
Bau apek dan agak anyir seketika menyeruak keluar seiring dengan dibukanya pintu besi penutup ruangan yang menyerupai penjara ini. nyala api dari dua buah obor ditangan para penjaga berseragam hijau dengan topeng tengkorak putih penutup mukanya membuat ruangan yang tadinya remang gelap berubah menjadi lebih terang.
Kedua orang penjaga itu menepikan tubuhnya dan membungkuk hormat pada seorang tinggi besar berjubah kuning emas dengan lambang sulaman seeokor angsa di bagian dadanya. wajah orang ini tidak terlihat karena tertutup sebuah topeng tengkorak dari bahan besi yang berwarna keperakan.
Di belakang orang bertopeng menyeramkan yang bukan lain adalah ketua 'Kelompok 13 Pembunuh' ini masih terlihat empat orang anak buahnya. mereka masing- masing adalah si 'Setan Arak' lalu 'Iblis Tangan Biru, Nyi Balung Geni juga tidak ketinggalan pula si 'Sukma Tertawa'. lima orang inipun masuk kedalam ruangan sambil mendengus dan kibas- kibaskan tangannya di depan hidung.
''Bau ruangan penjara ini membuatku ingin muntah. wahai ketua., apakah kau memang ingin melakukan semua pertunjukanmu itu di sini juga. kenapa tidak kita bawa saja mereka berdua ketempat lain agar semua orang yang ada di pulau Seribu Bisa dapat melihatnya.?'' gerutu Setan Arak kesal sambil tenggak kendi minuman keras kesukaannya.
''Sobat Setan Arak., sebagai pentolan lama dari Kelompok 13 Pembunuh mestinya kau lebih paham dengan maksud ketua dari pada kita yang baru belakangan bergabung. jadi rasanya terdengar aneh jika sekarang kau malah tidak tahu keinginan pimpinan kita..'' sindir Nyi Balung Geni.
''Haa., ha., orang lama belum tentu juga tahu semuanya Nyi Balung Geni. lagi ketua mempunyai seribu satu akal dan rencana hebat dalam pikirannya yang kadang tidak mampu untuk di pahami oleh otak kita..'' sela si Sukma Tertawa seraya bergelak. karena dia baru saja menghisap asap tembakau dari pipa cangklong emasnya, orang gemuk berkulit putih itupun tersedak batuk- batuk.
''Hentikan suara batukmu., apa kalian bertiga ingin membuat suasana hati ketua menjadi buruk. kita sebagai bawahannya hanya perlu menerima perintah dan menjalankannya dengan sebaik mungkin tanpa perlu banyak bertanya.!'' semprot Iblis Tangan Biru yang sedari tadi diam. Sukma Tertawa masih dan Nyi Balung Geni mendengus saling melirik. mereka tahu kalau rekan mereka ini suka menjilat dan berusaha mencari muka pada sang ketua.
Sebaliknya si Setan Arak cuma menyeringai sambil meneguk kendi araknya. tatapan lelaki tua gemuk berkepala plontos itu sekilas melirik sudut mata sang ketua dibalik topeng besi. meskipun cuma selintas saja saling pandang tapi dia tahu kalau pimpinannya memang sengaja membuat suatu persaingan diantara para anggota baru dalam kelompok 13 Pembunuh.
''Ketua., kita sudah berada di sini. lantas apa yang akan kau lakukan.?'' tanya si Setan Arak. sang ketua memberikan isyarat kepada beberapa orang pengawal dari 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis' yang berdiri dibelakang mereka untuk membersihkan ruangan penjara itu juga menambah obor penerangan di dalamnya.
__ADS_1
''Sekalian juga kalian bersihkan tubuh kedua bocah itu dan berikan mereka makanan juga ramuan penguat tubuh. aku ingin pertunjukan yang benar- benar memukau mata. Haa., ha.!'' perintah sang ketua tertawa bergelak hingga mengguncang seisi ruangan. tanpa banyak bicara empat orang berbaju hijau sudah pergi lalu kembali masuk dengan membawa dua buah gentong air berbau wewangian.
Setelah menjura hormat mereka menyeret tubuh dua orang tahanan yang terikat rantai besi, lantas tubuh keduanya di ceburkan kedalam gentong air begitu saja. dua orang muda- mudi itu sebenarnya sudah sangat kepayahan tanpa tenaga sedikitpun. mungkin juga mereka sudah tidak sadarkan diri sejak kemarin. begitu tubuh keduanya terendam air gentong besar merekapun langsung tersadar.
Seketika kedua orang ini berontak namun tenaganya terlalu lemah hingga kembali mudah ditenggelamkan. kejadian itu terus berulang beberapa kali. air gentong tertelan dengan pernafasan yang tersumbat. meski tubuh mereka berdua dimandikan tapi ini juga merupakan sebuah penyiksaan keji.
Pada awalnya kedua orang muda- mudi yang jadi tawanan ini harus berdiri dengan tubuh terikat disebuah tiang dan dinding penjara selama berhari- hari sehingga kedua kaki mereka lemas nyaris lumpuh. jika si pemuda terus mendapat siksaan pukulan, si gadis mesti disedot keluar darahnya.
Sementara itu dua orang anggota Pasukan Tombak Gergaji Iblis yang lainnya cepat membersihkan seisi ruangan penjara sesuai perintah pimpinannya. sebentar saja semua dapat diselesaikan bersamaan dengan kedua tawanan yang tidak lain adalah Respati dan Satriyana juga usai dipaksa mandi.
Respati dan Satriyana masih terpisah dengan tubuh terbelenggu rantai di dua sudut dinding penjara yang berlawanan. kalau mau bergerak mereka hanya bisa sampai ke tengah ruangan saja karena panjang rantai baja yang terbatas dan jika dipaksa maju bakal mencekik leher. kedua periuk berisi nasi dan lauk itu di letakkan di kedua sudut tempat mereka tergeletak lemas.
Sudah lebih dari seminggu ini Respati dan Satriyana cuma diberi sedikit makanan dan obat penguat tubuh hanya agar nyawanya masih dapat dipertahankan. kelezatan aroma makanan yang menusuk hidung segera membuat mereka tersadar. meskipun sempat curiga makanan itu dicampuri racun, namun rasa kelaparan selama berhari- hari membuat keduanya hilang kendali. lagi pula jika lawan berniat ingin membunuh mereka, bukankah sangat mudah dan dapat dilakukan sejak lama.
Tanpa dapat ditahan lagi muda- mudi itu mengganyang habis satu periuk penuh nasi dan lauknya. mungkin karena terlalu bernafsu membuat mereka tersedak. melihat semua itu satu seringai dingin tersungging di balik topeng tengkorak sang ketua 13 Pembunuh. dengan isyarat tangan dia memerintahkan anak buahnya untuk memberikan kendi berisi minuman pada kedua orang itu.
Minuman itu terasa manis dan segar namun sedikit panas di tenggorokan. bahkan sekilas ada perasaan terbakar saat sampai ke dalam perut. semakin mereka meminumnya makin membuat ketagihan hingga dalam sekejap saja kendi air minum itu sudah habis diteguk.
__ADS_1
''Hari ini suasana hatiku sedang sangat baik. jadi kalian berdua aku bebaskan dari siksaan. bahkan kusediakan makanan dan minuman untuk kalian nikmati. 'Darah Keabadian' yang aku dapat rasanya juga sudah cukup banyak..'' ucap ketua 13 Pembunuh yang sebenarnya adalah 'Tuan Sesepuh Istana Utara' itu.
''Aaa., aapp., apa yang kaa., kau inginkan sebenarnya dari kami bee., berdua.?'' tanya Satriyana tersengal. entah kenapa tubuhnya jadi menggigil. hawa sangat dingin dari dalam tubuhnya serasa membekukan tulang. saat dia melihat Respati nampak pemuda itu juga mengalami keadaan yang bertolak belakang. ''Jaa., jahaann., jahanam. kaa., kau., iibb., iblis kee, kep., keparat. raa., racun apa yaa,, yang tel,, telah kau ber., rikan pada kaa., kami ber., dua.?'' teriak Respati panik. dia sungguh merasa lebih baik mati jika ternyata benar perkiraannya.
''Haa., ha., si 'Ular Sakti Berpedang Iblis' yang biasanya dingin tanpa kenal rasa takut kenapa bisa jadi sepanik ini. jangan khawatir., aku tidak berikan racun yang mematikan tapi malah membuat kalian berdua melayang ke surga, gembok pengunci rantai di tubuh kalian berdua adalah sama..''
''Sekarang juga akan aku letakkan di tengah ruangan ini agar kalian bisa mengambilnya. malahan jika mau., kamu berdua dapat pula untuk mencoba kabur dari pulau ini..'' ujar ketua 13 Pembunuh sambil melemparkan sebuah anak kunci ke tengah ruangan. Respati dan Satriyana merasa terkejut sebab tidak menyangka kalau lawan benar- benar melakukan semua ucapannya.
Dengan anak kunci itu baik Respati maupun Satriyana bisa dengan mudah meraihnya karena panjang rantai yang membelenggu tubuh mereka mencukupi untuk mencapai ke tengah ruangan. jika sebelumnya mereka pasti akan cepat meraihnya untuk membuka gembok belenggu lalu kabur, tapi sekarang keduanya justru tidak berani melakukannya karena akan terjadi sesuatu yang sangat menakutkan pada diri mereka berdua jika memilih untuk mengambilnya.
''Jika dua orang gadis dan pemuda berada dalam ruangan yang sama setelah mereka menelan makanan dan minuman yang sudah di campuri obat perangsang birahi berkadar sangat tinggi, bisa dibayangkan apa yang bakalan terjadi. biar aku buat jelas., jika kau tidak menggauli gadis itu tubuhmu pasti meledak karena hawa panas yang membakar dirimu, karena dia sudah menelan 'Racun Dingin Pembeku Darah dan Jantung' yang bisa meredam hawa panas di tubuhmu.!''
''Jadi bisa kau pilih sendiri., mampus terbakar karena hawa panas nafsu birahimu atau kau perkosa gadis itu untuk menyedot hawa dingin di tubuhnya agar kau bisa terus hidup dan memunahkan serangan racun panas yang mendidihkan darahmu. kunci belenggu sudah kuberikan. kau tinggal mengambilnya agar dapat bebas menggauli gadis itu. nah., anak buahku semuanya, saksikanlah., pertunjukan dariku sudah di mulai. Haa., ha., ha.!'' gelak tawa para manusia durjana itu seakan menandai sebuah awal kejadian yang memilukan hati.
*****
Mohon untuk menuliskan apapun komentar Anda yah., Terima kasih. 🙏👏👌👍😊.
__ADS_1