
Ketua 13 Pembunuh palingkan dirinya. sorot mata bengis penuh keamarahan terlihat dari balik topeng tengkorak yang menutupi wajah setannya. meskipun sadar sedang diancam bahaya maut namun orang tua berambut panjang kuncir kuda yang biasa dipanggil sebagai si 'Maling Nyawa' itu masih terlihat tenang dan lugu.
Meskipun demikian semua pentolan lama dari kelompok 13 Pembunuh sama mengetahui, semakin bekas rekan mereka ini bersikap diam dan merendah maka dia akan makin berbahaya. tanpa disadari kehadiran orang ini juga si pemuda pincang yang telah kabur membuat pertarungan besar dilembah itu terhenti.
''Hee., he., sobat lamaku si Maling Nyawa, setelah bertahun- tahun dirimu menghilang tidak karuan rimbanya mendadak sekarang kau muncul membawa kejutan. kalau kulihat barusan ilmu 'Tangan- Tangan Kegelapan Tanpa Wujud' milikmu sudah semakin hebat saja..'' tegur si 'Gila Tangan Kudis' alias Klowor Gombor tertawa mengekeh.
''Huhm., meskipun tua bangka ini menghilang, tapi kebiasaan lamanya mengembat barang orang lain aku yakin tidak pernah berhenti. entah sudah berapa banyak benda pusaka yang disikatnya selama belasan tahun ini..'' timpal si Setan Arak mendengus geram lalu tenggak minuman kerasnya.
''Aash., tidak sehebat yang kalian pikirkan..'' sangkal si Maling Nyawa gelengkan kepala. ''Beberapa tahun belakangan ini aku merasa kemampuanku sudah banyak berkurang. rasa keinginan untuk mencuri benda berharga juga juga tidak sekuat dulu lagi. mungkin usia tua cukup mempengaruhiku..''
''Kalau tidak salah ingat., terakhir kalinya dua tahun lalu diriku sempat juga gatal tangan mengambil sepasang batu permata merah hijau dan beberapa barang- barang aneh yang tersimpan dalam ruang pusaka kerajaan di keraton. Chuih., penjagaan serta alat jebakan rahasia mereka sangatlah lemah dan tidak bermutu. bagiku itu terlalu membosankan..'' cibir si Maling Nyawa mengejek.
''Lantas selama ini kau mendekam dimana maling tua., andai saja tahu akan aku undang dirimu untuk mencicipi arak iblis terbaru buatanku. kujamin rasanya tidak akan pernah membuatmu bosan. bahkan., bisa cepat mengantarkan jiwamu melayang ke akhirat..''
''Wah., wah., sehebat itukah.? sayang sekali aku tidak berkesempatan merasakannya. soal dimana diriku berada selama ini, Hee., he., aku kelayapan dimanapun tempat yang menarik. bahkan dua kali juga sempat menyusup ke pulau 'Seribu Bisa' lewat jalan rahasia yang pernah kubuat tanpa pernah kalian ketahui..''
''Terakhir kalinya aku datang hanya berselisih setengah hari saja lebih cepat dibandingkan kedatangan Nyai Bawang dan Nyi Sira si 'Mambang Wanita Buta' yang diundang ketua untuk bergabung kembali dalam kelompok 13 Pembunuh. orang bilang tempat paling berbahaya adalah yang paling aman, rupanya itu ada benarnya juga. atau bisa jadi., mata tua kalian semua sudah lamur hingga tidak dapat mencium keberadaanku disana. Haa., ha.!''
__ADS_1
Mendengar semua yang dikatakan si Maling Nyawa membuat anggota 13 Pembunuh jadi terperanjat. bahkan sang ketua sesaat juga sempat tidak dapat mempercayai ucapan bekas anak buahnya itu. tapi jika dia pikirkan lebih lanjut semua itu bukan tidak mungkin bisa dilakukan.
Diantara semua anak buahnya, sejak 13 Pembunuh berada dalam kekuasaannya hanya si Maling Nyawa saja yang punya kemampuan paling hebat dalam soal menyusup, membuat jebakan, sekaligus membongkar peralatan senjata rahasia dengan cepat, senyap tanpa diketahui lawan. karenanya jika 13 Pembunuh mendapat tugas untuk membunuh sasaran ditempat yang sangat ketat penjagaannya juga penuh dengan jebakan maut, orang inilah yang pertama menjadi pembuka jalan bagi rekan- rekannya yang lain.
''Keparat kau Maling Nyawa., hari ini jangan harap dirimu dapat lolos dari hukuman karena telah berani mengkhianatiku.!'' ancam ketua 13 Pembunuh alias 'Tuan Sesepuh Istana Utara' murka. sambil lepaskan satu aji kesaktian dia memberi perintah kepada para anak buahnya untuk secepatnya membantai semua lawan mereka. serentak suara bentakan berseling bentrokan senjata dan jeritan kematian kembali berkumandang memecah kesunyian.
Dengan menggunakan ilmu pukulan 'Tangan- Tangan Kegelapan Tanpa Wujud' orang tua berambut kuncir kuda itu menahan ajian 'Kepakan Sayap Emas Pemusnah Jiwa yang dilepaskan lawannnya. jika diamati ilmu kedigjayaan si Maling Nyawa sangat berbeda dengan umumnya karena meskipun tidak mengeluarkan cahaya kesaktian dan suara dahsyat seolah tidak berwujud, tapi mampu menimbulkan ledakan keras menggelegar saat bertemu dengan pukulan sakti lawan.
''Bocah bandel., kau jangan cuma enak- enakan berpacaran saja. cepat berikan barang ini pada teman masa kecilmu yang cantik itu. mungkin bisa meningkatkan kekuatannya.!'' damprat Maling Nyawa pada Respati sambil melemparkan sebuah gulungan kulit yang anehnya seakan menyiratkan lapisan cahaya kuning emas dan putih keperakan yang berkilauan.
Karena harus memberikan sesuatu kepada muridnya, perhatian si Maling Nyawa sedikit terpecah hingga angin pukulan sakti ketua 13 Pembunuh menyambar tubuhnya. meski tidak secara telak tapi masih membuatnya terpental beberapa langkah dan terbatuk darah. ''Sialan., tenaga kesaktian bajingan tua ini semakin luar biasa. angin serangannya saja sudah membuatku sesak nafas..'' keluhnya tersengal.
'Whuuuuss., Whuuuuss.!
'Blaaaaamm.!'
Hampir bersamaan Respati juga lemparkan bungkusan yang baru diterimanya kepada Roro Wulandari yang telah memulihkan dirinya dan segera bangkit menyambuti. meskipun tidak tahu apa isinya tapi dia yakin itu tentu bukanlah benda pusaka sembarangan.
__ADS_1
''Kipas Darah Bulan Mentari.!'' seru Dewi Malam Beracun terpukau saat membuka gulungan kulit itu lantas membentangnya. kini ditangan kanannya sudah bertambah sebuah kipas kain merah darah yang pada bagian tengahnya terlukis gambar matahari emas dan rembulan perak. ''Gila., bagaimana kakek tua itu bisa mendapatkan senjata pusaka milik partai 'Kipas Sangkala' yang sudah puluhan tahun lenyap dari dunia persilatan.?'' desis Roro takjub.
Dulu Dewi Malam Beracun pernah mencari tahu keberadaan senjata pusaka partai silat 'Kipas Sangkala' yang pernah berkuasa di wilayah timur dan tenggara puluhan tahun lalu itu, tapi selalu saja gagal. kabarnya dalam dunia persilatan dimasa lalu dari sedikit aliran silat yang berani menentang kekuasan partai 'Gapura Iblis' salah satunya adalah partai Kipas Sangkala.!'
Sayangnya mereka kemudian turun pamornya karena terjadi perebutan kekuasan diantara pewarisnya sebelum punah tidak bersisa. Roro merasa gemetaran saat ada gulungan tenaga sakti dari kipas itu yang merasuki tangannya. rasanya panas bergantian dingin. saking kagetnya tanpa sengaja dia kibaskan kipas itu. tiga larik sinar merah lebar membentuk kipas, kuning keemasan dan putih perak ditengahnya menyambar kemuka.
'Whuuuuss., wheeesss.!'
'Aaaakh., aakh.!'
Jeritan ngeri terdengar saat tiga sinar aneh itu tanpa sengaja membabat tubuh para anggota 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis'. raga mereka ada yang terpotong dan sebagian hangus sekan terbakar api. wajah cantik jelita Roro dari bergidik menjadi seringai kejam. dengan tertawa bergelak dia menyerbu pasukan lawan.
Hanya sekali gebrakan saja enam nyawa langsung melayang di tangannya. dengan berkelebatan tubuhnya yang langsing melesat ke tempat Satriyana dan Birunaka yang saat itu sudah kepayahan menghadapi si 'Sukma Tertawa' dan 'Iblis Tangan Biru.!'
Sementara itu agak jauh dari lembah tempat pertempuran besar, terlihat dua titik bayangan hitam dan putih yang berkelebatan cepat menerobos kegelapan. sosok hitam itu meski sebenarnya cacat kaki kirinya namun punya ilmu meringankan tubuh yang sulit diukur hingga sekuatnya sosok bayangan putih kumal berusaha mengejar, tetap saja dia tidak mampu menyusulnya.
Saat tiba disuatu pedataran mendadak sosok tubuh pincang berbaju gelap dan bertongkat besi itu membalikkan tubuh. tongkat besi hitamnya menghantam sosok tua bertangan kanan buntung yang mengejar dibelakangnya. orang ini tanpa hentikan diri terus melesat seraya balas babatkan cakar pisau hijaunya.
__ADS_1
Dua larik sinar hitam panas bertemu dengan lima sambaran cahaya hijau dari cakar pisau si tua buntung. udara sekitar seakan tersapu lenyap oleh tenaga kesaktian yang beradu. sinar hitam dan hijau beberapa kejapan mata masih saling sambar diudara sebelum semburat lenyap disertai letusan bunga api.
Keduanya sama tersurut mundur. angin dingin yang berhembus kencang mendekati waktu penghujung malam membuat lengan baju kiri si tua buntung berkibaran. dua orang lelaki tua muda yang sama mempunyai cacat tubuh itu kini saling berhadapan.