
Dua orang berjubah kuning keemasan dengan sulaman lambang seekor angsa besar sedang merentang sayap itu sudah sempat bentrok dan beradu kesaktian beberapa kali. meskipun keduanya masih tetap tegak berdiri, tapi dari dengus tarikan nafas yang berat dan sedikit tersengal dari salah satu orang yang bertubuh lebih kurus serta sedikit bungkuk dapat diduga kalau orang tua bergelar sang 'Tuan Sesepuh Pelindung Istana' itu sedang terluka dalam.
Sebaliknya lawan yang berada lima langkah darinya tetap tegak berdiri tanpa ada suatu apapun. dengan tenangnya orang bertubuh tinggi besar yang menjadi ketua dari kelompok 13 Pembunuh itu mengusap topeng besi berbentuk tengkorak berwarna keperakan penutup wajahnya yang cacat penuh dengan bekas luka bakar.
''Sudah beberapa jurus kita bermain- main ilmu kesaktian sekedar untuk salam pertemuan setelah bertahun- tahun kita tidak bertemu. terus terang saja diriku sudah mulai bosan. jadi., bisakah kita langsung meningkatkannya pada permainan utama.?'' tanya ketua 13 Pembunuh. saat dia bicara suara orang ini terdengar menggaung seram seakan berasal dari dunia lain.
Tuan Sesepuh Pelindung Istana atau yang dulunya disebut sebagai 'Tuan Sesepuh Istana Barat' itu semakin mengkelam raut wajahnya. ''Manusia keparat ini sungguh luar biasa. aku sudah hampir mengerahkan seluruh tenagaku untuk bertarung dengannya, tapi dia seakan hanya sedang bermain- main saja..'' batinnya geram. sementara diluarnya dia bicara lain.
''Haa., ha., begitupun juga menarik. tapi aku ingin bertanya dulu padamu, bagaimana kau dapat menguasai ilmu kesaktian 'Selaksa Bulu Angsa Menyebar Prahara' dan apa yang sudah terjadi pada si pengkhianat 'Tuan Sesepuh Istana Selatan. siapakah diantara kalian berdua yang sebenarnya menjadi perencana dari semua kejadian dimasa lalu itu., jawablah keparat.!''
''Huhm., siapapun yang dianggap sebagai pengkhianat diantara kami berdua kurasa bukanlah masalah. karena bagiku yang terpenting sekarang adalah 'Darah Keabadian'. akan aku tawarkan sesuatu yang menarik. jika kau bisa membujuk tuan putrimu untuk menyerah padaku, mungkin kau juga bisa ikut menikmatinya..''
''Manusia jahanam., kau bisa menawarkan semua itu pada para setan dineraka dirimu setelah mampus ditanganku. lagi pula., beberapa orangmu dari 13 Pembunuh sudah berkurang. tentunya kejadian itu diluar perhitunganmu bukan. Haa., ha., berikutnya kaulah yang akan mati.!'' ancam Tuan Sesepuh Pelindung Istana sambil siapkan satu ajian ilmu kesaktian.
Dengan sepasang tangan kurusnya terentang ke samping lantas terangkat keatas kepala, bibir keriput orang tua itu berkomat- kamit merapal mantra. terlihat segulung cahaya kuning keemasan yang menebarkan hawa sangat panas menyelimuti dirinya. saat kedua tangan itu membuat gerakan seperti burung angsa sedang mengepak lalu menghantam kedepan dua larik sinar kuning emas yang berbentuk sayap angsa raksasa melabrak menyibak kegelapan malam.
__ADS_1
''Kepakan Sayap Emas Pemusnah Jiwa.!'' desis ketua kelompok 13 Pembunuh itu. meskipun dari balik topengnya terdengar dengusan yang merendahkan, tapi orang ini juga tidak mau bertindak sembarangan karena dia mengerti betul kehebatan salah satu ilmu pukulan sakti warisan 'Istana Angsa Emas' itu.
Dengan kecepatan yang sulit dilihat oleh mata kedua tangannya membuat gerakan kepakan yang hampir serupa. namun bedanya saat dia menghantam, sepasang telapak tangannya yang membentuk cahaya sayap angsa emas bergerak memotong secara bersilangan.
''Jurus pukulan sakti 'Sepasang Sayap Emas Pemisah Langit Bumi.!'' seru Tuan Sesepuh Pelindung Istana dengan muka pucat pias karena dia paham kehebatan ilmu ini yang sanggup membelah dinding karang dan memotong tonggak besi semudah pisau tajam merajang sayuran. yang membuatnya tidak habis pikir, bagaimana bisa ajian yang hanya dikuasai oleh mendiang 'Tuan Sesepuh Istana Utara' dapat dikuasai oleh lawannya. bahkan dengan kekuatan yang setingkat lebih hebat.
Tetapi orang tua ini tidak dapat lagi berpikir lebih jauh karena kedua ilmu kesaktian itu sudah saling labrak diudara. kegelapan malam mendadak disembur oleh beratus- ratus sinar kuning emas yang menebar hawa sangat panas. ledakan beruntun disertai goncangan hebat terjadi tubuh beberapa orang yang terkena sambaran sinar kuning tajam itu seketika terpotong dan hangus gosong.
Tuan Sesepuh Pelindung Istana meraung keras. tubuh kurusnya yang renta terpental bagaikan layangan putus talinya dan jatuh bergulingan hingga lima tombak jauhnya. beberapa tempat dijubah kuningnya terkoyak dan bernoda darah. jika saja orang tua yang juga bergelar Tuan Sesepuh Israna Barat itu tidak nemiliki ilmu kesaktian tinggi, mungkin tubuhnya sudah terbelah dihantam ilmu sakti lawannya.
''Kau pasti kaget melihat diriku mampu nenguasai ilmu andalan dari sobat lama kita si Tuan Sesepuh Istana Utara. asal kau tahu saja, apa yang telah kau lihat tadi belum seberapa. mengingat hubungan lama diantara kita akan kuberikan kesempatan terakhir. bersedia menyerah dan bergabung denganku atau kalian semua mati.!'' gertak pemimpin dari 13 Pembunuh itu garang. dari suaranya yang bergetar, ada kemungkinan dia juga terluka dalam walaupun tidak parah dan masih dapat berdiri dengan angkernya.
''Orang- orang bodoh dan kolot sepertimu inilah yang pada akhirnya membuat Istana Angsa Emas runtuh dari kejayaannya. matilah kau sekarang tua bangka. susul saja semua kawan lamamu yang telah mampus ke neraka. Haa., ha.!'' ejek ketua kelompok 13 pembunuh itu sambil tertawa bergelak.
Seolah menyedari kehebatan lawannya yang mungkin tidak akan mampu dia hadapi, Tuan Sesepuh Istana Barat memutuskan untuk bertindak menyerang lebih dulu. dengan menelan beberapa butiran obat tenaganya dapat dipulihkan sementara waktu. dengan seluruh kemampuannya dia menerjang kedepan sambil lepaskan ajian 'Kepakan Sayap Emas Pemusnah Jiwa' yang menjadi andalannya.
__ADS_1
Tanpa menggeser tubuhnya yang tinggi besar, si topeng tengkorak lepaskan dua ilmu kesaktian untuk membendung serangan lawan sekaligus memberi perintah pada seorang anak buahnya. ''Iblis Tangan Biru., cepat kau bantu 'Sukma Tertawa' untuk meringkus putri istana Angsa Emas. waktu kita tidak banyak lagi. ingatlah., aku lebih suka gadis itu dalam keadaan hidup.!''
''Dasar manusia licik berhati keji, aku tidak akan biarkan siapapun menyakiti tuan putri.!'' rutuk Tuan Sesepuh Istana Barat. dia hendak mengalihkan serangan mautnya pada Iblis Tangan Biru sekaligus berpindah tempat untuk melindungi Satriyana. tapi pimpinan kelompok 13 Pembunuh jelas menghalanginya. ''Kau pikirkan saja nyawamu sendiri tua bangka.!'' dampratnya sinis. dalam waktu sekejap saja keduanya sudah beradu ilmu kesaktian lebih dari dua puluhan jurus. terlihat semakin lama Tuan Sesepuh Istana Barat makin terdesak menghadapi kesaktian lawannya.
Begitu mendapatkan perintah, Iblis Tangan Biru langsung berkelebat meninggalkan tempatnya. dalam sekejap saja dia sudah berada di tengah pertarungan antara Sukma Tertawa yang harus menghadapi serangan bertubi- tubu senjata pentung sakti Birunaka dan sambaran panah ungu milik Satriyana yang menyerang dari jarak jauh.
Meskipun punya ilmu kesaktian yang tinggi tapi diserang bersamaan dari jarak dekat dan jauh membuat orang tinggi gemuk itu sangat kewalahan bahkan beberapa kali nyaris terhantam gebukan pentung Birunaka atau tersambar anak panah Satriyana. beruntung Iblis Tangan Biru segera datang. begitu tiba orang ini sudah lepaskan pukulan saktinya yang memancarkan cahaya biru pekat hingga menghantam hancur anak panah petir unggu Satriyana yang datang menyambar.!
'Whuuuuss., wheeeeesss.!'
'Traaaakh., traaaaak., plaaaang.!'
''Hee., hee., sobatku Sukma Tertawa, tuan putri Istana Angsa Emas ini rupanya manis juga. jadi., serahkan saja urusan meringkus dia kepadaku. kau habisi secepatnya bocah berpentung itu..'' seru Iblis Tangan Biru sambil menghantam hancur panah petir ungu Satriyana.
Dewi Malam Beracun yang terus mengamati keadaan pertarungan besar itu sudah selesai mengobati Sabarewang yang terluka parah dibahunya. entah sudah berapa kali orang ini cedera akibat pertarungan sengit. tapi dengan daya tahan tubuhnya yang kuat kusir kuda itu masih sanggup bertahan. saat itulah muncul tiga orang anggota Pasukan Tombak Gergaji Iblis yang datang menyergap. tapi dengan jurus 'Kipas Bayangan Pengejar Sukma' Roro Wulandari mampu membabat leher dan perut mereka dari jarak jauh.
__ADS_1
''Sialan., kulihat keadaan kami semakin tidak menguntungkan. sungguh tidak kusangka tingkat ilmu kesaktian si nomor satu begitu mengerikan sampai- sampai Tuan Sesepuh Istana Barat dibuatnya terdesak hebat. bahkan., jika diteruskan orang tua itu pasti celaka. kakang Sabarewang tetap harus ada yang menjaganya, sementara adikku Satriyana juga butuh bantuan..''
''Aku rasa sudah tidak mungkin lagi untuk mempercepat waktu datangnya bala bantuan. keparat., apa yang mesti kulakukan.?'' batinnya gelisah. mungkin untuk pertama kalinya dalam kehidupannya di dunia persilatan, Roro yang selalu mengaku paling cantik, cerdik dan pintar ini menjadi bingung.