13 Pembunuh

13 Pembunuh
Penghalang kabut gaib.


__ADS_3

Dua kapal yang terpecah dan hancur terbakar akibat ledakan itu membuat tubuh belasan penumpangnya terlempar ke lautan. sebagian besar sudah tewas terpanggang api, sisanya yang masih hidup berusaha berenang di laut sambil meminta pertolongan. tapi sayangnya tidak ada satupun mau menolong mereka. persaingan diantara orang persilatan kadang terlampau kejam.


Lagi pula mereka yang masih terapung di laut itu juga tidak berumur lama, karena muncul puluhan hewan buas yang sangat aneh dari dalam lautan. tubuh mahkluk itu menyerupai ikan hiu besar namun berkepala mirip sekor ular. dengan ganas hewan buas ini langsung memangsa tubuh orang- orang itu. sesaat warna air laut berubah menjadi kemerahan oleh darah yang tertumpah sebelum kembali seperti semula.


Segalanya berlangsung demikian cepat. terdengar seruan kaget bercampur ngeri saat para tokoh silat melihat kejadian itu. malam gelap terasa semakin mencekam. mendadak guntur kilat datang bersautan. ombak besar bergulungan seiring badai hujan deras yang datang menyapu samudra. entah sejak kapan kabut putih pekat muncul menutupi di bagian depan permukaan lautan. tanpa sadar semua kapal berhenti melaju setelah terdengar seseorang berseru dari depan sana.


''Hentikan semua kapal jika tidak ingin celaka. para manusia bodoh di atas kedua kapal itu pasti telah membentur dinding kabut gaib yang melindungi pulau 'Seribu Bisa'. kalau ingin terus maju, kita mesti membuka lebih dulu selubung tabir gaib ini.!" seru seseorang yang berada diatas kapal besar tanpa bendera di tiangnya hingga membuat para pesilat tidak dapat menduga siapa adanya orang itu.


"Bicara memang mudah, tapi apa kau tahu bagaimana cara untuk melakukannya.?" teriak seorang tua berjubah gelap yang berdiri angkuh di atas kapal besar berbendera hitam. namanya Ki Gembong Brangas bergelar 'Iblis Topan Hitam'. ketua perkumpulan silat 'Topan Kegelapan' yang terkenal dari golongan jahat.


''Haa., ha., Ki Gembong Brangas, sekalipun kau punya nama besar dan banyak anak buah tapi tetap saja tidak akan ada gunanya jika gagal menerobos dinding gaib di lautan ini. tapi jangan khawatir karena sobat lamamu akan berbaik hati untuk membukanya untukmu dan juga kalian semua para pesilat yang berniat masuk ke pulau Seribu Bisa..''


''Tentu saja dengan beberapa persyaratan. barang pusaka apapun yang nantinya kalian dapatkan dari pulau Seribu Bisa, separuh dari jumlah itu harus diserahkan secara suka rela pada pihak kami.!'' jawab seseorang diatas kapal tanpa bendera itu. hampir semua orang menyumpah gusar mendengar persyaratan yang diajukan oleh orang yang belum dapat mereka kenali itu.


Tetapi orang ini seakan tidak ambil perduli. ''Kalian mungkin merasa pihak kami berbuat keterlaluan. tapi jika harta pusaka Istana Angsa Emas dan juga segala kekayaan dari 'Kelompok 13 Pembunuh' itu jatuh ke tangan kita, biar sampai sepuluh turunan sekalipun juga tidak akan dapat kita habiskan..''

__ADS_1


''Asal kalian tahu saja., ketua dari Kelompok 13 Pembunuh itu sudah mengikat perjanjian dengan mahkluk siluman penghuni pulau yang sekaligus penjaga lautan ini. konon mahkluk siluman bernama 'Datuk Naga Wisa' itu dulunya adalah salah satu pengawal andalan dari 'Nyi Roro Kidul' sang penguasa laut selatan..''


''Kalian sudah melihat ikan- ikan buas besar dan sangat aneh yang baru memangsa kawan persilatan. mereka pasti anak buah dari Datuk Naga Wisa yang sengaja diperintahkan untuk menghalangi dan menghancurkan kita.!'' seru seseorang yang lainnya dari atas kapal besar itu berusaha terus membujuk. dari suaranya jelas mereka berdua adalah lelaki yang sudah cukup tua.


Terdengar seruan- seruan kaget, bimbang juga kurang percaya dari atas kapal- kapal para tokoh silat. demikian juga Roro. wanita berjulukan 'Dewi Malam Beracun' ini sungguh tidak mengira kalau ada orang lain yang tahu mengenai kabut gaib yang sanggup membuat hancur lebur apapun yang melewatinya dan juga mahkluk siluman Datuk Naga Wisa.


''Hanya para penghuni pulau Seribu Bisa saja yang tahu rahasia ini. siapa sebenarnya orang ini, apakah dia bekas anggota 13 Pembunuh sepertiku.? tapi itu kemungkinan yang sangat kecil. Aash., persetan dengan siapa mereka. malah kurasa bagus juga. diriku jadi tidak perlu membuang tenaga dan waktu untuk membuka tabir gaib sialan ini..'' batin Roro Wulandari.


''Apakah menurut Nyi Dewi Malam Beracun semua yang diucapkan orang- orang diatas kapal besar itu dapat dipercaya.?'' tanya Ki Sabda Langitan si 'Tangan Penggoncang Langit'. semua orang di pihak Istana Angsa Emas sama ikut berpaling, tapi Roro hanya mengangkat bahunya. ''Entahlah., aku tidak mengenal siapa mereka yang mengaku mampu membuka tabir kabut gaib itu..''


''Tapi kenapa pihak kita yang mesti menjadi sasarannya.?'' tanya Kyai Jabar Seto yang sedari awal diam. ''Karena bagaimanapun juga pihak Istana Angsa Emas kalian adalah yang punya kepentingan langsung dengan semua masalah ini..'' jawab Roro Wulandari.


Setelah memahami alasannya, para pimpinan dari kedua kapal besar Istana Angsa Emas cepat mengatur persiapan untuk menghadapi segala ancaman. sementara dua kapal lain yang berukuran agak kecil bergerak mendekat ke belakang supaya dapat lebih terlindungi jika mereka di serang.


 

__ADS_1


Sementara itu cukup jauh ke arah timur juga terlihat sebuah kapal besar lain yang berlayar dengan kecepatan tinggi. biarpun semua orang yang bertugas mendayung di bagian bawah kapal adalah kaum perempuan namun kekuatan tenaga mereka tidak kalah dengan para lelaki kekar.


Selain karena bekerja sangat keras di ruang bawah itu juga agak panas, mereka semua yang cuma memakai pakaian dalam berupa kutang nampak bermandi keringat. beberapa saat kemudian ada kelompok perempuan lain yang menggantikan mereka mendayung agar rekannya bisa beristirahat, begitu seterusnya. dengan demikian kecepatan kapal ini tidak sampai berkurang.


Di atas kapal besar yang dicat warna hitam itu berkibar sebuah bendera hitam dengan lukisan bulan sabit dan pedang bersilangan dengan warna keperakan yang berkilau cukup mencolok pandangan. di atas geladak kapal terlihat berdiri Nyi Sapta Kenanga. wakil ketua persekutuan 'Bulan Perak' itu terlihat gelisah. kalau turut maunya saat ini juga dia dapat bergabung dengan ketuanya.


Rupanya si Dewi Malam Beracun sengaja diam- diam membagi anak buahnya menjadi dua kelompok. meskipun belum ada bukti tapi dia punya firasat kalau nantinya mungkin akan terjadi pengkhianatan dalam pihak Istana Angsa Emas. Roro hanya berjaga agar anak buahnya tidak sampai dijadikan korban yang sia- sia.


Tanpa diketahui orang persekutuan Bulan Perak termasuk Nyi Sapta Kenanga atau si 'Tujuh Bunga Terbang' agak jauh di belakang juga terlihat sebuah perahu layar kecil. meski yang menumpanginya hanya ada empat orang tapi kapal itu dapat melaju dengan kencang dan lincah menerjang ganasnya gelombang samudera.


Keempatnya itu terdiri dari dua orang kakek tua yang salah satunya selalu menghisap pipa cangklong hitam, seorang pemuda bermuka rada pucat dan satu lagi wanita muda cantik bertangan kanan buntung. cara mendayung mereka juga mengejutkan. hanya dengan mengayunkan telapak tangan ke permukaan laut, tenaga hentakannya dapat membuat perahu itu melesat bagai peluru. ini menandakan mereka berempat punya tingkat tenaga kesaktian yang sangat tinggi.


*****


Silahkan tuliskan komentar, kritik saran Anda yah.. Terima kasih. 🙏👏👌👍.

__ADS_1


__ADS_2