si nenek buta.


''Jika kalian bisa lolos dari satu seranganku, aku jamin kalian bisa keluar dengan selamat dari tempat ini. bahkan ini juga boleh kalian bawa pulang..'' ujar si nenek buta sambil keluarkan segenggam uang perak dan emas dari kantung jubahnya lalu di letakkan ke lantai goa.


Tiga orang sesaat tertegun, tanpa banyak bicara mereka menggebrak si nenek dari tiga penjuru. yang diserang juga berubah- ubah. sepintas mengincar perut tapi di tengah jalan berganti membacok leher. demikian juga yang lain. dada, punggung hingga bagian kepala dan pangkal paha si nenek buta tidak luput dari ancaman tiga golok lawan. serangan golok cepat dan ganas. biarpun bukan berasal dari satu kelompok, tapi karena punya tujuan yang sama mereka mampu bekerja sama mendesak lawannya.


Hampir sepuluh jurus berlalu, tubuh si nenek buta nyaris tidak terlihat. terkurung rapat ditengah sambaran ketiga golok lawannya. sejauh ini nenek buta berjubah hitam yang membekal sebatang tongkat merah darah sepanjang setengah tombak itu cuma bergerak menghindar tanpa sekalipun balas menyerang. tapi saat tepat jurus ke sepuluh terjadilah perubahan.


Gelombang udara dingin penuh hawa ***** membunuh mendadak terpancar keluar dari tubuh renta si nenek buta. ketiga penyerang langsung tercekat. tubuh mereka mendadak kaku menggigil seakan mereka berada dalam kegelapan dan lautan darah. saat si nenek mencabut ujung tongkatnya, terbersit puluhan cahaya tajam menyilaukan mata.!


Tidak jelas apa yang telah terjadi, seiring mata pedang yang kembali masuk ke dalam tongkat merah, ketiga orang lelaki itupun roboh bersimbah darah dengan tubuh terpotong- potong hingga sepuluh bagian. dua tangan, lengan kiri kanan. kedua paha dan kaki serta perut juga kepala. jika di perhatikan setiap luka tebasan terlihat halus dan rata.!


''Huhm., akhirnya jurus 'Sepuluh Pedang Siluman Jagal' dapat juga aku kuasai., mungkin goa ini memang cocok denganku. Hik., hik., hi.!'' si nenek buta yang memang Nyi Sira alias 'Mambang Wanita Buta itu tertawa mengikik mirip kuntilanak.

__ADS_1


__ADS_2